Tugumalang.id – PLN UP3 Malang terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi Malang Raya. Salah satunya dengan menggelar kegiatan bertajuk “Priority Customer Intimacy: Bersama Pelanggan, Wujudkan Energi Berdaya Saing” di Salimar Boutique Hotel Malang pada Kamis (2/10/2025).
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo menjelaskan bahwa kegiatan yang rutin digelar setiap tahun itu sekaligus untuk memberikan apresiasi kepada pelanggan setia PLN. Dalam kegiatan itu, peluang peluang kolaborasi juga dibuka lebar untuk memacu dan mendorong pertumbuhan ekonomi Malang Raya.
Baca Juga: PLN UP3 Malang dan YBM Gelar Pesantren Muharram 1447 H untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Malang
Pihaknya juga memaparkan program PKS Tripartit, yakni kolaborasi antara PLN, perbangkan dan developer dalam mempermudah layanan pasang listrik baru di kawasan perumahan.

Program ini diyakini bisa menjadi solusi persoalan penyambungan listrik baru di kawasan perumahan yang kerap terkendala jangkauan insfrastruktur jaringan listrik hingga kendala biaya dari pihak perumahan.
“Rata rata perumahan kan agak jauh dari pemukiman. Jadi PLN juga membutuhkan perluasan jaringan. Nah saat ini kami jemput bola. PLN diberi info dahulu terkait rencana set plan perumahan. Sehingga kami jauh jauh hari itu sudah merencanakan perluasan jaringnya. Harapannya, ketika rumah terbangun, PLN sudah siap menyalurkan listrik,” jelasnya.
Baca Juga: PLN UP3 Malang: Mewujudkan Listrik Aman, Andal, dan Mendukung Ketahanan Pangan serta Energi Bersih di Malang Raya
Menurutnya, PKS Tripartit ini memungkinkan masyarakat perumahan lebih cepat mendapatkan akses jaringan listrik. Bahkan juga mempermudah pihak developer baik di sisi proses pemasangan hingga biaya pemasangan.
“Jadi ketika pihak developer tidak memiliki anggaran, bisa juga bermitra dengan bank melalui pinjaman lunak. Jadi ada simbiosis mutualisme antara developer, PLN dengan bank,” urainya.
Lebih jauh, Agung menyampaikan bahwa program PKS Tripartit yang diluncurkan sejak awal tahun 2025 itu telah disambut baik oleh berbagai organisasi pengembang perumahan.
Mulai dari Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
“Listrik adalah salah satu ikon untuk pertumbuhan ekonomi. Ketika, developer, PLN dan perbankan bergandengan, maka pertumbuhan ekonomi tentu semakin jalan,” tuturnya.
Terlebih menurutnya, pertumbuhan perumahan di Malang Raya sebagai kawasan strategis terus berkembang pesat. Tentunya, listrik menjadi energi vital yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam beraktivitas di perumahan.
“Jangan sampai sudah membangun rumah, tapi jaringan listriknya belum ada. Ini banyak kejadian. Kami banyak menemui rumah rumah yang sudah terbangun di tahun 2020, 2021 tapi belum ada jaringan listrik,” bebernya.
Agung menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan listrik untuk mendorong perekonomian masyarakat tanpa terkecuali. Termasuk di kawasan permukiman di dekat hutan hingga pesisir pantai yang minim jaringan listrik.
“Dusun Kondang Merak yang ada di pesisir selatan itu, listriknya dari PLN. Di sana melewati jalur Perhutani, sehingga kami harus membangun jaringan listrik bawah tanah,” ujarnya.
Tak hanya soal jaringan listrik, PLN UP3 Malang juga membuka kolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Sekda Kabupaten Malang, Budiar Anwar yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik program program strategis dari PLN. Terlebih menurutnya, Kabupaten Malang sudah mulai banyak kendaraan listrik.
Ia menyampaikan siap memfasilitasi pendirian SKPLU di Kabupaten Malang dengan menyiakan lahan aset pemda. Terutama di kawasan kawasan keramiaan hingga jalur pariwisata.
“Tadi disampaikan kalau pemda siap berkolaborasi, bisa membuka 10 SKPLU di Kabupaten Malang. Tetapi tentu ini perlu kami rapatkan. Apa saja yang perlu kami siapkan,” ujarnya.
“Di Kabupaten Malang ini sudah banyak kendaraan listrik. Apalagi, pajak kendaraan listrik lebih murah,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlinto. A





























