Jumat, Juli 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Doomscrolling, Saat Jempol Terus Menggulir Meski Isinya Bikin Cemas

Redaksi by Redaksi
Juli 24, 2026 3:25 pm
in Tips
Doomscrolling, Saat Jempol Terus Menggulir Meski Isinya Bikin Cemas

Ilustrasi doomscrolling. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id –  Niatnya hanya mengecek media sosial beberapa menit. Tanpa terasa, waktu berlalu karena jempol terus menggulir layar.

Apalagi, yang muncul bukan hanya informasi biasa. Ada kabar duka, konflik, perdebatan, isu viral, hingga unggahan yang membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Kebiasaan terus mengonsumsi konten semacam itu dikenal sebagai doomscrolling.

READ ALSO

6 Cara Mengatasi Mental Block saat Menyusun Skripsi

Cara Mengurangi Food Waste dengan Kebiasaan Sederhana di Rumah

Menurut American Psychological Association (APA), doomscrolling merupakan kebiasaan terus menggulir media sosial untuk membaca informasi atau berita bernada negatif. Aktivitas itu tetap dilakukan meski konten yang dilihat menimbulkan perasaan tidak nyaman atau menyedihkan.

Istilah doomscrolling mulai banyak dikenal sejak pandemi COVID-19. Kini, istilah tersebut digunakan lebih luas untuk menggambarkan kebiasaan mengonsumsi konten digital secara berulang.

Sejumlah ahli menyebut paparan terus-menerus terhadap konten yang memicu emosi negatif dapat berdampak pada kondisi psikologis. Jika berlebihan dan berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dikaitkan dengan meningkatnya stres, kecemasan, dan kelelahan emosional.

Baca juga: Waktunya Digital Detox! Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental di Era Sosial Media

Mengapa Doomscrolling Sulit Dihentikan?

Rasa ingin tahu menjadi salah satu pemicunya. Ketika sebuah isu ramai diperbincangkan, pengguna media sosial terdorong mencari perkembangan terbaru agar tidak merasa ketinggalan informasi atau mengalami fear of missing out (FOMO).

Fitur infinite scroll ikut membuat pengguna bertahan lebih lama. Konten baru terus muncul setiap kali layar digulir. Berdasarkan aktivitas sebelumnya, pengguna juga semakin banyak mendapatkan konten serupa.

Akibatnya, waktu yang dihabiskan di media sosial bisa jauh lebih lama daripada yang direncanakan.

Ada pula kecenderungan otak manusia memberikan perhatian lebih besar terhadap informasi yang dianggap penting atau berpotensi mengancam. Para ahli mengenalnya sebagai negativity bias. Konten yang menimbulkan kekhawatiran, kemarahan, atau kesedihan pun lebih mudah menyita perhatian dibandingkan informasi netral atau positif.

Doomscrolling Bisa Mengganggu Aktivitas

Dampaknya bukan sebatas waktu yang habis untuk menatap layar. Sejumlah penelitian menunjukkan doomscrolling dapat berkaitan dengan meningkatnya tekanan psikologis, terutama ketika seseorang terus mengonsumsi konten yang memicu emosi negatif.

Paparan semacam itu dapat menimbulkan kelelahan emosional. Konsentrasi saat belajar maupun bekerja juga bisa terganggu dan produktivitas menurun.

Kebiasaan scrolling hingga larut malam turut berpengaruh terhadap kualitas tidur. Otak terus menerima berbagai informasi ketika seharusnya mulai beristirahat.

Semakin banyak waktu dihabiskan di depan layar, kesempatan melakukan aktivitas lain juga berkurang. Waktu untuk berolahraga, membaca buku, menyelesaikan pekerjaan, atau berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman bisa tersisih.

Namun, mengurangi doomscrolling bukan berarti harus meninggalkan media sosial sepenuhnya. Penggunaannya dapat diatur agar kebutuhan mendapatkan informasi tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lima Cara Mengurangi Doomscrolling

1. Tentukan tujuan sebelum membuka media sosial

Ketahui terlebih dahulu apa yang ingin dicari atau dilakukan. Cara ini dapat mengurangi kebiasaan menggulir layar tanpa tujuan.

2. Batasi waktu menggunakan gawai

Fitur screen time atau pengingat waktu pada ponsel dapat dimanfaatkan untuk mengontrol durasi penggunaan media sosial.

3. Selektif memilih akun dan sumber informasi

Ikuti akun dan sumber informasi yang kredibel serta memberikan informasi bermanfaat. Langkah ini dapat mengurangi paparan berlebihan terhadap konten yang memicu emosi negatif.

4. Jangan membuka media sosial menjelang tidur

Mengurangi waktu menatap layar pada malam hari dapat membantu menekan kebiasaan doomscrolling sekaligus menjaga kualitas tidur.

5. Cari kegiatan di luar layar

Waktu luang bisa dialihkan untuk berjalan kaki, membaca buku, berolahraga ringan, atau berbincang dengan orang terdekat.

Informasi kini bisa diperoleh dalam hitungan detik. Masalah muncul ketika kebutuhan mendapatkan informasi berubah menjadi kebiasaan scrolling yang sulit dihentikan.

Mengatur waktu penggunaan gawai dan lebih selektif memilih konten dapat membantu menjaga penggunaan media sosial agar tidak mengganggu produktivitas maupun kesejahteraan emosional.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/Magang

editor: jatmiko

Tags: apa itu doomscrollingdampak doomscrollingdoomscrollinggaya hidup digitalKesehatan MentalMedia Sosialpsikologiscrolling media sosial

Related Posts

6 Cara Mengatasi Mental Block saat Menyusun Skripsi
Tips

6 Cara Mengatasi Mental Block saat Menyusun Skripsi

Rabu, 22 Jul 2026
Cara Mengurangi Food Waste dengan Kebiasaan Sederhana di Rumah
Tips

Cara Mengurangi Food Waste dengan Kebiasaan Sederhana di Rumah

Rabu, 22 Jul 2026
5 Tempat Persewaan Alat Pendakian di Malang, Tarif Mulai Rp10 Ribuan per Hari
Tips

5 Tempat Persewaan Alat Pendakian di Malang, Tarif Mulai Rp10 Ribuan per Hari

Rabu, 22 Jul 2026
Ingin Merintis Usaha? Daftar Inkubator Bisnis bagi Pelaku Usaha di Malang
Tips

Ingin Merintis Usaha? Daftar Inkubator Bisnis bagi Pelaku Usaha di Malang

Selasa, 21 Jul 2026
7 Cara Membangun Relasi di Kampus agar Mahasiswa Baru Cepat Beradaptasi
Tips

7 Cara Membangun Relasi di Kampus agar Mahasiswa Baru Cepat Beradaptasi

Selasa, 21 Jul 2026
Jahe hingga Belimbing Wuluh, Tanaman Dapur dengan Manfaat bagi Kesehatan
Tips

Jahe hingga Belimbing Wuluh, Tanaman Dapur dengan Manfaat bagi Kesehatan

Selasa, 21 Jul 2026
Next Post
Empat Perguruan Tinggi Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis AI dan Nilai Lokal

Empat Perguruan Tinggi Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis AI dan Nilai Lokal

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.