Malang, Tugumalang.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berupaya untuk membangun komitmen transformasi mewujudkan kota bersih, sehat indah dan berkelanjutan. Salah satunya melalui acara Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia Asri 2026 yang digelar di Malang Creative Center (MCC) pada Senin (11/5/2026).
Acara tersebut diwarnai dengan seminar penguatan bank sampah yang dihadiri ratusan pengurus bank sampah di Kota Malang. Kemudian juga dihadiri para tokoh dan pegiat lingkungan di Kota Malang.
Selain itu, juga ada penghargaan bagi elemen masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, pelaku industri hingga pegiat lingkungan yang aktif terlibat menuntaskan permasalahan sampah di Kota Malang.
Baca juga: Bangun Kesadaran Masyarakat, DLH Kota Malang Petakan Masalah Krusial Sampah, Banjir hingga Kualitas Air
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang menekankan bahwa spirit “Bergerak Tuntas” dalam tema HUT ke-112 Kota Malang menjadi penggerak untuk menuntaskan persoalan perkotaan, terutama soal sampah.
“Kegiatan ini untuk membangun kesepahaman dan komitmen untuk terus menghadirkan transformasi nyata menuju kota bersih, sehat, indah dan berkelanjutan,” ucapnya.
Raymond menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan sampah di Kota Malang saat ini kian besar seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Timbunan sampah di TPA Supit Urang yang mencapai 800 ton per hari menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, tetapi juga perlu keterlibatan masyarakat,” ujarnya.
Selama ini menurutnya, DLH Kota Malang telah aktif menggencarkan gerakan pengurangan sampah dari hulu. Salah satunya melalui gerakan pilah sampah. Kemudian aktivasi bank sampah hingga penguatan sinergi dengan dunia usaha pengembangan program CSR.
Tak hanya itu, pihaknya juga aktif mendorong masyarakat untuk dapat mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis.
“Hal ini menjadi simbol bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada pengurangan sampah saja, tetapi juga mendorong pemanfaatan kembali menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ungkapnya.
Baca juga: DLH Kota Malang Tegaskan Denda Rp 50 Juta Usai Fatwa Haram Buang Sampah
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang turut menghadiri acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menyelesaikan persoalan sampah.
“Ini bagian dari upaya bersama menyelesaikan persoalan sampah sekaligus memberi apresiasi kepada pihak pihak yang selama ini ikut bergerak menyelesaikan masalah sampah di Kota Malang,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah di Kota Malang telah mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ia optimistis, jika konsistensi terus terjaga, peluang meraih Adipura 2027 semakin terbuka.
Kunci utamanya, ia menyebut ada pada kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
“Masalah di hilir sangat ditentukan oleh kondisi di hulunya. Kalau sejak awal sudah dipilah, penanganannya akan jauh lebih mudah,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























