Tugumalang.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memetakan persoalan krusial yang tengah menjadi perhatian serius, mulai dari pengolahan sampah, banjir hingga kualitas air sungai.
Kini, strategi membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang ideal dan berkelanjutan tengah digencarkan di Kota Malang.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso menjelaskan 3 persoalan krusial yang tengah dihadapi Kota Malang. Pertama, yakni soal pengolahan sampah.
Baca Juga: Sumbang Prestasi! SMKN 2 Malang Raih Berbagai Penghargaan dan Antar Kota Malang Raih Juara Umum LKS Dikmen
Melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, maka potensi pencemaran lingkungan dan beban penumpukan di TPA bisa diantisipasi. Bahkan mempermudah proses daur ulang.
Kedua, soal banjir sebagai salah satu potensi bencana di Kota Malang. Beberapa faktor yang menyebabkan banjir di Kota Malang yakni penambahan jumlah penduduk dan alih fungsi lahan yang membuat kawasan resapan air berkurang.
Termasuk perubahan sempadan jalan menjadi konstruksi bangunan. Lalu juga kebiasaan buruk sebagian masyarakat yang membuang sampah di aliran air.
Baca Juga: Heboh Pernikahan Sesama Jenis di Kota Malang, Ini Klarifikasi Yupi Rere: Saya Tidak Penah Mengaku Laki Laki
“Jadi air yang harusnya bisa teresap, gak teresap dan keluar jalur. Lalu berkumpul di saluran irigasi atau drainase. Nah disana juga ketutup sampah sehingga terjadilah banjir,” ucapnya, Selasa (14/4/2026).
Ketiga, yakni kualitas air sungai di Kota Malang. Berdasarkan uji sample terkahir yang dilakukan 2025, kualitas air sungai di Kota Malang dalam kategori sedang menuju tercemar. Karegori air ini sudah tidak layak untuk konsumsi manusia.
“Faktornya kondisi kualitas air sungai di Kota Malang ini karena ada mayoritas tercemar limbah domestik,” ungkapnya.
Ketiga persoalan ini tengah menjadi tantangan besar di Kota Malang. Pembentukan mainset masyarakat untuk bisa memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan menjadi hal penting.
Sebagai upaya pencegahan dampak lebih buruk dari 3 persoalan krusial ini, DLH Kota Malang menurutnya telah menggencarkan gerakan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Gerakan ini terutama dikuatkan di lingkungan pendidikan.
“Kami melihat membangun kesadaran ke generasi muda di sekolah sekolah atau kampus lebih efektif dalam penanganan persoalan persoalan krusial ini. Karena ini berkaitan dengan mainset peduli lingkungan masa depan,” ucapnya.
Dalam hal ini, generasi muda di lingkungan pendidikan diberikan edukasi berkelanjutan berkaitan dengan pengolahan sampah, pemilahan sampah, reboisasi, penghijauan hingga kepedulian lingkungan.
“Selama ini, kami juga sudah mendorong sekolah mulai jenjang SD sampai SMA untuk bisa menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui program Adiwiyata,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























