Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memeriksa cholinesterase darah 300 petani di Kota Batu mulai 25-29 Oktober hingga 1-4 November 2021.
Pemeriksaan ini untuk mengetahui kadar pestisida yang ada di dalam darah para petani tersebut. Sebab, para petani di Kota Batu bergelut dengan pestisida untuk merawat tanaman.
Menurut Kasi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari SKM, kegiatan tersebut untuk mengetahui tingkat keterpaparan petani terhadap pestisida.

“Apakah mereka sampai keracunan atau tidak. Kalau misal ada yang keracunan, apakah kategori berat atau ringan,” katanya.
Jika diketahui ada yang keracunan ringan, maka akan direkomendasikan untuk banyak istirahat dan makan makanan yang sehat termasuk minum susu. “Mereka untuk sementara tidak boleh kontak dengan pestisida,” pesan Esty.
Tetapi kalau ada yang keracunan berat, maka akan ada tindakan medis dan jika perlu dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan yang lebih intens.
Dikatakan Esty, pemeriksaan dilakukan di enam desa yang meliputi Desa Sidomulyo, Torongrejo, Giripurno, Sumber Brantas, dan Punten.
Dijelaskan Esty, untuk melakukan pemeriksaan ini, Dinkes Kota Batu bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Malang karena di Kota Batu memang belum memiliki fasilitas tersebut.
Saat ini, dari semua hasil pemeriksaan masih diolah oleh Labkesda, hasilnya nanti akan disampaikan setelah semua kegiatan selesai dan akan dikirim kepada para petani beserta rekomendasinya.
Selain kegiatan cholinesterase darah, pada kesempatan tersebut, Dinkes Kota Batu juga melakukan edukasi tentang cara memakai alat pelindung diri (APD) kepada petani yang biasa melakukan penyemprotan atau perawatan tanaman menggunakan pestisida.
Melalui edukasi tersebut diharapkan bisa mengurangi tingkat keterpaparan petani terhadap pestisida. “Karena seringkali petani itu menggunakan pestisida secara berlebihan, padahal itu bisa membahayakan tubuh,” ungkap dia.
Bukan hanya itu, setelah memberikan edukasi, pihaknya juga membagikan APD kepada para petani. APD tersebut antara lain sepatu booth, masker, dan sarung tangan. Selain itu, Dinkes Kota Batu juga memberikan susu rendah lemak
Apakah dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya ada petani yang terpapar pestisida hingga sampai keracunan? Esty mengatakan dulu pernah ada tetapi tidak banyak. Kebanyakan yang terpapar agak berat adalah para petani apel karena mereka menggunakan pestisida yang melebihi takaran, cara penyemprotan yang kurang benar, termasuk pengetahuan tentang cara pemakaian APD juga masih rendah.(ads)
Editor: Lizya Kristanti





























