Tugumalang.id – Tim Pemenangan Muda (TPM) pasangan calon presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD telah resmi dibentuk. Dharmaji Suradika terpilih sebagai Ketua TPM Ganjar-Mahfud.
Siapa Dharmaji Suradika hingga bisa ditetapkan sebagai Ketua Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud di Pemilu 2024 mendatang?
Tim Tugu Media Group sempat menemui Dharmaji Suradika di kantornya di Jakarta pada 4 Agustus 2022 lalu. Saat itu, dia menyambut tim Tugu Media Group dengan ramah dan hangat.
Harus ada visi besar yang wajib ditunaikan dalam hidup. Itulah, rumus hidup Dharmaji Suardika, mantan CEO Pemimpin.id, sebuah platform organisasi sosial yang fokus pada ekosistem kepemimpinan.
Baca Juga: Tips Menjadi Pemimpin Prof Emil Salim di acara Lead The Fest
Aji, demikian dia akrab disapa, menilai ada yang perlu dibenahi dengan cara pandang generasi muda Indonesia terhadap kepemimpinan. Hal itulah yang mendorongnya membangun starup bernama Pemimpin.id saat itu.
Berangkat dari keresahan atas lemahnya pola pikir kepemimpinan bangsa Indonesia, Aji bergerilya untuk mendirikan ruang atau rumah bagi para pemimpin di dalam sebuah ekosistem.
Aji mengatakan, Pemimpin.id memiliki misi membangun ekosistem kepemimpinan Indonesia yang lebih baik lewat berbagai kegiatan sosial edukatif, pendidikan dan penyebaran informasi.
Terinspirasi HOS Tjokroaminoto
Saat mendirikan Pemimpin.id terinspirasi dari Rumah Peneleh, tempat para pemimpin besar bangsa Indonesia bertumbuhkembang yang dibangun oleh Bapak Bangsa, HOS Tjokroaminoto. Soekarno, Musso, Tan Malaka hingga Kartosoewirjo adalah sebagian kecil tokoh berpengaruh bangsa Indonesia yang bertumbuh kembang di Rumah Peneleh.
Pergerakan Pemimpin.id untuk membangun kepemimpinan bangsa dilakukan dengan membuka akses ilmu pengetahuan kepemimpinan, mensinergikan kelompok pemimpin dari berbagai bidang keilmuan hingga menciptakan laboratorium kepemimpinan Indonesia.
Baca Juga: Lead The Fest 2021 Hadirkan Dua Menteri Bersahabat
Tentu tak mudah bagi Aji yang merupakan pemuda asal Kota Pahlawan, Surabaya itu untuk mewujudkan itu semua. Aji membentuk Pemimpin.id dengan konsep berkelanjutan dengan langkah yang nyata berpilar learning, media dan community.
Mimpi besar Aji untuk memajukan bangsa dengan menciptakan rumah para pemimpin muda tak lepas dari dorongan sang orang tuanya. Alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu memegang erat pesan sang ayahnya untuk menjadi pemuda yang mampu menciptakan perubahan demi kemaslahatan bangsa dan negara.
Tekat Aji semakin terbentuk usai mengenyam pendidikan di Jerman. Dia kemudian memandang pola pikir orang Jerman mulai dari tukang pipa hingga founder perusahaan raksasa memiliki jiwa kepemimpinan visioner.
“Dengan kuliah di Jerman, pikiran saya menjadi terbuka. Ternyata ada negara maju, yang semua penduduknya sangat profesional, jadi di sana tidak ada orang nongkrong tanpa tujuan yang tidak jelas, semua orang bekerja secara efektif,” kata Aji kepada tim Tugu Media Group.
Singkat cerita, usai lulus kuliah Master di Jerman, Aji yang kemudian bekerja di perusahaan multi nasional Siemens, perusahaan raksasa di Jerman pada 2014. Di tempat ini, dia mendapatkan gemblengan tentang nilai nilai kepemimpinan yang ideal dan visioner.
Cerita Bekerja di Siemens
Asal muasal Aji kerja di Siemens, berawal ketika dia bertemu dengan CEO Siemens Indonesia. Ketika itu, dia mendapatkan informasi bahwa, belum pernah ada warga Indonesia yang menjadi CEO Siemens Indonesia. Ketika dia bertanya, dia mendapati jawaban yang mengagetkan.
“Waktu itu dia bilang, orang Indonesia pada umumnya belum punya budaya kerja profesional yang ketika bekerja mengutamakan produk berkualitas, jadi tidak hanya asal selesai,” katanya.
Karena tantangan itulah, dia bekerja di Siemens Indonesia dan banyak belajar soal profesionalisme di perusahaan itu. “Ketika saya bekerja lembur, saya justru dimarahin, karena dinilai kerjaan saya gak efektif,” ujarnya.
Meski bekerja di perusahaan besar, tentu saja dengan gaji yang besar, tidak membuat dia berpuas diri. Ada yang mengganjal di benaknya. Yakni, soal kualitas manusia Indonesia, yang menurutnya perlu dibenahi.
“Misal pemerintah sudah menggarap yang 80 persen, ayo kita berkontribusi untuk yang 20 persen ini, jadi jangan mengkritik, tapi ayo berbuat,” imbuhnya.
Dia akhirnya resain kerja, dan pada 2019 lalu Pemimpin.id didedikasikan untuk mewadahi potensi muda di Indonesia agar lebih memiliki jiwa kepemimpinan yang ideal.
“Di Jerman saya mendapat banyak pelajaran bahwa orang Indonesia itu kelebihannya suka menolong. Tapi orang Indonesia tak punya mindset untuk menciptakan produk,” ungkap Aji.
Kini melalui Pemimpin.id, Aji bermimpi untuk bisa membuat generasi muda memiliki jiwa kepemimpinan yang ideal dan visioner. Target kecil yang dia tetapkan, Pemimpin.id harus menyiarkan ilmu kepemimpinan kepada 1 juta penerima manfaat per tahun.
“Kami ingin membangun ruang tamu yang menjadi tempat tumbuh kembang pendiri bangsa milik HOS Tjokroaminoto sebagai tempat belajar kepemimpinan untuk seluruh masyatakat Indonesia,” ucapnya.
“Kami ingin membentuk ekosistem kepemimpinan yang mampu mendidik, bisa menumbuhkan atau melahirkan lebih banyak pemimpin dan melahirkan pemimpin yang tidak mengkotakkan diri atau tak memandang golongan tertentu,” lanjutnya.
Kini konten-konten wawasan kepemimpinan dari Pemimpin.id telah digunakan oleh guru di berbagai pelosok negeri.
Dia mengaku terenyuh ketika mendapati pesan dari seorang guru dari daerah pelosok di Nusa Tenggara Timur yang berpesan agar Pemimpin.id terus membuat konten wawasan kepemimpinan lantaran guru tersebut telah menggunakannya untuk mengajar siswa siswinya.
Dari pesan itu, Aji mendapatkan pencerahan kecil bahwa ada yang akan menangis jika Pemimpin.id dibubarkan. Untuk itu, Aji semakin getol dalam mengembangkan Pemimpin.id dengan mengoptimalkan kinerja tim demi kebaikan generasi bangsa Indonesia.
Bahkan gerakan yang dilakulan Aji itu telah menarik perhatian generasi kelima dari HOS Tjokroaminoto yakni Adrian Tjokro. Adrian memberikan apresiasi secara langsung kepada Aji yang turut serta berjuang melanjutkan dan mengembangkan pemikiran HOS Tjokroaminoto demi kebaikan bangsa dan negara.
Ada banyak sekali hal berkesan yang dia rasakan selama membangun Pemimpin.id. “Kita pernah menerjemahkan seribu buku, di situ ada ibu-ibu dari luar Jawa yang mengaku sudah membaca terjemahan itu dan menjadikan bahan kami sebagai referensi ketika ngajar,” kata dia.
“Ada juga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang nonton bareng acara kami yakni Lead The Fest, ini adalah momen yang luar biasa sekali bagi kami,” tandasnya.
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























