Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Debut Aduhai Swara Pertiwi di Festival Seni Tradisi #1

Redaksi by Redaksi
Februari 24, 2025 1:33 pm
in Budaya
Penampilan Swara Pertiwi – Festival Seni Tradisi. Foto/dok

Penampilan Swara Pertiwi – Festival Seni Tradisi. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Komunitas Swara Pertiwi RW 09 Kelurahan Merjosari, Kota Malang, menorehkan sejarah baru dalam perjalanannya sebagai komunitas seni.

Pada ajang Festival Seni Tradisi #1 yang berlangsung pada 22-23 Februari 2025 di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Jawa Timur, komunitas yang seluruh anggotanya merupakan emak-emak ini menghadapi tantangan yang tak biasa: menjadi penabuh gamelan untuk mengiringi Mini Ludruk (Ludruk Malangan).

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Bagi mereka, ini bukan sekadar penampilan biasa, melainkan sebuah pengalaman penuh keringat, ketegangan, dan kebanggaan.

Baca Juga: Rumah Budaya Ratna, Wadah untuk Asah Kreativitas Para Seniman dan Sastrawan di Malang

Swara Pertiwi selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan seni dan budaya di tingkat lokal. Namun, menjadi pengiring ludruk merupakan hal baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Tantangan ini datang dari Studi Akting Malang, yang mengajak mereka bergabung dalam proyek seni pertunjukan tersebut.

Kesempatan emas ini bukan tanpa hambatan. Sebagai pengiring ludruk, Swara Pertiwi harus menguasai ritme khas Ludruk Malangan dalam waktu yang sangat singkat—hanya dua minggu.

Berbagai kendala mereka hadapi, mulai dari memahami struktur musik, menjaga kekompakan permainan, hingga mengatasi rasa gugup tampil di hadapan penonton.

Baca Juga: Tinggalkan Pekerjaan Sebagai Arsitek, Seniman Teguh Nuswantoro Jadikan Kegiatan Seni Rupa Sebagai Merawat Hobi Masa Kecil

“Awalnya terasa mustahil. Kami belum pernah bermain gamelan untuk mengiringi ludruk sebelumnya, tiba-tiba harus tampil di panggung besar. Deg-degan luar biasa!” ungkap Tutik, salah satu penabuh gamelan Swara Pertiwi.

Menyadari keterbatasan waktu, Swara Pertiwi bergerak cepat mencari dukungan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah bekerja sama dengan Laboratorium Gamelan Universitas Gajayana Malang (UNIGA).

Pimpinan perguruan tinggi ini menyambut baik inisiatif tersebut dan memberikan fasilitas latihan guna mempercepat proses adaptasi.

“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan seni dan budaya seperti ini. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, ini juga menjadi cara untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional,” ujar Prof. Dr. Ernani Hadiyati, M.S, Rektor Universitas Gajayana.

Proses latihan Swara Pertiwi di ruang gamelan UNIGA. Foto/dok
Proses latihan Swara Pertiwi di ruang gamelan UNIGA. Foto/dok

Setiap malam selama dua minggu, tangan-tangan yang sebelumnya terbiasa mengurus rumah tangga kini memukul kendang, bonang, saron, peking, demung, dan gong dengan penuh semangat.

Kesalahan demi kesalahan mereka lalui, rasa lelah diabaikan, semua demi sebuah penampilan yang membanggakan.

Minggu, 23 Februari 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi Swara Pertiwi. Dengan kostum yang telah dipersiapkan secara cermat oleh Irwan AKA, mereka melangkah ke panggung dengan hati berdebar.

Dukungan dari Sindu dan Fandi sebagai pendamping sekaligus pelatih memberikan energi tambahan untuk menghadapi panggung besar.

Saat alunan pertama gamelan menggema, suasana di Taman Krida Budaya Jawa Timur berubah. Nada-nada gamelan yang dimainkan Swara Pertiwi berpadu dengan aksi para pemain ludruk di atas panggung. Getaran tabuhan gamelan menciptakan atmosfer magis yang membuat penonton terpukau.

“Begitu tabuhan pertama keluar, rasa gugup langsung hilang. Kami seperti masuk ke dalam dunia lain, dunia di mana gamelan dan ludruk menjadi satu kesatuan yang hidup,” ujar Novie Kusumawati, penabuh kendang sekaligus ketua komunitas Swara Pertiwi.

Komunitas Swara Pertiwi RW 09 Kelurahan Merjosari saat tampil ajang Festival Seni Tradisi #1. Foto/dok
Komunitas Swara Pertiwi RW 09 Kelurahan Merjosari saat tampil ajang Festival Seni Tradisi #1. Foto/dok

Penonton yang hadir tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian dan dedikasi Swara Pertiwi dalam melestarikan seni tradisional.

Festival Seni Tradisi #1 merupakan ajang yang bertujuan untuk merayakan dan menjaga seni tradisional yang telah diwariskan turun-temurun. Berbagai komunitas seni dari berbagai daerah turut serta dalam perhelatan ini, menampilkan beragam bentuk kesenian tradisional Indonesia.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi masyarakat untuk kembali merasakan keindahan dan kekuatan tradisi yang tetap hidup di tengah modernisasi. Seni tradisional bukan sesuatu yang usang, melainkan warisan berharga yang harus kita jaga bersama,” ujar salah satu panitia penyelenggara.

Bagi Swara Pertiwi, keterlibatan dalam festival ini bukan hanya soal tampil di atas panggung, tetapi juga soal membangun keberanian, menumbuhkan solidaritas, dan merasakan makna mendalam dari seni tradisional. Lebih dari itu, mereka berhasil membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berkarya.

“Komunitas ini akan terus berlatih dan terbuka untuk berbagai kolaborasi seni ke depan. Siapa tahu suatu hari nanti kami bisa memiliki pertunjukan sendiri, atau bahkan melahirkan lebih banyak perempuan yang mencintai gamelan,” kata Novie dengan penuh optimisme.

Langkah ini menjadi bukti bahwa seni tradisional bisa menjadi ruang inklusif bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang atau usia.

Melalui semangat belajar dan kebersamaan, Swara Pertiwi menunjukkan bahwa tradisi tetap bisa hidup, berkembang, dan menyentuh banyak hati. Dentingan gamelan mereka kini bukan sekadar suara instrumen, tetapi simbol ketekunan, keberanian, dan cinta pada warisan budaya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis komunitas Swara Pertiwi

Editor: Herlianto. A

Tags: Festival SeniKelurahan Merjosarikota malangSwara Pertiwi

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin memimpin apel di halaman Balai Kota Malang. (Foto/Prokopim Setda Kota Malang)

Pimpin Apel Pertama, Wakil Wali Kota Malang "Kulo Nuwon" di Balai Kota Malang

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.