Jumat, November 6, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Dari Program CSR hingga Pasar Nasional, Batik Seng Tumbuh di Desa Sengguruh

Redaksi by Redaksi
April 28, 2026 7:18 pm
in News
Penanggung jawab Batik Seng, Evi Wahyu Astutik saat mengecek produk. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Penanggung jawab Batik Seng, Evi Wahyu Astutik saat mengecek produk. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Berawal dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Batik Seng yang berlokasi di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang berkembang menjadi unit usaha yang bisa menjangkau pasar nasional.

Penanggung jawab Batik Seng, Evi Wahyu Astutik, menceritakan bahwa usaha ini dirintis sejak 2014 melalui program CSR dari PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas yang saat itu bernama PJB Brantas.

READ ALSO

Tanah Masih Panas, Reboisasi Gunung Panderman-Arjuno Pasca KarhutlaTertunda

Info SIM Keliling Kota Malang November 2026, Ada di Dua Lokasi!

“Kegiatan CSR itu memberdayakan ibu-ibu PKK dan wali santri sekitar sini,” ujar Evi.

Dirintis oleh Ibu-ibu Hebat

Pelatihan membatik yang digelar PJB Brantas menyasar ibu-ibu PKK yang tinggal di sekitar Bendungan Sengguruh. Selain ibu-ibu PKK, peserta juga diisi oleh ibu-ibu wali santri yang anaknya bersekolah di madrasah.

Baca Juga: Selamat! Wartawan Tugujatim.id Dwi Lindawati Terpilih Sebagai Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch II

Menurut Evi, pemilihan batik sebagai fokus pemberdayaan bukan tanpa alasan. Di Desa Sengguruh sendiri sudah ada embrio keterampilan membatik yang dimiliki oleh ibu-ibu PKK.

Salah seorang perajin Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Salah seorang perajin Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Sebenarnya sudah ada dasar membatik dari ibu-ibu PKK di sini. Dari situ kemudian kami lanjutkan dengan mengajukan program CSR dan mengajak ibu-ibu wali santri untuk ikut,” jelasnya.

Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan ini secara bersama-sama. Namun, hanya lima orang yang bertahan dan gigih merintis Batik Seng hingga sebelum pandemi COVID-19. Kini, jumlah tim Batik Seng telah berkembang hingga 23 orang.

“Tim kami sekarang tidak hanya terdiri dari perajin batik, tapi juga admin media sosial, marketing, dan sebagainya,” ujar Evi.

Berlatih hingga ke Jogja dan Pekalongan

Program CSR yang menjadi fondasi awal berdirinya Batik Seng tak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga bantuan bahan baku. Evi menyebut, perkembangan usaha ini berjalan seperti “efek bola salju” yang terus membesar.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Perajin Batik di Kepanjen Banjir Pesanan

“Kami juga diberikan bantuan untuk beli bahan kain. Produk yang kami hasilkan bisa kami jual dan dari penjualan itu kami putar lagi untuk beli bahan dan peralatan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas, para perajin Batik Seng tidak hanya belajar di Malang. Mereka juga sempat menjalani pelatihan dan magang di sentra batik ternama seperti Pekalongan, Yogyakarta, dan Bantul.

“Awalnya kami belajar di perajin batik senior di Malang, tapi kemudian merasa butuh pengalaman baru, akhirnya kami dikirim magang ke Pekalongan, Jogja, dan Bantul,” tambah Evi.

Motif Khas Eceng Gondok

Layaknya perajin batik lainnya, Batik Seng juga memiliki motif khas, yaitu eceng gondok yang disingkat egon. Menurut Evi, motif ini dipilih karena eceng gondok mudah ditemukan di Desa Sengguruh.

“Motif eceng gondok ini sudah kami daftrakan hak patennya,” ujar Evi.

Eceng gondok ini dikreasikan menjadi beragam motif, seperti egon menari, egon komet, egon sinaran, dan lain-lain. Tentunya Batik Seng juga bisa mengerjakan motif-motif lain sesuai pesanan pelanggan.

“Misalnya pesanan dari Kota Malang biasanya minta motif topeng, ada yang minta motif Garudeya. Macam-macam permintaanya, tergantung kebutuhan,” kata Evi.

Manfaatkan Platform Digital

Meski berbasis di desa, pemasaran Batik Seng telah merambah platform digital. Konsumen datang tidak hanya dari wilayah Kabupaten Malang, tetapi juga dari berbagai kota di seluruh Indonesia melalui media sosial dan e-commerce.

“Sekarang orang-orang dari Kota Malang juga pesan di kami. Mereka lihat dari Instagram, website, atau e-commerce,” ujarnya.

Dalam proses produksi, Batik Seng mampu menghasilkan 30 hingga 50 lembar kain per hari untuk pewarnaan dasar dalam kondisi normal. Namun, di saat hujan, produksi menurun menjadi 20 lembar per hari.

Dari sisi harga, setiap lembar kain yang diproduksi Batik Seng dibanderol mulai Rp150.000 dengan ukuran standar 2,25 x 1,52 meter. Pembeli dapat melakukan pemesanan khusus hingga panjang maksimal tiga meter.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: batik sengbatik sengguruhkabupaten malangsengguruhUMKM

Related Posts

Tanah Masih Panas, Reboisasi Gunung Panderman-Arjuno Pasca KarhutlaTertunda
News

Tanah Masih Panas, Reboisasi Gunung Panderman-Arjuno Pasca KarhutlaTertunda

Kamis, 5 Nov 2026
Info SIM Keliling Kota Malang November 2026, Ada di Dua Lokasi!
News

Info SIM Keliling Kota Malang November 2026, Ada di Dua Lokasi!

Kamis, 5 Nov 2026
Bukan Cuma untuk Orang Kaya, Investasi Emas di Pegadaian Bisa Dimulai dari Rp10 Ribu
News

Bukan Cuma untuk Orang Kaya, Investasi Emas di Pegadaian Bisa Dimulai dari Rp10 Ribu

Rabu, 4 Nov 2026
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa saat berkoordinasi terkait kesiapsiagaan bencana. Foto: Azmy
News

Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Polres Batu Instruksikan Aktifkan Lagi Destana

Rabu, 4 Nov 2026
Dito Arief Desak Pemkot Malang Percepat Penyerahan PSU Perumahan
News

Dito Arief Desak Pemkot Malang Percepat Penyerahan PSU Perumahan

Rabu, 4 Nov 2026
Sadap
News

Kasus Penyadapan Prabowo, Ini 6 Alat Sadap Canggih di Dunia

Rabu, 4 Nov 2026
Next Post
Nur Azizah, S.Psi. Foto/dok

Ketika Siswa 15 Tahun Masih Sulit Membaca: Alarm bagi Pendidikan Dasar Kita

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.