Jumat, Juni 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Dari Program CSR hingga Pasar Nasional, Batik Seng Tumbuh di Desa Sengguruh

Redaksi by Redaksi
April 28, 2026 7:18 pm
in News
Penanggung jawab Batik Seng, Evi Wahyu Astutik saat mengecek produk. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Penanggung jawab Batik Seng, Evi Wahyu Astutik saat mengecek produk. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Berawal dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Batik Seng yang berlokasi di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang berkembang menjadi unit usaha yang bisa menjangkau pasar nasional.

Penanggung jawab Batik Seng, Evi Wahyu Astutik, menceritakan bahwa usaha ini dirintis sejak 2014 melalui program CSR dari PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas yang saat itu bernama PJB Brantas.

READ ALSO

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 19 Juni 2026: Cerah dan Udara Kabur

Info Wisata Budaya di Kota Batu! Ini Jadwal Tradisi Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-18

“Kegiatan CSR itu memberdayakan ibu-ibu PKK dan wali santri sekitar sini,” ujar Evi.

Dirintis oleh Ibu-ibu Hebat

Pelatihan membatik yang digelar PJB Brantas menyasar ibu-ibu PKK yang tinggal di sekitar Bendungan Sengguruh. Selain ibu-ibu PKK, peserta juga diisi oleh ibu-ibu wali santri yang anaknya bersekolah di madrasah.

Baca Juga: Selamat! Wartawan Tugujatim.id Dwi Lindawati Terpilih Sebagai Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch II

Menurut Evi, pemilihan batik sebagai fokus pemberdayaan bukan tanpa alasan. Di Desa Sengguruh sendiri sudah ada embrio keterampilan membatik yang dimiliki oleh ibu-ibu PKK.

Salah seorang perajin Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Salah seorang perajin Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Sebenarnya sudah ada dasar membatik dari ibu-ibu PKK di sini. Dari situ kemudian kami lanjutkan dengan mengajukan program CSR dan mengajak ibu-ibu wali santri untuk ikut,” jelasnya.

Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan ini secara bersama-sama. Namun, hanya lima orang yang bertahan dan gigih merintis Batik Seng hingga sebelum pandemi COVID-19. Kini, jumlah tim Batik Seng telah berkembang hingga 23 orang.

“Tim kami sekarang tidak hanya terdiri dari perajin batik, tapi juga admin media sosial, marketing, dan sebagainya,” ujar Evi.

Berlatih hingga ke Jogja dan Pekalongan

Program CSR yang menjadi fondasi awal berdirinya Batik Seng tak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga bantuan bahan baku. Evi menyebut, perkembangan usaha ini berjalan seperti “efek bola salju” yang terus membesar.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Perajin Batik di Kepanjen Banjir Pesanan

“Kami juga diberikan bantuan untuk beli bahan kain. Produk yang kami hasilkan bisa kami jual dan dari penjualan itu kami putar lagi untuk beli bahan dan peralatan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas, para perajin Batik Seng tidak hanya belajar di Malang. Mereka juga sempat menjalani pelatihan dan magang di sentra batik ternama seperti Pekalongan, Yogyakarta, dan Bantul.

“Awalnya kami belajar di perajin batik senior di Malang, tapi kemudian merasa butuh pengalaman baru, akhirnya kami dikirim magang ke Pekalongan, Jogja, dan Bantul,” tambah Evi.

Motif Khas Eceng Gondok

Layaknya perajin batik lainnya, Batik Seng juga memiliki motif khas, yaitu eceng gondok yang disingkat egon. Menurut Evi, motif ini dipilih karena eceng gondok mudah ditemukan di Desa Sengguruh.

“Motif eceng gondok ini sudah kami daftrakan hak patennya,” ujar Evi.

Eceng gondok ini dikreasikan menjadi beragam motif, seperti egon menari, egon komet, egon sinaran, dan lain-lain. Tentunya Batik Seng juga bisa mengerjakan motif-motif lain sesuai pesanan pelanggan.

“Misalnya pesanan dari Kota Malang biasanya minta motif topeng, ada yang minta motif Garudeya. Macam-macam permintaanya, tergantung kebutuhan,” kata Evi.

Manfaatkan Platform Digital

Meski berbasis di desa, pemasaran Batik Seng telah merambah platform digital. Konsumen datang tidak hanya dari wilayah Kabupaten Malang, tetapi juga dari berbagai kota di seluruh Indonesia melalui media sosial dan e-commerce.

“Sekarang orang-orang dari Kota Malang juga pesan di kami. Mereka lihat dari Instagram, website, atau e-commerce,” ujarnya.

Dalam proses produksi, Batik Seng mampu menghasilkan 30 hingga 50 lembar kain per hari untuk pewarnaan dasar dalam kondisi normal. Namun, di saat hujan, produksi menurun menjadi 20 lembar per hari.

Dari sisi harga, setiap lembar kain yang diproduksi Batik Seng dibanderol mulai Rp150.000 dengan ukuran standar 2,25 x 1,52 meter. Pembeli dapat melakukan pemesanan khusus hingga panjang maksimal tiga meter.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: batik sengbatik sengguruhkabupaten malangsengguruhUMKM

Related Posts

Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada Jumat, 19 Juni 2026 dominan cerah disertai udara kabur. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 19 Juni 2026: Cerah dan Udara Kabur

Jumat, 19 Jun 2026
Ilustrasi Tradisi Ngarak Banteng 1 Suro Mpu Supo di Kota Batu. Foto: Dok
News

Info Wisata Budaya di Kota Batu! Ini Jadwal Tradisi Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-18

Jumat, 19 Jun 2026
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (dua dari kiri) menanam bibit tebu. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

Pemprov Jatim Genjot Program Bongkar Ratoon untuk Dongkrak Produktivitas Tebu

Kamis, 18 Jun 2026
Evakuasi lansia yang terjatuh di sungai Pakis. Foto: Polres Malang
News

Sehari, Dua Lansia Pikun di Karangploso dan Pakis Ditemukan Meninggal Akibat Terjatuh

Kamis, 18 Jun 2026
Suasana layanan deposito tabungan emas di Kantor Pegadaian UPC Batu. Foto: Azmy
News

Sering Dikira Cuma Bisa Disimpan, Warga Batu Mulai Lirik Benefit Deposito Tabungan Emas

Kamis, 18 Jun 2026
Pariwisata Kota Batu
News

Paradoks 11 Juta Wisatawan Tanpa RIPPDA, Pakar Sebut Masa Depan Pariwisata Kota Batu Bisa Terancam

Kamis, 18 Jun 2026
Next Post
Nur Azizah, S.Psi. Foto/dok

Ketika Siswa 15 Tahun Masih Sulit Membaca: Alarm bagi Pendidikan Dasar Kita

BERITA POPULER

  • Ilustrasi Efek Cathedral (Foto: Pinterest)

    Kafe dengan Cathedral Effect di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Layanan Gratis di Kota Malang yang Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Tukar Uang THR Lebaran? Ini Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.