Tugumalang.id – Di tengah gempuran konten digital yang membuat kita betah scrolling media sosial berjam-jam, membangun habit membaca buku justru terasa seperti beban berat.
Sering kali, baru membaca beberapa halaman saja, rasa kantuk atau kehilangan fokus sudah melanda. Fenomena ini disoroti oleh kreator konten Agusleo Halim dalam unggahan terbarunya (30/01/2026).
Ia mengungkapkan bahwa kunci utama bukan pada paksaan, melainkan strategi yang tepat. Lewat video berjudul “Cara bikin Otak lo SUKA BACA BUKU dan INGET SEMUANYA,” Agusleo membagikan rahasia bagaimana ia bertransformasi dari malas jadi ketagihan membaca, bahkan mampu mengingat seluruh inti sari bukunya. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa kamu terapkan:
1. Temukan Urgens atau Kebutuhan
Dalam penjelasannya, Agusleo mengakui bahwa dirinya bukan pembaca aktif sejak kecil. Ia mengatakan bahwa selama masa sekolah hingga awal bekerja, ia tidak memiliki kebiasaan membaca karena menganggap buku identik dengan kewajiban menghafal.
Baca Juga: Menumbuhkan Kompetensi Literasi Mahasiswa melalui Penguasaan Kosakata dan Pemahaman Membaca
Perubahan mulai terjadi ketika ia memasuki dunia kerja dan merasa kapasitas dirinya tertinggal dibandingkan rekan-rekannya. Kondisi tersebut mendorongnya mencari cara untuk meningkatkan kemampuan, dan membaca menjadi pilihan yang ia ambil.
Agusleo kemudian menjelaskan bahwa membaca membuat otak bekerja lebih aktif dibanding hanya mendengar atau menonton. Dengan membaca otak dituntut untuk bisa menginterpretasikan isi tulisan dan kemudian dikontekskan ke diri sendiri.
2. Be Performative
Bagi pemula, Agusleo menyarankan untuk tidak terlalu memikirkan motivasi ideal. Dalam video tersebut, ia mengatakan, “Be a performative male dulu. As long lu punya kegiatan membaca, menurut gua apapun oke.”
Ia berpendapat bahwa tidak masalah jika pada awalnya membaca dilakukan karena ingin terlihat produktif, selama kebiasaan tersebut benar-benar dijalankan.
3. Ciptakan Ekosistem Buku
Ia juga menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung. Langkah sederhana seperti rutin datang ke toko buku atau perpustakaan dinilai dapat membantu membangun ikatan positif terhadap kegiatan membaca serta membentuk identitas diri sebagai pembaca.
4. Catat dan Parafrase
Salah satu alasan orang berhenti membaca adalah merasa informasi cepat hilang. Agusleo menyebut bahwa input tanpa tindakan akan mudah dilupakan.
Sehingga ia menyarankan solusi untuk para pembaca agar selalu membawa alat tulis untuk menuliskan ulang apa yang sudah dibaca dengan bahasa sendiri.
Baca Juga: 3 Keutamaan Membaca Al-Kahfi di Hari Jumat, Dapat Pengampunan Allah SWT Hingga Wajah Bercahaya
“Cobain parafrase. Jangan plek-plek apa yang ada di buku, tapi tulis dengan bahasa lu sendiri,” katanya. Dengan menuliskan kembali inti bacaan menggunakan bahasa sendiri, pemahaman dinilai menjadi lebih kuat.
5. Baca Bagian yang Kamu Suka
Selain teknik mencatat, Agusleo juga membagikan cara teknis saat berhadapan langsung dengan buku. Bagi Sebagian pembaca, menyelesaikan buku dari awal hingga akhir bukanlah suatu hal yang mudah.
Agusleo menyelesaikan masalah ini dengan memilih bagian atau chapter yang menarik saja untuk dibaca, tidak harus urut dari awal.
Ia bahkan menyarankan membaca bagian akhir bab terlebih dahulu untuk menangkap inti gagasan. Baru kemudian pembaca bisa membaca seluruh isi untuk menguatkan alasan sebuah gagasan di akhir itu ada.
6. Jangan Ragu untuk Berhenti Sejenak
Ia juga menekankan bahwa tidak semua buku harus diselesaikan dalam satu waktu. Jika sebuah buku terasa tidak cocok atau tidak relevan dengan kebutuhan saat ini, pembaca dapat meninggalkannya sementara.
“Treat buku ini layaknya konten. Kalau lu enggak suka, swipe. Buku juga sama. Kalau kagak suka, quit,” katanya dalam video tersebut.
Menurutnya, memaksakan diri menyelesaikan buku yang tidak menarik justru dapat mematikan kebiasaan membaca secara keseluruhan.
7. Jadilah Pembaca Kritis
Semakin banyak membaca, semakin terlihat perbedaan sudut pandang antarpenulis. Agusleo mendorong pembaca untuk bersikap kritis. Ia menyarankan agar pembaca tidak menerima gagasan secara mentah-mentah, tetapi membandingkannya dengan sudut pandang lain.
“Be a critic. Jangan terima mentah-mentah apapun yang buku ini kasih ke lu,” ujarnya.
Ia juga menganjurkan untuk membaca lintas topik agar wawasan semakin luas. Bahkan, buku yang terasa sangat relevan pun sebaiknya dibaca ulang untuk memperdalam pemahaman.
8. Membaca sebagai Investasi Diri
Di akhir video, Agusleo menegaskan bahwa membaca merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kapasitas berpikir.
“I will die on this hill. Buku adalah satu medium yang bakal melipatgandakan otak lu,” tegasnya.
Ia meyakini bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan perubahan besar dalam jangka panjang.
Strategi yang Agusleo bagikan menunjukkan bahwa membaca bukan soal menyelesaikan banyak buku, melainkan membangun sistem sederhana yang berkelanjutan. Mulai dari memilih bab yang relevan, mencatat dengan bahasa sendiri, hingga melatih diri berpikir kritis.
Dari 8 cara di atas, mana yang ingin kamu coba mulai hari ini?”
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A





























