Kamis, Oktober 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Dari Kamar Santri Menuju Pengabdian kepada Negeri

Redaksi by Redaksi
Oktober 22, 2026 11:53 am
in Ruang Cendekia
Dari Kamar Santri Menuju Pengabdian kepada Negeri

Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, M.A. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, M.A*

Tugumalang.id – Pada 1989, setelah menyelesaikan pendidikan MTs di Karawang, saya melangkahkan kaki menuju Malang untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Daruttauhid. Saat itu, saya belum tahu ke mana kehidupan akan membawa saya. Saya belum membayangkan amanah apa yang kelak harus diemban atau sejauh mana ilmu yang dipelajari akan menentukan perjalanan hidup saya.

READ ALSO

Merawat Akar Pesantren, Menguatkan Masa Depan Bangsa

Membangun Hukum Indonesia dari Tradisi Keilmuan Santri

Yang saya tahu, saya harus belajar, menjalani proses, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang belum saya kenal.

Sepuluh tahun, 1989–1999, saya menjalani kehidupan sebagai santri. Kini, ketika menoleh ke belakang, saya semakin memahami bahwa pesantren bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Pesantren adalah tempat belajar menghadapi kehidupan: tentang kesabaran ketika hasil belum terlihat, ketangguhan ketika keadaan tidak mudah, dan kedisiplinan ketika cita-cita menuntut pengorbanan.

Baca Juga: Membangun Hukum Indonesia dari Tradisi Keilmuan Santri

Saya meninggalkan pesantren, tetapi pelajaran kehidupan dari pesantren tidak pernah benar-benar meninggalkan saya.

Refleksi ini terasa relevan ketika kita memperingati Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026, dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema ini bukan sekadar slogan peringatan, melainkan panggilan untuk menjawab satu pertanyaan mendasar: setelah memperoleh ilmu dan mencapai keberhasilan, apa yang telah kita lakukan untuk negeri?

Kesulitan Bukan Alasan untuk Menyerah

Ketika masih menjadi santri, kita mungkin belum sepenuhnya memahami makna proses panjang yang sedang dijalani. Kita belajar, berdisiplin, memperbaiki diri, dan bertahan. Justru melalui proses itulah karakter perlahan terbentuk.

Ada ungkapan yang kerap saya renungkan: Lawlā al-masyaqqah, lasaʿida al-nāsu kulluhum. Tanpa kesulitan dan perjuangan, setiap orang akan mudah mencapai kemuliaan dan kedudukan tinggi.

Ungkapan ini bukan berarti kita harus mencari penderitaan atau menganggap semua kesulitan pasti membawa kebaikan. Maknanya, kedewasaan membutuhkan kesediaan menghadapi tantangan dengan ikhtiar, kesabaran, dan kemauan memperbaiki diri.

Baca Juga: Workshop Pesantren Aman Wilayah 3 Perkuat SOP Perlindungan Santri

Kita sering melihat keberhasilan seseorang tanpa mengetahui perjuangan di belakangnya. Karena itu, jangan terlalu cepat menilai masa depan seseorang berdasarkan keadaannya hari ini. Santri yang belajar dalam kesederhanaan tidak berarti memiliki masa depan yang sederhana. Keterbatasan hari ini bukan keputusan akhir tentang kemampuan seseorang.

Ketangguhan bukan berarti tidak pernah gagal, melainkan kesediaan untuk bangkit, memperbaiki langkah, dan terus bergerak menuju tujuan.

Ilmu Harus Menemukan Maknanya

Ketangguhan perlu berjalan bersama ilmu yang bermanfaat dan tanggung jawab moral. Pendidikan pesantren tidak cukup menghasilkan manusia yang cerdas dan mampu bersaing, tetapi juga harus menumbuhkan pribadi yang memahami tujuan perjuangannya.

Ilmu bukan sekadar pengetahuan yang dikuasai, melainkan kemampuan yang digunakan untuk menjawab persoalan dan memberi manfaat bagi sesama. Ketika memasuki kehidupan masyarakat, nilai-nilai yang dipelajari di pesantren menemukan ujian sekaligus maknanya: dalam pekerjaan, keluarga, kepemimpinan, dan cara memperlakukan orang lain.

Seseorang boleh mencapai kedudukan tinggi, tetapi jabatan harus dijalankan sebagai amanah. Ia boleh memiliki pengetahuan luas, tetapi ilmu perlu disertai kerendahan hati dan keterbukaan untuk terus belajar.

Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakan pencapaian itu untuk kebaikan.

Menguatkan Negeri Tidak Harus Menjadi Pejabat

Pengalaman menjadi santri merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup saya. Kini, ketika menjalani amanah di lingkungan perguruan tinggi, saya semakin menyadari bahwa pendidikan seharusnya membawa manusia melampaui kepentingan dirinya sendiri.

Mengabdi kepada negeri tidak selalu berarti menduduki jabatan tinggi. Indonesia membutuhkan guru yang mendidik dengan tanggung jawab, petani yang bekerja dengan jujur, pengusaha yang berlaku adil, tenaga kesehatan yang amanah, ilmuwan yang tekun, dan warga masyarakat yang peduli terhadap sesamanya.

Menguatkan negeri berarti menjalankan peran masing-masing dengan ilmu, kesungguhan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Di tengah perubahan zaman, santri juga harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terbuka terhadap perkembangan dunia, serta berani bersaing. Kedalaman ilmu agama perlu berjalan bersama keluasan wawasan dan kemampuan menjawab persoalan nyata masyarakat.

Kita tidak ingin santri hanya bangga pada masa lalu, tetapi gagap menghadapi masa depan. Indonesia Emas membutuhkan generasi yang berilmu sekaligus beradab, berdaya saing sekaligus bertanggung jawab, serta mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan pijakan moral.

Jangan Berhenti Menjadi Santri

Pada akhirnya, menjadi santri bukan hanya tentang masa ketika seseorang tinggal di pesantren, mengikuti pengajian, atau mempelajari kitab-kitab klasik. Makna kesantrian tidak seharusnya berakhir ketika seseorang meninggalkan gerbang pesantren.

Menjadi santri berarti terus bersedia belajar, menjaga adab, menghormati ilmu, merawat kerendahan hati, dan menempatkan pengabdian di atas kesombongan pribadi.

Kepada para santri, jangan takut menjalani proses panjang. Teruslah belajar, bangun kemampuan, kuatkan karakter, dan persiapkan diri untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar. Jadikan tantangan sebagai kesempatan untuk bertumbuh, tanpa melupakan nilai-nilai yang menjadi pegangan.

Mungkin suatu hari kita meninggalkan gerbang pesantren. Kita menempuh jalan berbeda, menjalani profesi beragam, dan memikul tanggung jawab yang tidak sama. Namun, jangan pernah meninggalkan nilai-nilai yang telah diajarkan pesantren.

Sebab, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh mereka yang mencapai puncak, tetapi juga oleh jutaan orang yang menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh di tempat masing-masing.

Ukuran kemuliaan seorang santri bukan semata-mata seberapa tinggi ia berdiri, melainkan seberapa banyak kebaikan yang tumbuh dari tempat ia berpijak. Itulah makna menguatkan negeri. Itulah tanggung jawab kesantrian. Dan itulah ikhtiar yang harus terus kita rawat dalam perjalanan menuju Indonesia Emas. Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

*Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang

*Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com. Setiap tulisan wajib disertai foto.

Tags: Hari SantriPesantrensantriUIN Malang

Related Posts

Dosen Pascasarjana Universitas Raden Rahmat Malang, Dr. Aries Musnandar, M.Pd. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Merawat Akar Pesantren, Menguatkan Masa Depan Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026
Membangun Hukum Indonesia dari Tradisi Keilmuan Santri
Ruang Cendekia

Membangun Hukum Indonesia dari Tradisi Keilmuan Santri

Rabu, 21 Okt 2026
Mengakhiri Naik Kelas Otomatis, Mengawali Pembelajaran Bermutu
Ruang Cendekia

Mengakhiri Naik Kelas Otomatis, Mengawali Pembelajaran Bermutu

Senin, 19 Okt 2026
Bukan Soal Ijazah, Melainkan Soal Kepercayaan Publik
Ruang Cendekia

Bukan Soal Ijazah, Melainkan Soal Kepercayaan Publik

Minggu, 18 Okt 2026
Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens
Ruang Cendekia

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens

Sabtu, 17 Okt 2026
Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Next Post
Dosen Pascasarjana Universitas Raden Rahmat Malang, Dr. Aries Musnandar, M.Pd. /Foto: Dok.

Merawat Akar Pesantren, Menguatkan Masa Depan Bangsa

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.