MALANG, Tugumalang.id – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, Penawar Special Learning Centre (PSLC) Cabang Pasuruan hadir sebagai oase harapan bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Sebagai bagian dari PSLC Malaysia, pusat terapi dan intervensi dini, fokus pada anak-anak dengan autisme, keterlambatan perkembangan, serta gangguan komunikasi menggunakan pendekatan berbasis bukti dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.
Berawal dari dorongan cinta dan kasih kepada anak-anak sebagai seorang pendidik. Kepala PSLC Cabang Pasuruan, Titin Wahyuningsih, M.Ag, M.Si mengabdikan dirinya untuk memberi kebermanfaatan bagi masyarakat di wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya dengan hadirnya PSLC Cabang Pasuruan yang mulai beroperasi sejak September 2025.
Baca Juga: Soft Opening PSLC Cabang Darul Ilmi Batam: Hadirkan Public Talk dan Screening Gratis
Berada di Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan di tengah suasana yang asri dan udara sejuk. PSLC Cabang Pasuruan hadir untuk memberikan kemudahan akses terapi bagi masyarakat, yang selama ini akses terapi lebih banyak di kota-kota besar.
Memegang prinsip khoirunnas anfa’uhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah paling bermanfaat bagi orang lain. Perempuan yang kerap disapa Titin ini memiliki rasa kepedulian dan cinta terhadap anak-anak, terutama mereka yang memiliki kebutuhan spesial.

Rasa cinta ini tumbuh tatkala ia juga menerima murid berkebutuhan khusus di Taman Kanak-Kanak (TK) Al Ghazali Prigen yang berada di Jalan Chalantea Jagil, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Tempat di mana Titin juga mengabdikan dirinya sebagai seorang pendidik di sekolah tersebut.
“Bagi saya yang penting adalah bermanfaat untuk manusia lainnya, dimanapun saya berada yang penting bermanfaat,” ujar Titin kepada Tugumalang.id belum lama ini.
Baca Juga: PSLC Cabang Pasuruan Ajak Anak Ciptakan Kerajinan Tangan Penuh Kasih untuk Merayakan Hari Ibu
“Ibarat fomo, semakin kesini, saya semakin mencintai anak-anak. Semakin beragam kondisi anak, rasa cinta semakin tumbuh. Sekarang, alhamdulillah dalam diri sekarang kadang deg, ada rasa yang mendorong ketika melihat anak harus diginiin (metode terapi), itu yang kadang-kadang muncul,” bebernya.
Titin tergerak membuka PSLC Cabang Pasuruan setelah melihat potensi anak-anak berkebutuhan khusus yang sering terabaikan di masyarakat.
Kisahnya bermula dari pengamatan pribadi terhadap tantangan orang tua yang harus menempuh perjalanan jauh untuk terapi. Hal ini mendorongnya untuk membawa layanan PSLC lebih dekat ke Pasuruan, khususnya di wilayah Prigen.
Pengabdian ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk memberi kasih sayang melalui intervensi yang tepat.
Kasih Sayang dalam Setiap Terapi
Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki bakat unik yang perlu diasah dengan kesabaran dan empati. Titin menceritakan bagaimana dorongan untuk mendirikan PSLC Cabang Pasuruan, tak lepas dari pengalamannya ketika menangani anak berkebutuhan khusus di TK.
“Waktu itu, saya secara pribadi dengan keterbatasan yang kami miliki tetap kami terima. Waktu itu belum ada peraturan sekolah inklusi. Saya melihat anak-anak ini ada potensi untuk berkembang, ya sudah kita terima,” ungkapnya.
“Ada yang air liurnya keluar, kita terapi sampai alhamdulillah enggak keluar air liurnya, ada juga yang saat ini sudah berkembang dan bisa berkomunikasi lancar,” imbuh Titin.
Kasih sayang menjadi inti dari setiap program di PSLC Cabang Pasuruan. Titin menjelaskan bahwa pendekatan emosional ini, tidak hanya memperkuat ikatan anak, terapis, dan orang tua. Tetapi juga meningkatkan efektivitas terapi sensorik dan pengembangan sosial.
Anak autisme sering menghadapi kecemasan dan melalui pelukan hangat serta kata-kata penyemangat, mereka merasa diterima sepenuhnya.
Contoh nyata terlihat dalam terapi Daily Living, di mana anak belajar keterampilan sehari-hari sambil merasakan dukungan penuh kasih dari terapis. Hasilnya, anak-anak tumbuh lebih percaya diri dan mandiri. Hal ini membuktikan bahwa kasih sayang adalah kunci utama perkembangan.
“Target utama kemandirian ini agar anak-anak nantinya bisa meringankan orang tua. Mereka mampu mengurus diri sendiri dan perkembangan lain akan mengikuti, baik motorik halus, motorik kasar, maupun sensori,” jelasnya.
Memaknai Pengabdian Sejati
Dorongan sebagai seorang pendidik membuat Titin selalu memiliki semangat untuk terus belajar. Hadirnya PSLC Cabang Pasuruan bagi perempuan yang memiliki motto “Tiada Tapak yang Sia-Sia Ini” selalu upgrade keilmuan, bagaimana menjadi terapis dan memberikan metode terapi yang tepat bagi anak-anak.
Apalagi kebutuhan anak-anak yang beragam antara satu dengan yang lainnya, menuntut Titin untuk memahami keunikan masing-masing individu dan memberikan terapi yang tepat.
“Karena perkembangan setiap anak berbeda, maka setiap anak perlu dipahami secara individual,” ucap Titin.
Semangat pengabdian dan menebar kebermanfaatan inilah yang membuat Titin selalu memanfaatkan kesempatan untuk terus belajar. Termasuk mengikuti berbagai seminar dan berkonsultasi dengan para narasumber untuk merancang metode yang tepat bagi siswa di PSLC Cabang Pasuruan.
“Ketika ada seminar yang narasumbernya profesor, saya konsultasi kalau punya murid seperti ini, kemudian saya tanya kalau saya begini apa enggak apa-apa?. Akhirnya termotivasi terus sampai sekarang, bismillah kita sambil belajar cari referensi-referensi ilmunya.
Pengabdian Titin terhadap pendidikan dan anak-anak berbuah manis dengan sederet prestasi yang telah diraihnya. Prestasi tersebut antara lain Juara 1 Nasional Lomba Keberhasilan Guru (LKG), Juara Harapan 1 Nasional: Kepala Sekolah Berprestasi, Finalis Nasional: Guru Berprestasi, serta beberapa pengalaman sebagai narasumber.
Bagi Titin, pengabdian berarti melihat senyum anak sebagai balasan terindah. Ia memaknainya sebagai kontribusi abadi bagi masyarakat, di mana PSLC Cabang Pasuruan hadir sebagai bentuk cinta dan kasih kepada anak-anak yang membutuhkan bantuan terapi, agar kehidupan mereka bisa lebih baik di masa depan.
Meski penuh tantangan dan keterbatasan, seperti regulasi emosi anak namun setiap usaha terbayar dengan kemajuan anak.
Pengabdian ini juga menginspirasi orang tua untuk ikut aktif, menciptakan lingkungan rumah yang selaras dengan terapi di PSLC.
Titin yakin, dengan kasih sayang yang konsisten, potensi anak bersinar terang di masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























