Tugumalang.id – Fenomena angin kencang dan cuaca ekstrem tengah melanda Kota Malang hingga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik pada Sabtu (24/1/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026.
Staf Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Maksum Purwanto mengungkap penyebab terjadinya angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk di Kota Malang.
Baca Juga: 435 Bencana Terjadi di Kabupaten Malang, Didominasi Longsor dan Angin Kencang
Angin kencang terjadi akibat aktifnya monsun Asia yang diperkuat oleh pola pertemuan angin atau konvergensi, gangguan atmosfer Equatorial Rossby, potensi gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur hingga perubahan suhu permukaan laut perairan Selat Madura.
“Kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” kata Maksum, Sabtu (24/1/2026).
Tak hanya itu, ia juga mengungkap adanya bibit siklon tropis 91S yang terdetaksi di wilayah selatan. Hal ini berdampak pada peningkatan kecepatan angin. Berdasarkan analisis 19 Januari, angin dominan bertiup ke arah barat dengan kecematan mencapai 32 knot dan membentuk pola konvergensi.
Kini, BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi pada periode 21 hingga 30 Januari 2026. Terutama potensi hujan lebat, puting beliung hingga angin kencang.
Baca Juga: Angin Kencang Singosari Rusak 16 Rumah Warga
Wilayah Malang Raya disebut berpotensi terdampak cuaca ekstrem itu. Dikatakan, wilayah Jatim saat ini berada di musim penghujan. Ia memperkirakan puncak musim hujan di Jatim akan berlangsung hingga Februari 2026.
“Dalam 10 hari ke depan, potensi cuaca ekstrem diprakirakan meningkat dan dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























