Tugumalang.id – Upaya mengejar status Kota Batu sebagai Kota Gastronomi UNESCO lewat helatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 juga diisi dengan agenda City Agro Kreatif Tour di hari kedua pada Jumat (7/11/2025).
Agenda ini mempertemukan ratusan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai kota di Indonesia yang tergabung dalam jaringan Indonesia Creative Cities Network ICCN. Terdiri dari representasi komunitas, penggerak UMKM, pegiat budaya, kreator kuliner, hingga pemimpin ekosistem ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing.
Baca Juga: Uji Coba E-Parkir Alun-Alun Kota Batu Ditargetkan Mulai Desember 2025
Mereka dipertemukan langsung dengan denyut kehidupan ekonomi kreatif masyarakat Kota Batu. Salah satunya diajak ke kawasan petik apel yang dikelola koperasi lokal, pengolahan kripik apel hingga ke pabrik apel.
Aktivitas itu menawarkan pengalaman wisata yang berkesan karena pesera tidak hanya merasakan pengalaman memetik buah langsung dari kebun, tapi juga mempelajari struktur kelembagaan koperasi dalam menjaga keberlanjutan ekonomi petani.

Kekuatan kelembagaan ini menjadi bukti bahwa Kota Batu menempatkan ekonomi rakyat sebagai fondasi aktivitas gastronomi dan pariwisata. Para peserta kemudian diajak berkunjung ke Kampung Tempe.
Kampung tempe yang dikunjungi merupakan bagian dari upaya Kota Batu menindaklanjuti usulan dari Kementerian Kebudayaan agar tempe menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Komoditas tempe ini akan menjadi senjata utama Kota Batu bersaing dengan Kota Padang menjadi Kota Gastronomi UNESCO.
Baca Juga: Bus Trans Jatim Malang Siap Beroperasi November 2025: Ini Rute yang Menyambungkan Kota Malang dan Kota Batu
Agenda kemudian membawa rombongan menuju Pasar Induk Among Tani, pusat perputaran hasil pertanian, kuliner, dan produk lokal Kota Batu. Para peserta melihat langsung bagaimana hubungan antara produsen, pedagang, dan konsumen terjalin dalam satu ekosistem yang saling menopang.
Pasar ini menjadi representasi nyata bahwa gastronomi tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal identitas, relasi sosial, dan keberlanjutan rantai pangan. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam rangkaian ICCF 2025 kali ini.
Lebih lanjut, tur hari itu ditutup dengan kunjungan ke Prasasti Sangguran, situs sejarah yang menjadi penanda perjalanan panjang budaya agraris kawasan Batu dan Malang Raya.
Prasasti ini menegaskan bahwa hubungan masyarakat Batu dengan tanah, air, dan pangan bukanlah sesuatu yang hadir tiba-tiba, melainkan warisan berabad-abad yang masih berlanjut hingga kini.
Ketua Umum ICCN, TB Fiki C. Satari, menegaskan bahwa agenda City Agro Kreatif Tour merupakan bentuk nyata bagaimana sebuah kota dapat mempresentasikan identitas kreatifnya langsung melalui pelaku dan ruang hidupnya.
ICCF ini kata dia adalah sebuah festival perayaan daya hidup komunitas. Sejak 2022, ICCN membawa gagasan Community Power, bahwa komunitas adalah penggerak utama. Tahun 2024 kita berbicara kolaborasi lintas kota, dan pada 2025 ini kita melangkah pada keberlanjutan.
”Hari ini di Batu, kita menyaksikan bersama bagaimana pelaku-pelaku lokal benar-benar sudah berjalan bersama,” ungkap Fiki.
Ia menambahkan bahwa Kota Batu sebenarnya tidak perlu menunggu pengakuan dari luar untuk menyebut dirinya sebagai kota gastronomi atau kota agro kreatif, karena bukti dan praktiknya sudah terlihat dan dirasakan langsung.
Namun, ketika berbicara peluang menuju gelar Kota Gastronomi Dunia versi UNESCO Creative Cities Network, maka diperlukan penyusunan narasi atau story telling yang baik.
“Saya kira, Kota Batu punya peluang yang tinggi, yang terpenting adalah bagaimana semua potensi ini menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan, membuka pekerjaan baru, dan membangun rasa optimis pada warganya. Gastronomi bukan hanya soal makanan, tetapi tentang kehidupan yang tumbuh dari tanah yang dijaga bersama,” tegasnya.
Agenda City Agro Kreatif Tour ini menjadi gambaran bahwa kreativitas tidak hanya hidup di panggung festival, namun tumbuh di ladang, dapur produksi, pasar rakyat, dan ruang budaya yang melekat dalam keseharian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























