Rabu, Agustus 26, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Citra Filsafat dan Duduk Perkara Al Ghazali Sebagai Biang Keladi

Redaksi by Redaksi
Desember 23, 2022 2:24 pm
in Catatan
Dr Fahruddin Faiz, dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus pegiat filsafat.

Dr Fahruddin Faiz, dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus pegiat filsafat. Foto/tangkap layar YouTube Gita Wirjawan

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Filsafat secara umum di Indonesia tidak populer, sering dicurigai bahkan sampai disebarluaskan bahwa filsafat itu haram. Ini pengakuan Dr Fahruddin Faiz, salah satu pegiat filsafat sekaligus dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saat berbicara di podcast Gita Wirjawan belum lama ini.

Anggapan itu, menurut Fahruddin Faiz, tidak tepat karena berdasarkan pengalamannya membaca sejarah peradaban besar dunia, justru peradaban besar itu tumbuh atau diawali dari kajian filsafat.

READ ALSO

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

“Padahal sejauh yang saya baca, peradaban-peradaban besar dunia itu muncul karena jayanya filsafat di peradaban itu,” tutur Dr Fahruddin Faiz.

Sementara itu, di kalangan masyarakat Indonesia filsafat justru sering dicurigai. Termasuk di kalangan umat muslim sendiri, sering sekali membanggakan zaman keemasan Islam di masa lalu akan tetapi lupa bahwa kejayaan itu karena filsafat.

Menurutnya, transformasi kejayaan Islam itu terjadi pada abad ke-7 sampai abad ke-13 masehi. Saat itu memang dukungan sangat besar untuk dunia ilmiah dan filsafat dari para penguasa dinasti dan kerajaan-kerajaan Islam.

Yang sangat masyhur dalam hal ini adalah khalifah Al Ma’mun yang menyuport penerjemahan karya-karya filsafat ke dalam bahasa Arab.

Pada masa kejayaan itu, kata dia, mereka umat Islam menunjukkan keterbukaan tidak hanya pada filsafat Yunani saja tetapi juga membuka diri dan belajar dari India dan Tiongkok.

Namun demikian, kejayaan Islam mulai menurun semenjak abad ke-13. Tentu saja faktornya tidak tunggal, ada beberapa hal. Pertama, diserangnya Baghdad, ibu kota Dinasti Abbasiyah, oleh Hulagu Khan.

Kedua, ditemukannya mesin cetak di Eropa pada abad ke-15 yang bisa mengakselerasi dokumentasi pengetahuan dalam bahasa Eropa. Sehingga mereka lebih berpengetahuan, lebih berpendidikan, dibanding yang ada di timur tengah waktu itu.

Menyoal Al Ghazali

Ketiga, ini masih dalam perdebatan yaitu hadirnya Imam Al Ghazali, yang sering dituduh meruntuhkan semangat filsafat dalam Islam. Ghazali memang sering dituduh begitu gara-gara tulisan-tulisannya mengkritik filsafat Ibn Sina dan Al Farabi sebagai figur filsuf terkemuka kala itu.

Akhirnya, peradaban ilmiah umat Islam jadi macet. Namun ini tidak sepenuhnya benar. Menurut Fahruddin Faiz, harusnya dipahami kaitannya Imam Al Ghazali yang memilih menjadi sufi.

Dia menulis karya monumental berjudul Ihya Ulumuddin. Dan, dia menulis dalam genre kesufian dengan gaya sufistiknya yang lebih cenderung ke akhirat, orientasinya tidak duniawi.

Nah, menurut Fahruddin Faiz, hadirnya karya sufistik Al Gahazali itu bertepatan dengan momentum penyebab pertama keruntuhan peradaban Islam yaitu kalahnya umat Islam atas pasukan mongol.

“Situasi yang turun ini ketemu wawasan-wawasan sufistik yang agak pasrah. Semuanya jadi diserahkan kepada Allah ini cocok sudah,” katanya.

Itu ibaratnya, seperti orang sudah kalah disuruh sabar, disuruh ngalah. Bukan berarti nasehat untuk sabar dan ngalah ini salah, tapi momennya tidak pas.

“Jadi disaat orang harus bangkit tapi malah disuruh sabar. Semuanya sudah ketentuannya Allah, kita pasrahkan saja. Ini tidak jadi bangkit, akhirnya banyak orang yang menuduh bahwa Imam Al Ghazali jadi biang keladinya, sebenarnya mentalitas zamannya. Baru ditaklukkan, baru kalah, sedang trauma. Dan, pada akhirnya dapat pelarian, ajaran-ajaran untuk lebih cenderung pasrah,” kata dia.

Penulis: Sekar Ayu Damayanti

Editor: Herlianto. A

Tags: Al GhazaliCitra FilsafatFahruddin FaizFilsafatNgaji Filsafat

Related Posts

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
SEKATEN
Catatan

SEKATEN

Selasa, 18 Agu 2026
Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU
Catatan

Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU

Jumat, 14 Agu 2026
Next Post
Remaja korban kecelakaan

Remaja di Gondanglegi Berbonceng Tiga Disenggol Truk R-6, Dua Orang Tewas

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.