Tugumalang.id – Para relawan dan lansia punya ceritanya sendiri pada peringatan 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, 7-8 februari 2026. Acara tersebut berlangsung sejak pukul 21.00 WIB hingga 08.20 WIB.
Kegiatan tersebut berhasil membangkitkan antusiasme para relawan dan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk ikut serta dalam rangkaian acara mujahadah kubro, termasuk para lansia.
Di balik kemeriahan acara ini, terselip kisah-kisah perjuangan para relawan dan semangat para jemaah lansia yang menolak kalah oleh usia dan cuaca.
Baca Juga: Tiba di Acara Harlah 1 Abad NU, Ribuan Jemaah NU Berdiri Sambut Presiden Prabowo

Para relawan dari berbagai bidang, seperti keamanan, kesehatan, hingga tukang parkir sudah bersiaga sejak siang hari di lokasi penempatan masing-masing. Meski hujan tidak kunjung reda, namun semangat mereka untuk membantu melancarkan jalannya acara masih terlihat sangat membara.
Sekitar pukul 21.30 WIB para jamaah mulai berdatangan ke area Stadion Gajayana. Meski seharusnya jadwal kedatangan jamaah semula direncanakan sejak pukul 18.00 WIB, keterlambatan tersebut tidak mengurangi semangat jamaah untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
Baca Juga: Wajib Disimak! Pembagian Zona Kabupaten dan Kota dalam Acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU
Namun di tengah antusiasme tersebut, sejumlah jemaah asal Blitar sempat mengalami kebingungan akan mekanisme tiket masuk. Meski tiket tersebut bersifat gratis, beberapa jamaah mengaku tidak tahu jika perlu satu tiket masuk untuk setiap rombongan untuk masuk ke dalam Stadion Gajayana.
Dengan koordinasi yang baik dari ketua rombongan serta bantuan panitia di lapangan, jamaah asal blitar tersebut akhirnya bisa memasuki Stadion Gajayana dan mengikuti acara yang begitu dinantikannya.
Salah seorang jemaah yang turut hadir adalah Kasmini (72), warga asal Binangun, Blitar. Di usianya yang tidak lagi muda, Kasmini tetap bersemangat mengikuti acara demi merasakan kebersamaan dengan jamaah NU dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, saya sudah tua diajak, ya ikut saja. Sekalian mencari hiburan malam-malam, daripada tidur,” kata Kasmini saat ditanya apakah ia senang bisa datang ke acara Mujahadah Kubro ini.
Kasmini mengungkapkan, rombongan dari blitar ini tetap memilih untuk berangkat saat hujan. Beruntung, saat sampai di daerah Pucung, Kepanjen, Kabupaten Malang hujan mulai reda hingga mereka tiba di lokasi acara.
Selain rela berangkat saat hujan, Kasmini dan teman-teman satu rombongannya juga menyiapkan bekal dari rumah untuk menemani mereka selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran dan keterlibatan jemaah dari berbagai usia serta para relawan di berbagai lini menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan untuk memperingati Harlah NU ke-100 ini.
Bagi banyak jemaah, acara ini tidak hanya sekedar peringatan hari lahir, melainkan momen yang tepat untuk bersilaturahmi dan menunjukkan kecintaan terhadap NU.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah
Editor: Herlianto. A
























