Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Cara Membaca Buku Secara Analitis ala Mortimer J. Adler dan Robin Waldun

Redaksi by Redaksi
Maret 19, 2026 9:53 am
in Tips
Membaca buku

Potret penulis buku How to Read Book, Mortimer J. Adler serta cover buku yang ditulisnya. (Foto: Pinterest @Johan Vegter)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Banyak orang mengira bahwa cara membaca buku hanyalah dengan menyelesaikannya dari halaman pertama hingga terakhir. Padahal, menurut buku klasik How to Read a Book karya Mortimer J. Adler, membaca bukan sekadar aktivitas pasif, melainkan proses berpikir aktif yang melibatkan analisis, pertanyaan, dan refleksi.

Konsep membaca buku secara analitis ini juga dijelaskan kembali oleh Robin Waldun dalam videonya berjudul How To Get The Most Out of A Book – Analytical Reading 101. Dalam video tersebut, ia membagikan sejumlah teknik praktis agar pembaca dapat memahami buku secara lebih mendalam, bukan sekadar membacanya dengan cepat.

READ ALSO

Kenapa NIB Penting untuk UMKM di Indonesia? Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

Waldun menilai bahwa kegiatan membaca merupakan bentuk dialog antara pembaca dan penulis. Karena itu, ia menjelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan agar pembaca mampu membaca secara analitis.

Baca juga: Mengenal Bookstagram, Istilah Baru Bagi Konten Kreator yang Bikin Aktivitas Membaca Buku Lebih Menyenangkan

Menjadikan Buku sebagai Ruang Dialog

Langkah pertama adalah menjadikan buku sebagai milik pribadi pembaca. Artinya, pembaca tidak perlu ragu untuk menandai bagian penting, menggarisbawahi kalimat, atau menuliskan catatan di margin halaman.

Tanda-tanda tersebut menjadi jejak percakapan antara pembaca dan penulis. Melalui catatan atau penanda halaman, pembaca dapat mengingat bagian yang penting, membingungkan, atau menarik untuk dipikirkan lebih lanjut. Cara ini juga membantu pembaca tetap aktif selama proses membaca.

Memahami Struktur Sebelum Membaca Mendalam

Langkah berikutnya adalah melakukan pembacaan awal atau inspectional reading. Sebelum membaca secara detail, pembaca disarankan untuk terlebih dahulu memahami struktur buku.

Perhatikan judul, subjudul, paragraf utama, atau bagian yang dicetak tebal. Struktur ini biasanya menunjukkan bagaimana penulis menyusun argumen dalam tulisannya.

Dengan memahami struktur tersebut, pembaca dapat menemukan ide utama setiap bab dengan lebih mudah dan tidak tersesat dalam penjelasan panjang yang hanya berfungsi sebagai pendukung.

Menemukan Argumen Utama

Dalam membaca analitis, tugas utama pembaca bukan hanya memahami kalimat, tetapi juga menemukan argumen utama yang disampaikan penulis.

Menurut Adler dalam How to Read a Book, setiap bab biasanya memiliki beberapa ide inti yang menjadi fondasi pembahasan. Ide-ide tersebut dapat ditandai dengan penanda atau catatan kecil agar mudah ditemukan kembali.

Dengan cara ini, pembaca dapat memetakan alur pemikiran penulis dan memahami keterkaitan antarbagian dalam satu bab.

Baca juga: Di Perpustakaan Anak Bangsa, PlayStation jadi Pancingan agar Anak Membaca Buku

Merangkum dengan Bahasa Sendiri

Langkah selanjutnya adalah membuat ringkasan dengan bahasa sendiri. Setelah menyelesaikan satu bab, pembaca disarankan untuk menuliskan kembali isi bab tersebut dengan kata-kata yang lebih sederhana.

Ringkasan tidak perlu panjang, catatan singkat atau diagram sederhana sudah cukup untuk membantu memahami inti pembahasan.

Proses ini penting karena mendorong pembaca memproses informasi secara aktif, sehingga pemahaman menjadi lebih kuat dibandingkan sekadar membaca tanpa mencatat.

Menyimpan Catatan Bacaan

Langkah terakhir adalah membuat sistem arsip untuk menyimpan catatan bacaan. Catatan dapat disimpan di buku catatan pribadi maupun aplikasi digital.

Cara ini memudahkan pembaca menemukan kembali kutipan, ide penting, atau referensi ketika dibutuhkan di kemudian hari.

Bagi mahasiswa, peneliti, maupun pembaca buku nonfiksi, sistem pengarsipan ini dapat menjadi sumber referensi yang sangat berharga.

Kesimpulannya, cara membaca buku bukanlah tentang seberapa cepat seseorang menamatkan bacaan, melainkan seberapa dalam memahami ide yang disampaikan penulis.

Melalui pendekatan yang dijelaskan dalam How to Read a Book dan dipraktikkan oleh Robin Waldun, kegiatan membaca dapat berkembang menjadi proses berpikir yang aktif, kritis, dan reflektif.

Dengan demikian, buku tidak lagi sekadar bacaan, tetapi menjadi ruang dialog yang mampu memperkaya pengetahuan serta cara pandang pembacanya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : ‘Isyatur Rodhiyah
redaktur: jatmiko

Tags: Cara Membacacara membaca bukuhow to read a bookliterasiMembaca Analitismembaca buku secara analitismortimer adlerSelf Defelopmentteknik membaca bukuteknik membaca robin walduntips membaca buku

Related Posts

Ilustrasi Pentingnya NIB untuk Mendukung Aktivitas Bisnis UMKM (Foto: Pinterest)
Tips

Kenapa NIB Penting untuk UMKM di Indonesia? Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya

Sabtu, 30 Mei 2026
Panci Listrik Samono SW-DG01P. (Foto: Shopee/ Ufo Electronika & Furniture Official Shop)
Tips

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

Jumat, 29 Mei 2026
Fotokopi Vian 24 Jam cabang UIN. (Foto: Intagram/ @fotocopyvian24jam)
Tips

5 Tempat Fotokopi di Malang untuk Mahasiswa Baru, Cocok untuk Print Tugas hingga Kebutuhan Ospek

Jumat, 29 Mei 2026
Mesin kopi rumahan
Tips

Mesin Kopi Rumahan untuk Pemula, Ini Pilihan yang Hemat Listrik dan Praktis

Kamis, 28 Mei 2026
Perbedaan Plushies dan Boneka
Tips

Perbedaan Plushies dan Boneka, Ternyata Tidak Sama

Selasa, 26 Mei 2026
Tagihan listrik
Tips

Tagihan Listrik Naik Terus? Bisa Jadi karena 5 Kebiasaan Sepele Ini

Selasa, 26 Mei 2026
Next Post
Cerita anak

Bukan Sekadar Cerita Anak, KKPK Menjadi Pintu Masuk Literasi dan Kreativitas Generasi Muda

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.