Tugumalang.id – Banyak orang mengira bahwa cara membaca buku hanyalah dengan menyelesaikannya dari halaman pertama hingga terakhir. Padahal, menurut buku klasik How to Read a Book karya Mortimer J. Adler, membaca bukan sekadar aktivitas pasif, melainkan proses berpikir aktif yang melibatkan analisis, pertanyaan, dan refleksi.
Konsep membaca buku secara analitis ini juga dijelaskan kembali oleh Robin Waldun dalam videonya berjudul How To Get The Most Out of A Book – Analytical Reading 101. Dalam video tersebut, ia membagikan sejumlah teknik praktis agar pembaca dapat memahami buku secara lebih mendalam, bukan sekadar membacanya dengan cepat.
Waldun menilai bahwa kegiatan membaca merupakan bentuk dialog antara pembaca dan penulis. Karena itu, ia menjelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan agar pembaca mampu membaca secara analitis.
Baca juga: Mengenal Bookstagram, Istilah Baru Bagi Konten Kreator yang Bikin Aktivitas Membaca Buku Lebih Menyenangkan
Menjadikan Buku sebagai Ruang Dialog
Langkah pertama adalah menjadikan buku sebagai milik pribadi pembaca. Artinya, pembaca tidak perlu ragu untuk menandai bagian penting, menggarisbawahi kalimat, atau menuliskan catatan di margin halaman.
Tanda-tanda tersebut menjadi jejak percakapan antara pembaca dan penulis. Melalui catatan atau penanda halaman, pembaca dapat mengingat bagian yang penting, membingungkan, atau menarik untuk dipikirkan lebih lanjut. Cara ini juga membantu pembaca tetap aktif selama proses membaca.
Memahami Struktur Sebelum Membaca Mendalam
Langkah berikutnya adalah melakukan pembacaan awal atau inspectional reading. Sebelum membaca secara detail, pembaca disarankan untuk terlebih dahulu memahami struktur buku.
Perhatikan judul, subjudul, paragraf utama, atau bagian yang dicetak tebal. Struktur ini biasanya menunjukkan bagaimana penulis menyusun argumen dalam tulisannya.
Dengan memahami struktur tersebut, pembaca dapat menemukan ide utama setiap bab dengan lebih mudah dan tidak tersesat dalam penjelasan panjang yang hanya berfungsi sebagai pendukung.
Menemukan Argumen Utama
Dalam membaca analitis, tugas utama pembaca bukan hanya memahami kalimat, tetapi juga menemukan argumen utama yang disampaikan penulis.
Menurut Adler dalam How to Read a Book, setiap bab biasanya memiliki beberapa ide inti yang menjadi fondasi pembahasan. Ide-ide tersebut dapat ditandai dengan penanda atau catatan kecil agar mudah ditemukan kembali.
Dengan cara ini, pembaca dapat memetakan alur pemikiran penulis dan memahami keterkaitan antarbagian dalam satu bab.
Baca juga: Di Perpustakaan Anak Bangsa, PlayStation jadi Pancingan agar Anak Membaca Buku
Merangkum dengan Bahasa Sendiri
Langkah selanjutnya adalah membuat ringkasan dengan bahasa sendiri. Setelah menyelesaikan satu bab, pembaca disarankan untuk menuliskan kembali isi bab tersebut dengan kata-kata yang lebih sederhana.
Ringkasan tidak perlu panjang, catatan singkat atau diagram sederhana sudah cukup untuk membantu memahami inti pembahasan.
Proses ini penting karena mendorong pembaca memproses informasi secara aktif, sehingga pemahaman menjadi lebih kuat dibandingkan sekadar membaca tanpa mencatat.
Menyimpan Catatan Bacaan
Langkah terakhir adalah membuat sistem arsip untuk menyimpan catatan bacaan. Catatan dapat disimpan di buku catatan pribadi maupun aplikasi digital.
Cara ini memudahkan pembaca menemukan kembali kutipan, ide penting, atau referensi ketika dibutuhkan di kemudian hari.
Bagi mahasiswa, peneliti, maupun pembaca buku nonfiksi, sistem pengarsipan ini dapat menjadi sumber referensi yang sangat berharga.
Kesimpulannya, cara membaca buku bukanlah tentang seberapa cepat seseorang menamatkan bacaan, melainkan seberapa dalam memahami ide yang disampaikan penulis.
Melalui pendekatan yang dijelaskan dalam How to Read a Book dan dipraktikkan oleh Robin Waldun, kegiatan membaca dapat berkembang menjadi proses berpikir yang aktif, kritis, dan reflektif.
Dengan demikian, buku tidak lagi sekadar bacaan, tetapi menjadi ruang dialog yang mampu memperkaya pengetahuan serta cara pandang pembacanya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis : ‘Isyatur Rodhiyah
redaktur: jatmiko





























