Tugumalang.id – Jauh dari kampung halaman tidak membuat Candra Ari Kusuma (22) khawatir ketika membutuhkan layanan kesehatan. Sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Sumenep, ia merasakan manfaat kemudahan layanan digital Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Aplikasi Mobile JKN.
Menjalani aktivitas sebagai mahasiswa di Malang membuat Candra harus beradaptasi dengan berbagai kebutuhan, termasuk dalam mengakses layanan kesehatan. Di sela kesibukannya, ia juga rutin melakukan olahraga tenis dan padel yang membuatnya semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
Sebagai peserta JKN, Candra sempat mengalami kendala ketika membutuhkan pelayanan kesehatan di Malang. Saat itu, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) miliknya masih terdaftar di Sumenep sehingga ia perlu melakukan perubahan FKTP agar lebih mudah mendapatkan layanan di daerah tempat tinggalnya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Jemput Bola, Layanan Keliling Permudah Peserta JKN Urus Administrasi
“Kemarin saya sempat sakit karena sering latihan, terus bingung mau berobat ke mana karena data BPJS ada di Sumenep. Saya ke rumah sakit, akhirnya dibantu sama petugas untuk memindahkan fasilitas kesehatan di Malang pakai Aplikasi Mobile JKN,” ujar Candra, Senin (31/08).
Setelah melakukan perubahan FKTP melalui Mobile JKN, Candra tidak perlu kembali ke Sumenep untuk mengurus administrasi kepesertaan. Ia juga merasakan kemudahan fitur antrean online yang tersedia dalam aplikasi tersebut.
Menurutnya, fitur tersebut membantu peserta mengatur waktu kedatangan ke fasilitas kesehatan karena dapat melihat jadwal pelayanan dokter dan nomor antrean yang diperoleh.
“Aku sampai sekarang kalau mau berobat nggak perlu antre lagi, karena ternyata di Mobile JKN bisa antre juga. Terutama bisa dilihat jam ketersediaan dokternya, jadi aku bisa langsung datang sesuai dengan jam yang tertera dan mengira-ngira sesuai nomor antrean yang aku dapat,” ungkap Candra.
Kemudahan tersebut membuat Candra semakin terbiasa menggunakan Mobile JKN ketika membutuhkan layanan kesehatan. Baginya, berbagai fitur dalam aplikasi membantu menyederhanakan proses administrasi sehingga pelayanan menjadi lebih praktis.
Baca Juga: Bersama MUI, BPJS Kesehatan Ajak Tokoh Masyarakat Jaga JKN
Pengalaman lain dirasakan Candra ketika mengalami mata ikan akibat aktivitas olahraga yang cukup sering. Karena membutuhkan tindakan yang tidak dapat dilakukan di FKTP, ia kemudian mendapatkan rujukan ke rumah sakit dan melanjutkan proses pelayanan melalui Mobile JKN.
“Terakhir aku sempat operasi mata ikan, emang sering latihan jadi kena gesekan sepatu. Karena di fasilitas kesehatan tingkat pertama nggak bisa untuk operasi, akhirnya aku dirujuk, secara otomatis di Mobile JKN juga langsung ada rujukan rumah sakitnya. Jadi aku bisa daftar dan menjalankan operasi dengan mudah dan nyaman. Aku kira bakal ada biaya tambahan, tapi ternyata gratis ya, semuanya sudah ditanggung dengan BPJS Kesehatan,” ujar Candra.
Pengalaman tersebut membuat Candra semakin memahami pentingnya memiliki kepesertaan JKN yang aktif, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari daerah asal. Menurutnya, layanan digital seperti Mobile JKN memberikan kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus terkendala jarak dan administrasi.
“Buat saya yang merantau, Mobile JKN ini sangat membantu. Jadi kalau butuh berobat di Malang nggak perlu bingung lagi, semuanya lebih praktis,” pungkas Candra.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis BPJS Kesehatan Malang
Editor: Herlianto. A





































