Tugumalang.id – Calon Dekan FEB UB Dr Nanang Suryadi memiliki penilaian tersendiri terkait pogram Kemendiktisaintek yaitu kampus berdampak.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan Program Kampus Berdampak, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk mendorong perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Program ini diharapkan akan menjadi arah utama pengembangan kampus di Indonesia selama lima tahun ke depan.
Baca Juga: Dengan Semangat Hari Santri Tahun 2024, FEB Unisma Lepas 338 Calon Wisudawan Periode ke-74
Program Kampus Berdampak menekankan pentingnya transformasi Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—menjadi aktivitas yang langsung menyentuh kebutuhan dan tantangan nyata masyarakat.
Seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal kampus, didorong untuk bersinergi secara kolaboratif dalam membangun solusi bersama.

Nanang Suryadi, Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) sekaligus calon Dekan FEB UB, menyambut positif program ini.
Ia menegaskan bahwa implementasi Kampus Berdampak memerlukan kesiapan internal kampus, mulai dari tata kelola yang baik (good governance), hingga lingkungan akademik yang kondusif dan dinamis.
Baca Juga: Mengenal Arfan Kaimudin, Sosok Dekan Termuda dari Fakultas Hukum Unisma
“Kampus harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat, menjadi penyelesai masalah dan bukan sekadar pengamat,” ujar Nanang.
Ia menambahkan bahwa tata kelola inovatif dan efektif yang mencerminkan visi dan misi institusi akan menciptakan motivasi kuat untuk mewujudkan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Nanang juga menyoroti pentingnya kepemimpinan kolaboratif. Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi pendidikan tidak bertumpu pada satu figur, tetapi pada kerja kolektif dari superteam di semua level—mulai dari fakultas, departemen, hingga program studi.
Oleh karena itu, seorang pemimpin idealnya hadir, menyerap aspirasi, dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika. “Pimpinan bukan superman, tapi bagian dari superteam,” tegasnya.
Untuk mendukung keberhasilan program ini, dibutuhkan dukungan teknologi informasi dan pembelajaran yang mutakhir, serta kolaborasi luas dengan pemangku kepentingan eksternal seperti industri, pemerintah, organisasi profesi, dan media.
Kolaborasi ini akan memperluas dampak program, membuka akses pendanaan, serta meningkatkan nilai institusi di mata publik.
Lebih jauh, Nanang juga mendorong peningkatan kualitas riset, pengajaran, dan pengabdian masyarakat yang terpublikasi di tingkat nasional dan internasional.
Upaya ini bukan hanya akan meningkatkan reputasi kampus, tapi juga memperkuat kepercayaan publik dan membuka peluang akreditasi serta peringkat global.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dalam paradigma Kampus Berdampak, yang terpenting bukan sekadar peringkat atau pengakuan, melainkan sejauh mana kampus mampu menjadi solusi konkret bagi masyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Rully
Editor: Herlianto. A





























