Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Berburu Sego Banting Cak San Hanya Rp 3 Ribuan

Kuliner Legendaris di Malang

Redaksi by Redaksi
Agustus 2, 2021 7:55 am
in Asli Malang
Sunarsih dibalik kuliner sederhana Sego Banting

Ibu Sunarsih (57), sosok dibalik kelezatan Sego Banting Cak San. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Sego banting,  namanya biasa saja, tapi rasanya dijamin di luar ekspektasi. Ya, Sego Banting Cak San namanya. Bisa jadi alternatif makan enak, terlebih jika malam hari menjelang. Makanan modelan nasi kucing ini bisa ditemukan di Jalan Jombang Gang 1, Kota Malang. Lokasinya tersembunyi, menyusuri gang-gang kecil kampung.

Bisa dibilang, kuliner satu ini cukup legendaris dan dikategorikan hidden gems kulinernya Malang. Cak San mulai populer dari mulut ke mulut. Dan ternyata, kuliner ini sudah ada sejak 1989 dan eksis hingga kini. Jika dilihat dari antreannya, jelas makanan ini bukan kaleng-kaleng.

READ ALSO

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Warung ini bukan seperti warung umumnya, karena bertempat di dapur rumah si empunya. Namanya Ibu Sunarsih, yang kini sudah berusia 57 tahun. Dulu, kuliner ini dipopulerkan sang suami, Ikhsan Bukhori atau akrab dipanggil Cak San. Namun, Cak San sudah berpulang di usia 67 tahun pada 2020 lalu.

Lauk sederhana Sego Banting. foto/Azmy

Praktis, kini hanya Sunarsih yang meneruskan usaha ini bersama anak-anak dan keponakannya. Jangan heran kalau ketika anda kesini harus rela antre agak lama karena memang pelanggannya bejibun. Mulai dari mahasiswa hingga kelas pekerja. Porsi kecil dihargai hanya Rp3 ribu saja.

Konsep Sego Banting ini tak ubahnya seperti nasi kucing kalau di Jawa Tengah, namun beda lauk dan porsi. Komponennya sederhana, hanya nasi dengan porsi sekepalan tangan, oseng tahu dan tauge, bihun dan sambal terasi otentik. Akan semakin paripurna jika ditambah gorengan tepung telur, bakwan atau tahu goreng.

Sejumlah pelanggan rela mengantre demi sebungkus Sego Banting Cak San yang menggugah selera. Foto/Azmy

Begitu kombinasi lauk-lauk ini mampir di lidah anda, dijamin anda seolah terhipnotis dan tidak sabar untuk membuka bungkus kedua. ”Rasanya enak, tapi relatif sih ya, affordable. Mungkin disajikan fresh pana-panas itu yang bikin enak. Gurih, nagihi dan ngangeni,” begitu menurut seorang pelanggan, Nikita (25) pada reporter, Minggu (1/8/2021).

Kepada reporter, Ibu Sunarsih cerita kalau dulunya dia berawal dari jualan ketan bubuk di emperan Jalan Terusan Surabaya. Hingga akhirnya, para pelanggan ada yang minta dibikinkan makanan buat pengganjal lapar.

”Dulu ganti-ganti, kadang masak bumbu bali dan masakan sederhana lain. Sampe akhirnya anak-anak cocok sama oseng tauge itu dan minta jualan itu aja. Biar jadi ciri khas katanya,” kisah ibu dari 3 anak dan 2 cucu ini.

Dari situ, kuliner ini seolah menjadi ikon dan populer dari mulut ke mulut, kira-kira mulai tahun 2000-an. Hingga kemudian, seorang pelanggan berinisiatif menamai makanan ini dengan istilah Sego Banting.

Ceritanya begini, jadi karena penyajian makanan ini fresh, si ibu bakal sibuk bungkus-membungkus nasi. Karena pesanan yang banyak dan biar cepat, maka setiap nasi yang selesai dibungkus akan dilempar-lempar kecil, seolah dibanting ke dekat pelanggan.

”Ya dari situ istilah Sego Banting itu muncul, ya dari pelanggan sendiri. Akhirnya ya saya menamainya begitu juga,” tutur perempuan asal Jodipan ini.

Soal harga, kemurahannya tak pernah berubah. Awal dulu berjualan dihargai mulai Rp250 hingga kini mentok di angka Rp3 ribu. Namun pelanggan juga bisa memesan nasi sesuai selera dari harga Rp5 ribu, Rp8 ribu dan Rp10 ribu. Lauknya tetap sama, hanya beda porsi.

”Tapi kebanyakan pelanggan beli yang Rp3 ribu sama Rp5 ribu. Kata mereka itu sedikit-sedikit tapi nagihi. Biasanya 1 orang itu beli 2 sampai 4 bungkus. Kadang pelanggan juga ada yang beli sampai 20 bungkus,” ungkapnya.

Sebagai informasi, untuk mencari lokasi dapur Sego Banting Cak San ini, anda cukup masuk ke Jalan Jombang Gang 1. Nanti tak jauh dari gapura, anda akan menemui plang nama TPA Al-Ihsan. Di sisi kanan, terdapat gang kecil. Jika masih tak jelas, bisa ditanyakan ke warga sekitar.

Sego Banting Cak San hanya buka khusus di malam hari mulai pukul 21.00 – 01.30 WIB. Disarankan untuk datang lebih awal atau anda akan merasakan sensasi mengantre disana. Pasalnya, banyak per orang disana memesan hingga 20 bungkus.

Sebagai alternatif, anda bisa menggunakan jasa driver online. Jangan lupa kasih uang lebih ya karena antrenya bisa berjam-jam. Tentu, ini bisa jadi pilihan tepat berburu kuliner jika harimu sudah kelewat malam.

Reporter: Azmy
Redaktur: Sujatmiko

Tags: kota malangSego banting

Related Posts

Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Rekomendasi Tempat Beli Kopi Roasting di Malang: Surga Pecinta Kopi dengan Rasa Otentik
Asli Malang

Menelusuri Jejak Kuno: 4 Situs Sejarah di Kota Malang yang Wajib Dikunjungi

Minggu, 19 Okt 2025
Next Post
Andry Dewanto Ahmad kenakan baju berwarna hijau/tugu malang

Laku Anti Aku

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.