MALANG, Tugumalang.id – Menghadapi kenyataan bahwa buah hati tercinta memerlukan perhatian ekstra merupakan perjalanan emosional yang luar biasa bagi setiap orang tua.
Penawar Special Learning Centre (PSLC) sebagai lembaga pendidikan dan terapi autisme yang terpercaya di Malaysia dan kini hadir di Indonesia melalui PSLC Indonesia, serta jaringan PSLCNet.
PSLC memberikan jawaban atas kegelisahan yang dirasakan orang tua anak berkebutuhan khusus, tentang berapa lama durasi intervensi terapi bagi buah hati mereka.
Memahami jangka waktu terapi bukanlah tentang mencari garis finish yang instan, melainkan tentang membangun fondasi kemandirian yang kokoh. Melalui pendekatan holistik, PSLC berkomitmen membantu setiap orang tua memahami bahwa setiap detik dalam terapi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan yang lebih cerah dan mandiri.
Baca juga: PSLC Beberkan Manfaat Program Terstruktur dan Individual: Optimalkan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Depan
Bergantung pada Faktor Utama yang Dialami Anak dan Orang Tua
Clinical Director of PSLC, Dr. Ruwinah Abdul Karim menjelaskan soal berapa lama anak perlu menjalani terapi, jawabannya adalah bergantung pada faktor utama permasalahan yang dialami oleh anak dalam tumbuh kembang mereka.
“Tempo (waktu) terapi untuk anak sebenarnya bergantung kepada beberapa faktor utama, seperti jenis masalah perkembangan, tahap kesulitan, usia anak, serta konsistensi intervensi yang diberikan,” jelas perempuan yang akrab disapa Wina itu, Rabu (6/5/2026).
Lebih lanjut, Wina menyebut secara umum tidak ada waktu yang bisa dijadikan standar seberapa lama anak perlu menjalani terapi. Kondisi anak yang beragam terkait dengan masalah tumbuh kembang mereka yang mempengaruhi seberapa lama terapi diberikan.
Meski demikian, setidaknya orang tua perlu memberikan terapi secara ideal dan proporsional. Sebagai panduan, sesi terapi biasanya dilakukan satu sampai dengan tiga kali dalam seminggu disesuaikan dengan kondisi anak.
Waktu Ideal Memberikan Terapi Kepada Anak
Wina menjelaskan sekaligus memberi contoh untuk waktu ideal memberikan terapi bagi anak berkebutuhan khusus setidaknya dalam satu sesi sekitar 30 menit sampai satu jam. Waktu terapi ini disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi oleh anak berkebutuhan khusus, sehingga tidak bisa diseragamkan.
“Secara tempo waktu keseluruhan terapi yang diberikan, saya bagi menjadi dua tahap. Untuk kondisi ringan, terapi bisa 3-6 bulan tetapi jika kondisinya sederhana hingga kompleks, seperti autisme, ADHD, speech delay, dapat mengambil waktu terapi satu hingga beberapa tahun secara berkelanjutan,” bebernya.
Bagi Wina dalam mendukung tumbuh kembang anak agar mereka bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri, bukan diukur dari berapa lama terapi diberikan oleh tenaga profesional atau terapis. Melainkan konsistensi terapi, dukungan orang tua melalui home program yakni keterlibatan orang tua di rumah dalam mendukung tumbuh kembang anak, serta pemantauan perkembangan secara berkala.
Baca juga: ADHD atau Autisme? Mengapa Banyak Orang Tua Terkecoh dan Bagaimana PSLC Membantu Menemukan Jawabannya
Informasi Lebih Lanjut
Untuk informasi lebih lanjut seputar PSLC dan PSLCNet dapat diakses melalui:
· Website: www.pslcindonesia.com
· Email: pslcindonesia@gmail.com
· Contact Person: 0821-2297-8881
· Instagram: @pslc.indonesia
· TikTok: @pslc.indonesia
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko



















