Sabtu, Juni 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Begini Sejarah Perkembangan Reog Ponorogo Menurut Budayawan Malang

Redaksi by Redaksi
Mei 6, 2022 10:42 am
in Budaya
Reog Ponorogo di kota malang

Pertunjukan seni Reog Ponorogo yang ditampilkan seniman Malang Raya (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Seni pertunjukan Reog Ponorogo telah menjelma sebagai warisan budaya yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Termasuk di Kota Malang bahkan Negeri Jiran. Lantas bagaimana sejarah perkembangan Reog Ponorogo hingga bisa menembus batas batas wilayah ini.

Pakar Sejarawan dan Budaya Kota Malang, Dwi Cahyono menjelaskan bahwa seni pertunjukan Reog Ponorogo pertama kali muncul di era Kerajaan Wengker pada abad ke-11 silam. Namun kemudian disempurnakan di era Kerajaan Kadiri dan Kerajaan Majapahit.

READ ALSO

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

“Dulu awalnya kesenian ini dikemas tak selengkap sekarang, mulai dadak merak atau gabungan kepala harimau dengan merak, jatilan, bujang ganong hingga warokan,” ucap Dwi.

“Reog Ponorogo itu disempurnakan lintas masa, mulai Era Kerajaan Wengker, Kerajaan Kadiri, diperkuat di era Kerajaan Majapahit hingga sekarang,” imbuhnya.

Wujud dadak merak ini muncul di era Kerajaan Kadiri dalam legenda sayembara pelamaran putri Raja Kadiri yang memberikan syarat pernikahan untuk menghadirkan sosok mahkluk berkepala dua. Singkat cerita, pemenang sayembara ini kemudian menikah dengan putri Raja Kadiri yang kemudian tinggal di Ponorogo.

Berjalannya waktu, seni pertunjukan Reog Ponorogo berkembang hingga pelosok negeri termasuk Kota Malang. Namun di setiap daerah memiliki ciri khas masing masing. Hingga akhirnya seni pertunjukan ini juga mampu menembus negeri Jiran yang dibawa oleh warga Indonesia.

“Reog Ponorogo menjadi pertimbangan Unesco untuk ditetapkan sebagai heritage karena punya akar tradisi dan sebarannya luas sampai melintasi wilayah administrasi Ponorogo,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Reog Ponorogo juga berkembang di Malaysia sejak sekitar awal 1900an. Sebab, masyarakat yang mengembangkan kesenian itu juga merupakan warga Indonesia yang bermigrasi ke Malaysia.

“Justru keberadaan Reog Ponorogo di Malaysia itu menarik bagi saya. Karena kita ternyata mampu mengekspor budaya nusantara. Namun tentu ini tidak boleh diklaim oleh mereka, karena asalnya dari Ponorogo, Indonesia,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
editor:jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Budayawan MalangReog Ponorogo

Related Posts

Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Fakta menarik busana khas Malangan yang diluncurkan pada rangkaian HUT ke-112 Kota Malang sebagai identitas baru. /Foto: Instagram @pemkotmalang
Budaya

Identitas Budaya Baru, 8 Fakta Menarik Busana Khas Malangan yang Perlu Diketahui

Senin, 6 Apr 2026
Next Post
kerja

5 Tips Bangkitkan Semangat Kerja Setelah Libur Panjang

BERITA POPULER

  • Ilustrasi Efek Cathedral (Foto: Pinterest)

    Kafe dengan Cathedral Effect di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Layanan Gratis di Kota Malang yang Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.