Senin, Agustus 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Begini Sejarah Perkembangan Reog Ponorogo Menurut Budayawan Malang

Redaksi by Redaksi
Mei 6, 2022 10:42 am
in Budaya
Reog Ponorogo di kota malang

Pertunjukan seni Reog Ponorogo yang ditampilkan seniman Malang Raya (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Seni pertunjukan Reog Ponorogo telah menjelma sebagai warisan budaya yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Termasuk di Kota Malang bahkan Negeri Jiran. Lantas bagaimana sejarah perkembangan Reog Ponorogo hingga bisa menembus batas batas wilayah ini.

Pakar Sejarawan dan Budaya Kota Malang, Dwi Cahyono menjelaskan bahwa seni pertunjukan Reog Ponorogo pertama kali muncul di era Kerajaan Wengker pada abad ke-11 silam. Namun kemudian disempurnakan di era Kerajaan Kadiri dan Kerajaan Majapahit.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

“Dulu awalnya kesenian ini dikemas tak selengkap sekarang, mulai dadak merak atau gabungan kepala harimau dengan merak, jatilan, bujang ganong hingga warokan,” ucap Dwi.

“Reog Ponorogo itu disempurnakan lintas masa, mulai Era Kerajaan Wengker, Kerajaan Kadiri, diperkuat di era Kerajaan Majapahit hingga sekarang,” imbuhnya.

Wujud dadak merak ini muncul di era Kerajaan Kadiri dalam legenda sayembara pelamaran putri Raja Kadiri yang memberikan syarat pernikahan untuk menghadirkan sosok mahkluk berkepala dua. Singkat cerita, pemenang sayembara ini kemudian menikah dengan putri Raja Kadiri yang kemudian tinggal di Ponorogo.

Berjalannya waktu, seni pertunjukan Reog Ponorogo berkembang hingga pelosok negeri termasuk Kota Malang. Namun di setiap daerah memiliki ciri khas masing masing. Hingga akhirnya seni pertunjukan ini juga mampu menembus negeri Jiran yang dibawa oleh warga Indonesia.

“Reog Ponorogo menjadi pertimbangan Unesco untuk ditetapkan sebagai heritage karena punya akar tradisi dan sebarannya luas sampai melintasi wilayah administrasi Ponorogo,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Reog Ponorogo juga berkembang di Malaysia sejak sekitar awal 1900an. Sebab, masyarakat yang mengembangkan kesenian itu juga merupakan warga Indonesia yang bermigrasi ke Malaysia.

“Justru keberadaan Reog Ponorogo di Malaysia itu menarik bagi saya. Karena kita ternyata mampu mengekspor budaya nusantara. Namun tentu ini tidak boleh diklaim oleh mereka, karena asalnya dari Ponorogo, Indonesia,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
editor:jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Budayawan MalangReog Ponorogo

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
kerja

5 Tips Bangkitkan Semangat Kerja Setelah Libur Panjang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.