Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Begini Pandangan Sekjen PKB Soal Anggapan Ekploitasi Santri dalam Pembangunan Gedung Pesantren

Redaksi by Redaksi
Oktober 13, 2025 6:35 pm
in News
Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid

Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid alias Cak Udin memberikan pandangan soal anggapan eksploitasi santri (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Sebagian orang menganggap pemandangan santri yang berbondong bondong ikut dalam proses pembangunan gedung pondok pesantren, sebagai ekploitasi santri. Hal ini menyeruak pasca tragedi ambruknya gedung di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. Begini pandangan Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid soal anggapan eksploitasi santri itu.

Hasanuddin Wahid yang akrab disapa Cak Udin menekankan pondok pesantren sudah ada sebelum lembaga pendidikan di Indonesia berdiri. Di tempat ini, santri diajarkan moral dan adab sebagai bangsa Indonesia.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

“Santri itu belajarnya nilai, moral, adab dan sebagainya. Ini bisa ditanyakan ke santri seluruh Indonesia, yang diajarkan kiai itu adalah nilai nilai keagungan yang tinggi. Jadi tidak ada yang namanya perbudakan santri,” ucapnya usai mengisi sosialisasi pilar kebangsaan di kampus STAIMA Al-Hikam, Kota Malang, Senin (13/10/2025).

Baca juga: Hasanuddin Wahid Ajak Santri Perkuat Karakter Kebangsaan di Era Digital

Ia tak memungkiri adanya budaya santri yang ikut membantu membangun pesantren. Namun dia juga menekankan bahwa tidak ada pesantren yang meminta santri bekerja keras ikut membangun gedung. Apalagi dengan perintah atas nama kiai.

“Tidak ada santri disuruh kerja keras atas nama kekiaian, itu semua berbasis nilai, tarbiyah dan pendidikan,” imbuhnya.

Untuk itu, Cak Udin menyayangkan munculnya anggapan sebagian masyarakat bahwa ada ekploitasi santri dalam tragedi ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo beberapa waktu lalu.

“Beberapa orang gara gara kejadian di Al Khoziny kemarin menganggap santri dieksploitasi,” ujarnya.

Dia meyakini, tak ada praktik eksploitasi santri di lingkungan pesantren. Ia kemudian menunjukkan aktivitas sehat di lingkungan pesantren, terutama di bidang pendidikan.

“STAIMA Al-Hikam Malang bukti nyata bahwa santri sekaligus mahasiswanya tidak ada yang dieksploitasi. Justru mereka belajar keagungan akhlak. Hampir semua pesantren juga begitu,” tegasnya.

Menurutnya, pesantren merupakan pilar pendidikan bangsa yang didirikan para kiai sebagai kontribusi pada pendidikan Indonesia tanpa bantuan anggaran APBD maupun APBN. Dengan vitalnya kontribusi pesantren, ia miris ada pihak pihak yang menginginkan pesantren ditutup pasca tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny.

Baca juga: Sekjen DPP PKB Cak Udin: Kader Jadi Pemimpin Bukan Followers

“Pesantren sudah ada sebelum Republik ini ada. Jangan sampai pilar pendidikan bangsa ini ditutup oleh orang orang yang gak tau sejarah pesantren,” tegasnya.

Dalam insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny, Cak Udin mempersilahkan jika pihak kepolisian hendak menegakkan hukum. Namun ia meminta proses penegakan hukumnya harus menjunjung asas keadilan.

“Yang salah silahkan ditindak berdasarkan perundang undangan. Silahkan proses hukum ditegakkan dengan fair dan adil. Banyak kok rumah rumah mewah, bagunan bangunan besar gak ada IMB nya. Tragedi Kanjuruhan dengan korban 135 jiwa juga gak ada yang mau menutup. Jadi kalau mau menutup pesantren berarti dia gak tau sejarah bangsa ini dan itu pola pikir yang salah,” tututnya.

Di sisi lain, Cak Udin yang juga merupakan Anggota DPR RI itu juga merespon wacana pembangunan Ponpes Al Khoziny menggunakan anggaran APBN. Baginya hal itu sah sah saja.

“Memang pesantren selama ini negara memberikan perhatian khusus pada pesantren. Jadi kalau ada rencana dibangun pakai APBN wajar saja. Yang penting proporsional, ada anggarannya dan melalui mekanisme yang sah,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: budaya santriCak Udineksploitasi santripembangunan pedantren pakai APBN.penegakan hukum tragedi Ponpes Al Khozinypenutupan pesantrenPonpes Al Khozinysantri bangun pesantrenSekjen PKB

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Pemkot Batu

Pemkot Batu Siap Hadapi Transformasi Fiskal 2026, Wali Kota Nurochman Tekankan Kemandirian Daerah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.