Kamis, Juli 9, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Begini Pandangan Sekjen PKB Soal Anggapan Ekploitasi Santri dalam Pembangunan Gedung Pesantren

Redaksi by Redaksi
Oktober 13, 2025 6:35 pm
in News
Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid

Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid alias Cak Udin memberikan pandangan soal anggapan eksploitasi santri (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Sebagian orang menganggap pemandangan santri yang berbondong bondong ikut dalam proses pembangunan gedung pondok pesantren, sebagai ekploitasi santri. Hal ini menyeruak pasca tragedi ambruknya gedung di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. Begini pandangan Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid soal anggapan eksploitasi santri itu.

Hasanuddin Wahid yang akrab disapa Cak Udin menekankan pondok pesantren sudah ada sebelum lembaga pendidikan di Indonesia berdiri. Di tempat ini, santri diajarkan moral dan adab sebagai bangsa Indonesia.

READ ALSO

Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting

Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek

“Santri itu belajarnya nilai, moral, adab dan sebagainya. Ini bisa ditanyakan ke santri seluruh Indonesia, yang diajarkan kiai itu adalah nilai nilai keagungan yang tinggi. Jadi tidak ada yang namanya perbudakan santri,” ucapnya usai mengisi sosialisasi pilar kebangsaan di kampus STAIMA Al-Hikam, Kota Malang, Senin (13/10/2025).

Baca juga: Hasanuddin Wahid Ajak Santri Perkuat Karakter Kebangsaan di Era Digital

Ia tak memungkiri adanya budaya santri yang ikut membantu membangun pesantren. Namun dia juga menekankan bahwa tidak ada pesantren yang meminta santri bekerja keras ikut membangun gedung. Apalagi dengan perintah atas nama kiai.

“Tidak ada santri disuruh kerja keras atas nama kekiaian, itu semua berbasis nilai, tarbiyah dan pendidikan,” imbuhnya.

Untuk itu, Cak Udin menyayangkan munculnya anggapan sebagian masyarakat bahwa ada ekploitasi santri dalam tragedi ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo beberapa waktu lalu.

“Beberapa orang gara gara kejadian di Al Khoziny kemarin menganggap santri dieksploitasi,” ujarnya.

Dia meyakini, tak ada praktik eksploitasi santri di lingkungan pesantren. Ia kemudian menunjukkan aktivitas sehat di lingkungan pesantren, terutama di bidang pendidikan.

“STAIMA Al-Hikam Malang bukti nyata bahwa santri sekaligus mahasiswanya tidak ada yang dieksploitasi. Justru mereka belajar keagungan akhlak. Hampir semua pesantren juga begitu,” tegasnya.

Menurutnya, pesantren merupakan pilar pendidikan bangsa yang didirikan para kiai sebagai kontribusi pada pendidikan Indonesia tanpa bantuan anggaran APBD maupun APBN. Dengan vitalnya kontribusi pesantren, ia miris ada pihak pihak yang menginginkan pesantren ditutup pasca tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny.

Baca juga: Sekjen DPP PKB Cak Udin: Kader Jadi Pemimpin Bukan Followers

“Pesantren sudah ada sebelum Republik ini ada. Jangan sampai pilar pendidikan bangsa ini ditutup oleh orang orang yang gak tau sejarah pesantren,” tegasnya.

Dalam insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny, Cak Udin mempersilahkan jika pihak kepolisian hendak menegakkan hukum. Namun ia meminta proses penegakan hukumnya harus menjunjung asas keadilan.

“Yang salah silahkan ditindak berdasarkan perundang undangan. Silahkan proses hukum ditegakkan dengan fair dan adil. Banyak kok rumah rumah mewah, bagunan bangunan besar gak ada IMB nya. Tragedi Kanjuruhan dengan korban 135 jiwa juga gak ada yang mau menutup. Jadi kalau mau menutup pesantren berarti dia gak tau sejarah bangsa ini dan itu pola pikir yang salah,” tututnya.

Di sisi lain, Cak Udin yang juga merupakan Anggota DPR RI itu juga merespon wacana pembangunan Ponpes Al Khoziny menggunakan anggaran APBN. Baginya hal itu sah sah saja.

“Memang pesantren selama ini negara memberikan perhatian khusus pada pesantren. Jadi kalau ada rencana dibangun pakai APBN wajar saja. Yang penting proporsional, ada anggarannya dan melalui mekanisme yang sah,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: budaya santriCak Udineksploitasi santripembangunan pedantren pakai APBN.penegakan hukum tragedi Ponpes Al Khozinypenutupan pesantrenPonpes Al Khozinysantri bangun pesantrenSekjen PKB

Related Posts

Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting
News

Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting

Kamis, 9 Jul 2026
Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek
News

Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek

Kamis, 9 Jul 2026
Ka Dinkes Kabupaten Malang Bantah Korupsi Pengadaan Ambulans, Klaim Tak Ada Kerugian Negara
News

Kepala Dinkes Kabupaten Malang Bantah Korupsi Pengadaan Ambulans, Klaim Tak Ada Kerugian Negara

Rabu, 8 Jul 2026
Jatim Kirim Kontingen Terbanyak ke WSC Shanghai 2026, Tiga Peserta dari Malang Raya
News

Rekam Jejak Alfi Nurhidayat, Dari Staf Lapangan hingga Resmi Jadi Sekda Kota Batu

Rabu, 8 Jul 2026
Anggota DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi saat melakukan serap aspirasi di wilayah Lowokwaru. (Foto/M Sholeh)
News

Warga Lowokwaru Kota Malang Keluhkan Kabel Semrawut hingga Minim RTH 

Rabu, 8 Jul 2026
Menko Yusril: Keberadaan LGBT Bisa Rusak Sendi Etika Kebangsaan
News

Menko Yusril: Keberadaan LGBT Bisa Rusak Sendi Etika Kebangsaan

Selasa, 7 Jul 2026
Next Post
Pemkot Batu

Pemkot Batu Siap Hadapi Transformasi Fiskal 2026, Wali Kota Nurochman Tekankan Kemandirian Daerah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.