MALANG, Tugumalang.id – Kegiatan bedah buku Reset Indonesia: Diskusi Gagasan Indonesia Baru digelar di Maliki Plaza Malang, Senin (22/12/2025). Forum diskusi terbuka ini menghadirkan penulis buku Reset Indonesia, Benaya Harobu, yang mengajak peserta membaca ulang berbagai persoalan mendasar bangsa sekaligus menimbang arah masa depan Indonesia.
Kegiatan bedah buku tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang. Acara ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa serta masyarakat yang tertarik pada isu-isu kebangsaan dan pembangunan nasional.

Dalam pemaparannya, Benaya Harobu mengawali diskusi dengan menceritakan pengalamannya melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia bersama tiga jurnalis, yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, dan Yusuf Priambodo. Dari perjalanan tersebut, ia menemukan beragam persoalan mendasar yang hingga kini masih dihadapi Indonesia.
Baca juga: Kenang Sang Pejuang, ISNU Kabupaten Malang Gelar Bedah Buku Mbah Cholil Baureno
Benaya menyoroti kondisi sektor pertanian, kelautan, industri, hingga politik nasional yang dinilainya belum dikelola secara berkelanjutan. Ia secara khusus menekankan minimnya regenerasi petani dan nelayan di kalangan generasi muda sebagai persoalan serius yang berpotensi mengancam masa depan bangsa.
Dalam forum diskusi, Benaya melontarkan sejumlah pertanyaan reflektif kepada para peserta.
“Ada yang jadi petani di sini? Coba angkat tangan, satu orang satu persen. Tidak ada ya? Kalau jadi nelayan, ada?” ujarnya.
Ia kemudian mempertanyakan arah ketahanan hidup generasi muda Indonesia ke depan.
“Jika anak-anak muda ini tidak ada yang menjadi petani dan nelayan, lalu dengan apa mereka suatu saat akan bertahan? Dengan industri?” kata Benaya.
Lebih lanjut, Benaya juga menyinggung kondisi sektor industri nasional yang menurutnya belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Baca juga: Bedah Buku Filsafat untuk Pemalas: Filsafat Hadir Menjumpai Kesadaran Kita
“Perlu kita ketahui, industri kita juga tidak maju-maju,” tegasnya.
Menurut Benaya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pembacaan ulang terhadap arah pembangunan nasional. Ia menilai Indonesia tidak cukup hanya bertumpu pada sektor industri tanpa penguatan sektor-sektor dasar yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan masyarakat.
Melalui buku Reset Indonesia, Benaya menegaskan bahwa gagasan yang disampaikannya tidak berhenti pada kritik semata.
“Dalam buku ini, kita tidak hanya memberikan kritik, tetapi juga solusi atas berbagai persoalan tersebut,” ujarnya.
Kegiatan bedah buku ini diharapkan menjadi ruang dialog yang mendorong kesadaran kritis mahasiswa dan masyarakat umum, sekaligus memantik diskusi mengenai gagasan Indonesia baru yang lebih berdaulat, adil, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Jazuli (magang)
redaktur: jatmiko


















