Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Basmi Hama, Mahasiswa KKN UM Ubah Limbah Jeruk Jadi Pestisida Alami

Redaksi by Redaksi
April 26, 2021 2:28 pm
in Pendidikan
mahasiswa - Basmi Hama, Mahasiswa KKN UM Ubah Limbah Jeruk Jadi Pestisida Alami

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Jeruk Menjadi Pestisida Alami untuk Membasmi Hama. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang (UM) yang dibimbing oleh Andika Bagus Nur Rahma Putra SPd MPd, kembali membuat langkah kreatif.

 

READ ALSO

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Kali ini, Nur Laila Indra S selaku penanggung jawab beserta 3 anggota lain yakni Niken Satiti, Saniatuz Zulfa, dan Yasotama Osa Jinendra, melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah jeruk menjadi pestisida alami untuk membasmi hama, di Balai Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Sabtu lalu (13/04/2021).

 

“Desa Selorejo terkenal dengan agrowisata petik jeruknya. Dengan memperhatikan potensi tersebut, mahasiswa KKN UM menawarkan ide kreatif mereka untuk menyulap limbah kulit jeruk menjadi suatu produk pestisida organik yang jauh lebih bermanfaat,” ujar Andika.

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Jeruk Menjadi Pestisida Alami untuk Membasmi Hama. Foto: dok

“Selain dapat mengurangi limbah kulit jeruk yang terbuang sia-sia, pestisida organik dari kulit jeruk ini dapat dikatakan alternatif yang ramah lingkungan dan layak dicoba,” imbuhnya.

 

Andika mengatakan, kandungan vitamin C dan pestisida yang ada pada kulit jeruk memiliki tingkat toksisitas rendah, sehingga tidak meracuni mahkluk hidup lainnya namun cukup efektif untuk mengurangi nafsu makan hama serangga.

 

“Bahkan pestisida organik ini dapat diandalkan untuk mengatasi Organisme Perusak Tanaman yang telah kebal pada pestisida kimia. Prinsipnya hampir sama dengan nyamuk yang tidak menyukai aroma citrus, pestisida organikpun bekerja demikian,” jelasnya.

 

Dia menambahkan, keunggulan lain dari pestisida organik ini adalah terletak pada cara pengolahannya yang sederhana dan dengan alat yang mudah ditemui.

 

Awalnya, sosialisasi ini juga dibarengi dengan satu sosialisasi yang bertemakan sama, yakni mengubah kulit jeruk menjadi hand sanitizer kemudian dilanjutkan dengan pestisida.

 

Pemateri tak lain adalah mahasiswa KKN UM Selorejo itu sendiri yang menjadi penanggung jawab program.

 

“Tidak hanya penyampaian materi saja, mahasiswa KKN UM Selorejo juga mendemonstrasikan cara membuat pestisida tersebut. Dari demonstrasi tersebut nantinya para warga dapat mencobanya sendiri di rumah,” tuturnya.

 

“Peserta sosialisasi terlihat cukup antusias berpartisipasi dalam sesi pertanyaan terkait pengolahan, bahan, serta daya tahannya. Mahasiswa KKN UM Selorejo pun juga menyampaikan tips-tips dalam membuat pestisida tersebut, baik tentang jenis jeruk dan jumlahnya, air panas yang digunakan, serta agar untuk berhati-hati dalam membuka pestisida yang sudah jadi untuk meminimalisir kontak dengan gas yang terkandung dalam wadah pestisida tersebut,” sambungnya.

 

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UM Selorejo berharap agar program ini dapat diimplementasikan oleh warga sekitar. Baik untuk menunjang perawatan tanaman jeruk ataupun tanaman lainnya dari serangan hama.

 

“Kami juga berharap agar produk ini dapat dijadikan sebagai komoditas baru khusus Desa Selorejo yang terkenal dengan jeruknya. Sehingga dapat dikatakan bahwa program ini juga dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Selorejo,” inginnya.

 

“Keunggulan lain dari pestisida organik ini adalah terletak pada cara pengolahannya yang sederhana dan dengan alat yang mudah ditemui. Dengan demikian ide kreatif pestisida organik ini sangat membantu Kepala Desa Selorejo dalam memberdayakan warganya dengan lebih produktif dan inovatif,” pungkasnya.(ads)

 

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

 

Tags: hamakknmahasiswa

Related Posts

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional
Pendidikan

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

Sabtu, 18 Jul 2026
UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027
Pendidikan

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Jumat, 17 Jul 2026
Feb Ub
Pendidikan

FEB UB Gandeng Pegiat Lingkungan Ketawanggede, Ajarkan Pengelolaan Sampah Organik Lewat Biopori

Jumat, 17 Jul 2026
Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Pendidikan

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Jumat, 17 Jul 2026
Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 
Pendidikan

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Jumat, 17 Jul 2026
Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Pendidikan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Wali Kota Malang akan Tindak Tegas Pelanggar Mudik

Wali Kota Malang akan Tindak Tegas Pelanggar Mudik

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.