Sabtu, Agustus 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Awas! Kawasan Oro-oro Dowo Hingga Jodipan Rawan Longsor

Redaksi by Redaksi
Januari 29, 2021 3:27 pm
in Berita
Awas! Kawasan Oro-oro Dowo Hingga Jodipan Rawan Longsor - Awas! Kawasan Oro-oro Dowo Hingga Jodipan Rawan Longsor

Pemukiman di sempadan sungai di Kampung Warna Jodipan (KWJ). (Foto : Bayu Eka Novanta)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kawasan bantaran sungai Brantas dari daerah Oro-oro Dowo hingga Jodipan merupakan daerah rawan longsor. Apalagi curah hujan masih sangat tinggi di Kota Malang.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan menuturkan, ancaman longsor berpotensi terjadi di seluruh sempadan sungai di Kota Malang. Seperti sungai Brantas, Bango, Amprong hingga sungai Metro.

READ ALSO

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Menurut Raymond, dalam beberapa waktu ke depan, hujan intensitas tinggi masih terus mengguyur Malang. Oleh karena itu Perum Jasa Tirta (PJT) I mengimbau masyarakat yang tinggal di sempadan 4 sungai besar di Kota Malang untuk selalu waspada. Sebab, bencana longsor masih terus mengintai.

Tercatat telah terjadi 22 kejadian longsor di Kota Malang yang seluruhnya terjadi pada sempadan sungai. Sebut saja kejadian longsor terakhir pada 18 Januari 2021 lalu di Jalan Sadang, Kecamatan Bunulrejo, Kota Malang yang bahkan memakan korban jiwa 1 orang.

 Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan.
Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan. (Foto : Azmy)

“Bagi masyarakat yang sudah terlanjur bermukim di sana, maka perlu meningkatkan kewaspadaan. Jika rumah sudah mulai ada retakan, itu mengindikasikan adanya pergerakan tanah dan rawan longsor,” terangnya.

Hal ini, kata Raymond, mengingat tentang kondisi geografis dan geologi Kota Malang yang berada di lokasi perbukitan. Sebagian besar tanahnya terbentuk dari hasil pelapukan material erupsi di masa silam. Sehingga tanahnya relatif mudah erosi.

”Tanah mudah longsor pada saat jenuh apalagi sudah terbebani aktivitas manusia di atasnya,” jelasnya.

Dari catatan PJT I, debit terbesar Sungai Brantas di Kota Malang 1.580 m3/detik terjadi pada Desember 2007. Debit yang terpantau pada saat terjadi hujan dengan ketebalan 70 mm dalam satu jam pada tanggal 18 Januari, ternyata masih di kisaran 200 m3/detik. Sementara, elevasi Kota Malang sekitar 380-400 mdpl, sedangkan dasar sungai berada di 360-370 mdpl.

“Setidaknya, ada perbedaan elevasi 10 meter antara permukaan tanah di kota dengan dasar sungai di sekelilingnya. Artinya, masih ada perbedaan yang cukup untuk mengalirkan air dari drainase ke sungai,” ungkapnya.

Namun kata dia, salah satu masalah yang kerap terjadi di Kota Malang pada saat durasi hujan cukup lama adalah, tingginya genangan, karena fungsi drainase yang tidak mampu mengalirkan air dengan lancar. Selain itu, saluran irigasi di beberapa tempat di sekitar Kota Malang juga beralih fungsi menjadi saluran drainase.

Raymond juga mengimbau warga yang akan membeli rumah, maupun apartemen di kawasan sempadan atau dekat sungai juga perlu mempertimbangkan kembali.

“Pastikan jaminan keamanan yang menjadi kewajiban developer atau pengelola apartemen itu tersedia,” imbaunya.

Sementara itu Kepala Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya, Adi Susilo mengatakan, sempadan bukan hak manusia, karena merupakan ruang yang menjadi haknya sungai. Tentu, pemanfaatan sempadan sebagai pemukiman, hotel atau apartemen juga menjadi daerah rawan longsor.

Menurut Adi Susilo, sebelum melakukan pembangunan, umumnya ada pengurukan tanah yang sifatnya rentan longsor karena tidak padat.

“Untuk itu, harus mematuhi aturan batas sempadan, dan perlu memperhatikan kearifan lokal . Perlu mewasdai Warning dari alam agar bisa menghindari bencana,” jelasnya.

Selain itu, Adi mengingatkan pentingnya koordinasi antar instansi, agar ada langkah yang sinergis dalam penanganan bencana di sempadan sungai.

“Masyarakat yang menggunakan sempadan tetap mendapat aliran listrik dari PLN. Jika memang daerah terlarang untuk bangunan, seharusnya izin tidak keluar. Sehingga, tidak memberikan proses pemasangan listrik,” pungkasnya.

Tags: Direktur Utama PJT IJodipan banjirKepala Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas BrawijayaOro-oro DowoPTJ 1Raymond Valiant RuritanSungai Brantas Malang

Related Posts

Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Perumahan White House Joyo Agung, RT 05/RW 13, pada Sabtu (8/8/2026). Foto/dok
Berita

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sabtu, 8 Agu 2026
Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Next Post
Heboh, Jenazah COVID-19 Tertukar Saat  Dimakamkan

Heboh, Jenazah COVID-19 Tertukar Saat Dimakamkan

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.