MALANG, Tugumalang.id – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melaksanakan normalisasi Sungai Tundo yang ada di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Normalisasi dilakukan karena sungai tersebut kerap meluap dan menyebabkan banjir.
Normalisasi sungai adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas sungai, salah satunya dengan melakukan pengerukan sedimen yang menumpuk di dasar sungai. Sungai yang dangkal bisa menjadi penyebab banjir karena air mudah meluap.
Baca juga: Perlu Reboisasi dan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir di Kabupaten Malang
Kegiatan ini dimulai pada Kamis (28/8/2025) dan diperkirakan akan rampung dalam kurun waktu dua bulan. Normalisasi dilaksanakan di wilayah dua desa, yakni Desa Purwodadi dan Desa Pujiharjo.
Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso mengatakan, wilayahnya mengalami banjir hampir setiap tahun. Banjir ini disebabkan Sungai Tundo yang mengalami pendangkalan dan meluap di saat hujan deras.
“Di sini sering banjir, hampir setiap tahun,” ujar Hendik saat dihubungi Tugu Malang ID, Minggu (14/9/2025).
Sekitar 80 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Tundo. Hendik berharap, normalisasi sungai ini bisa mencegah banjir sehingga warga bisa lebih aman dari bencana.
“Harapannya normalisasi ini bisa mengamankan perkampungan dari meluapnya air sehingga warga tidak waswas,” kata Hendik.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan menyebut panjang sungai yang akan dinormalisasi adalah 2,22 kilometer.
Sungai yang dinormalisasi di wilayah Desa Purwodadi memiliki panjang 620 meter, sementara sungai yang ada di wilayah Desa Pujiharjo memiliki panjang 1,6 kilometer. Lebar sungai kurang lebih 20 meter dengan dinding sungai setinggi dua meter.
“Normalisasi sungai ini dilakukan dengan menggunakan dua alat berat di masing-masing desa,” kata Sadono.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























