MALANG, Tugumalang.id – Atap di salah satu gedung SDN 1 Kalisongo ambruk pada Sabtu (2/5/2026). Meski mengalami kerusakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang berada di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tersebut tetap berlangsung seperti biasa.
Berdasarkan pantauan wartawan Tugu Malang ID pada Senin (4/5/2026), bagian atap yang ambruk berada di luar ruang kelas. Sementara itu, kondisi di dalam ruang kelas masih terpantau aman dan tidak ditemukan kerusakan yang mengganggu aktivitas belajar siswa.
Kerusakan Terjadi di Bagian Luar Kelas

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Farid Habibah, mengatakan pihaknya langsung melakukan peninjauan setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Dalam peninjauan itu, pihaknya memberikan arahan kepada kepala sekolah dan guru untuk menata ulang posisi meja dan kursi siswa agar tidak berada di area berisiko, terutama di bawah plafon yang mengalami kerusakan maupun dekat jendela.
“Untuk keamanan siswa, telah disampaikan kepada kepala sekolah dan guru agar posisi meja kursi siswa didik diatur tidak berada di sekitar bawah plafon yang rusak dan tidak dekat kaca jendela,” jelas Habibah saat dihubungi Tugu Malang ID, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Banyak Atap Sekolah Ambruk, Pemkab Malang Siapkan Anggaran Benahi Gedung 85 SD Negeri
Struktur Atap Keropos dan Diserang Rayap
Habibah mengungkapkan, hasil pengamatan visual menunjukkan adanya sejumlah kerusakan pada bangunan sekolah. Kerusakan tersebut antara lain terlihat pada penutup atap yang bergelombang serta struktur atap yang sudah keropos.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipicu oleh tingkat kelembaban yang tinggi. Selain itu, material atap juga ditemukan mengalami kerusakan akibat serangan rayap.
“Struktur atap yang keropos diduga karena kelembaban. Di sana kami temukan penutup atap dimakan rayap sehingga bocor saat hujan,” terang Habibah.
Selain kerusakan pada atap, plafon di beberapa ruang kelas juga dilaporkan jebol dan menunjukkan bekas kebocoran. Kondisi serupa terlihat pada dinding yang plesterannya mulai keropos.
Kusen pintu dan jendela di sejumlah ruang kelas serta ruang guru juga mengalami kerusakan akibat dimakan rayap. Bahkan, terdapat kaca jendela yang pecah serta kusen yang rusak akibat tertimpa plafon yang runtuh.
Baca juga: Diguyur Hujan Dua Hari Berturut-turut, Atap Gedung SMKN 1 Ampelgading Ambruk
Perbaikan Menunggu PAK 2026
Saat ini, DPKPCK Kabupaten Malang masih melakukan perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) untuk perbaikan gedung sekolah tersebut. Meskipun anggaran pemeliharaan dan pembangunan sekolah berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan, Bupati Malang meminta agar penanganan kerusakan ini dilakukan oleh DPKPCK.
Perbaikan direncanakan akan dilaksanakan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026. Dalam waktu dekat, DPKPCK akan melakukan pengecekan lanjutan serta survei sebagai dasar penganggaran PAK 2026 dan rencana penanganan pada 2027.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Deskripsi: Keyword:


















