MALANG, Tugumalang.id – Aktivitas ngopi memang terasa menyenangkan karena dapat bercengkrama dengan kawan-kawan sembari menyeruput secangkir kopi. Tapi di Soendari Batik and Art Gallery menawarkan cara lain yang unik menikmati kopi yakni sambil belajar membatik.
Tentu akan sangat menyenangkan ngopi sembari belajar membatik sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia. Ada beragam menu kopi yang ditawarkan di Soendari Batik and Art Gallery, tepatnya di Pos Boga.
Mulai jenis kopi robusta lokal asli Malang dan juga aneka kopi lainnya seperti kopi susu, es kopi susu, es kopi susu gula aren, dan aneka minuman serta makanan ringan lainnya. Jika datang di sore hari, pengunjung dapat memesan makanan berupa tahu telur dan juga gorengan dengan konsep seperti pujasera.

Harga yang dibanderol kepada pengunjung bisa dibilang cukup ramah di kantong mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu, tergantung menu yang dipilih.
Baca Juga: Ngopi Sembari Menambah Literasi, Rekomendasi Kafe Buku di Kota Malang yang Patut Dikunjungi
Soendari Batik and Art Gallery sendiri berlokasi di Jalan PTP II Permata Soekarno Hatta Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Lokasinya bisa dibilang cukup strategis dan mudah dijangkau karena berada di poros jalan utama Kota Malang.
Di sana pengunjung dapat menikmati aneka menu yang tersaji di Pos Boga Soendari Batik, kemudian bisa dilanjutkan dengan belajar membatik sekaligus room tour di galeri Soendari Batik.
Pengunjung dapat belajar bagaimana menyiapkan peralatan membatik, proses membatik, hingga diperkenalkan dengan motif-motif batik nusantara termasuk motif batik khas Malang.
Untuk tarif pelatihan membatik juga cukup terjangkau yakni mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 60 ribu tergantung dari media membatik yang dipilih.
“Kita ada beberapa paket yang ditawarkan mulai dari media seperti sapu tangan lalu home decor untuk ditempel di media tas seperti totebag sama syal,” tutur Staf Produksi Soendari Batik and Art Gallery, Seyrina Novita Sari kepada Tugumalang.id.
Baca Juga: Mau Ngopi Sambil Melukis di Malang? Cafe Arthemis Jawabannya!
“Kalau pelatihannya seperti itu, paketnya macam-macam start 25-60 ribu. Kalau paket kunjungan aja enggak ada pelatihan karena kita juga ada tour di Galeri Soendari, tarifnya cuma 10 ribu dan free gantungan kunci,” imbuhnya.
Keberadaan Pos Boga yang mulai buka di tahun 2024 ini di Soendari Batik and Art Gallery oleh perempuan yang akrab disapa Nina itu menambah antusias kunjungan dan keseruan pelatihan membatik. Karena pengunjung dapat ngopi sembari belajar membatik sehingga lebih seru dan menyenangkan dengan mendapat wawasan baru tentang batik.
Nina menambahkan bahwa di hari-hari tertentu ada pemateri yang akan memberikan materi kepada pengunjung tentang batik dan juga teknik membatik baik batik tulis maupun batik cap.
“Makin seru karena sudah ada cafenya sambil bisa belajar membatik, ada edukasi juga. Biasanya juga ada pemateri yang memberi materi tentang batik,” jelas Nina.
Lebih lanjut, Nina mengatakan, setiap harinya banyak pengunjung yang datang ke Soendari Batik and Art Gallery. Selain para anak muda yang ngopi dan juga ingin belajar batik, beberapa sekolah dan juga mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi juga sering berkunjung untuk belajar tentang batik.

Beberapa wisatawan asing yang datang ke Malang juga sering berkunjung ke Soendari Batik and Art Gallery untuk melihat proses pelatihan batik dan juga melihat koleksi batik yang ada.
“Akhir-akhir ini ada dari anak SD (Sekolah Dasar) sampai Universitas berkunjung juga ke sini. Kadang-kadang juga orang luar negeri ke sini untuk belajar membatik,” terangnya.
Jika pengunjung tertarik dengan koleksi batik yang ada di Soendari Batik and Art Gallery yang memajang aneka kain batik dari berbagai motif batik nusantara. Pengunjung dapat membelinya di galeri mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu tergantung dengan ukuran dan juga jenis batik yang dipilih.
Demikian informasi tentang ngopi sembari belajar membatik yang ditawarkan Soendari Batik and Art Gallery. Semoga informasi ini bermanfaat!.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko
























