Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Asli Pacitan, Batik Pace Miliki 5 Keunikan

Redaksi by Redaksi
September 27, 2021 10:02 am
in Berita, Budaya
Salah satu motif batik Pace asal Pacitan/tugu malang

Salah satu motif batik Pace asal Pacitan. (Foto: Instagram @bangga pacitan)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Salah satu kekayaan budaya Kabupaten Pacitan adalah batik Pace. Batik ini memiliki beberapa keunikan yang membutnya khas. Menurut beberapa ulasan batik Pace merepresentasikan nilai historis yang kuat daerah tersebut. Dan menariknya, batik kebanggaan warga Pacitan ini telah memiliki hak paten. Langsung saja ini 5 keunikan batik Pace.

1. Representasi Sejarah Pacitan

Dilansir website Budaya Indonesia, bahwa motif batik Pace pada batik tulis tersebut diilhami dari asal mula Pacitan. Menurut buku Legenda Rakyat Pacitan dan Babad Tanah Pacitan, kata Pacitan berasal dari kata Pacewetan. Pace adalah nama buah yang biasa disebut mengkudu yang berbau menyengat namun memiliki banyak khasiat, sedangkan wetan berarti timur.

READ ALSO

Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Penamaan ini berasal dari cerita sejarah Pangeran Mangkubumi dari keraton Surakarta mengalami kekalahan pada perang gerilya (1747-1749). Dia beserta dua belas pengikutnya mundur ke arah selatan Jawa dengan keadaan kelelahan.

Kemudian, Setraketipa, salah seorang abdinya memberikan buah mengkudu, atau yang kemudian disebut Pace. Juga diberikan minuman dari buah pace yang telah direndam dengan legen buah kelapa.

Seketika itu juga kekuatan Pangeran Mangkubumi pulih kembali. Ternyata di daerah tersebut banyak tumbuh buah pace dan diingat sebagai pace sepengetan. Kemudian disingkat pace-tan dan akhirnya menjadi Pacitan.

Sejarah tersebut telah menginspirasi masyarakat untuk melestarikannya dalam bentuk motif pace batik tulis.  Pada tahun 2004 dibuatlah motif tersebut menjadi motif batik tulis khas Pacitan.

2. Makna dan Filosofi

Dijelaskan dalam edhiebaskoro.com, motif pace merupakan simbol ketulusan, kesetiaan, dan pengabdian seseorang serta adanya rasa saling bergotong royong. Makna dan filososfi tersebut erat kaitannya dengan prinsip hidup masyarakat Pacitan yang menjunjung tinggi sikap gotong royong.

Menilik cerita sejarah, makna ketulusan, kesetiaan, dan pengabdian merupakan representasi dari tindakan Setraketipa yang memberikan buah pace kepada Pangeran Mangkubumi ketika dia sedang kelelahan. Cerita tersebut dapat dipahami bahwa seorang abdi memiliki kesetiaan dan ketulusan terhadap pangerannya.

3. Unggul dan Kompetitif

Akun instagram @banggapacitan, mengatakan bahwa batik Pace memiliki keunggulan kompetitif dari sisi warna. Dalam proses pembuatannya menggunakan bahan alami sehingga tampilannya terkesan sangat lembut. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menggunakan batik tersebut.

4. Hak Paten Milik Pacitan

Masih dari akun banggapacitan, pada tahun 2012 lalu, batik Pace telah memperoleh hak paten sebagai karya batik asli Pacitan. Kabar yang begitu menggembirakan bagi masyarakat Pacitan. Ini bisa menepis klaim dari pihak lain yang akan mengambil keuntungan dari batik Pace tersebut. Selain sebagai upaya melindungi kekayaan budaya daerah, hak paten dapat menjadi bekal optimalisasi pengembangan kerajinan batik itu sendiri.

5. Kaya akan motif

Batik Pace memiliki beragam motif pengembangan. Ada beberapa motif yang banyak diproduksi di Pacitan, antara lain: motif Pace Ceplok, Pace Galaran, Pace Sido Luhur.

Pace Ceplok, terdiri dari bentuk segi empat beraturan yang di dalamnya dibuat isi berupa buah pace yang disusun dibagian pojok-pojok segi empat. Segi-segi yang lain dibuat desain berupa bunga-bunga pace yang menyembul dari buahnya yang selang-seling.

Pace Galaran mengkombinasikan pace dengan latar belakang objek dibuat garis-garis mirip galar. Galar sendiri merupakan alas tempat tidur dari bambu. Objek berupa gambar buah pace mulai dari daun, buah, dan bunga yang tersebar merata di permukaan kain.

Pace Sido Luhur, motif pace dikombinasikan dengan motif klasik sido luhur. Buah pace yang disusun membentuk segi empat beraturan, berselang seling dengan motif kulit buah pace yang sedang ditumbuhi bunga-bunga diletakkan pada bagian dalam.

Itulah lima keunikan motif batik Pace asal Pacitan. Dengan mengetahui kekayaan budaya asli daerah, harapannya dapat menjadi pendorong untuk melestarikan dan melindungi budaya tersebut agar tetap eksis di tengah arus globalisasi.

Penulis : Risma Wigati

Editor : Herlianto. A

Tags: BatikBatik PaceBatik PacitanBudaya PacitanSejarah Pacitan

Related Posts

Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Next Post
Masjid Agung, salah satu masjid tertua dan ikonik di Kota Malang/tugu malang

Masjid Agung Jami’ Tertua di Kota Malang, Berusia 146 Tahun

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.