Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Life Style

Apa Itu FOMO? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya di Era Media Sosial

Redaksi by Redaksi
Maret 17, 2026 2:10 pm
in Life Style
Fomo

Ilustrasi perbedaan FOMO dan JOMO (Foto: Pinterest @Maria Garcia)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pernah merasa tertinggal saat melihat unggahan teman yang sedang berlibur, makan di restoran populer, atau merayakan pencapaian besar di media sosial? Jika iya, bisa jadi kita sedang mengalami fenomena FOMO atau Fear of Missing Out.

Melalui unggahan video di kanal YouTube Greatmind bertajuk “On Marissa’s Mind: FOMO”, Marissa menjelaskan bahwa FOMO merupakan bentuk kecemasan yang muncul ketika seseorang mengetahui orang lain tengah mengalami hal menyenangkan tanpa melibatkan dirinya.

READ ALSO

4 Cafe Unik di Malang dengan Pengalaman Nongkrong Berbeda

5 Rekomendasi Tempat Belanja Murah untuk Mahasiswa di Malang

“FOMO membuat kita lebih fokus pada apa yang terjadi di luar sana, daripada sepenuhnya hadir dalam pengalaman yang ada di depan mata,” ungkap Marissa dalam video tersebut.

Fenomena ini kian masif seiring kehadiran media sosial yang terus menyajikan kehidupan orang lain selama 24 jam tanpa henti. Tanpa disadari, intensitas paparan ini mendorong seseorang untuk terus membandingkan realitas diri dengan kehidupan orang lain yang tampak sempurna.

Menariknya, Marissa juga mengutip pandangan dari The School of Life yang membagi cara pandang seseorang terhadap FOMO ke dalam dua perspektif utama.

Baca juga: Fenomena FOMO: Takut Ketinggalan Tren di Kalangan Generasi Z

Romantik vs Klasik

1. Perspektif Romantik

Orang dengan kecenderungan perspektif romantik biasanya percaya bahwa kehidupan yang menarik selalu berada di tempat lain. Kelompok ini merasa perlu berada di lingkungan yang dianggap sukses, glamor, dan penuh pencapaian agar merasa bernilai. Akibatnya, mereka mudah merasa tertinggal ketika tidak menjadi bagian dari lingkungan tersebut.

2. Perspektif Klasik

Sebaliknya, individu dengan perspektif klasik memiliki standar kebahagiaan yang lebih sederhana. Mereka cenderung menghargai momen kecil, seperti menikmati alam atau berbincang bersama keluarga. Meski demikian, tipe klasik tetap berpotensi mengalami FOMO ketika merasa melewatkan momen bermakna yang bersifat personal.

Dampak dan Pemicu Utama FOMO

Marissa menekankan bahwa penggunaan ponsel yang terlalu intens menjadi salah satu pemicu utama munculnya FOMO. Selain faktor teknologi, penelitian juga menunjukkan bahwa individu yang merasa kesepian, memiliki kepercayaan diri rendah, atau cenderung berpikiran negatif terhadap diri sendiri lebih rentan mengalami fenomena ini.

Jika dibiarkan, FOMO tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga berisiko memicu stres kronis, gangguan kecemasan, hingga masalah tidur yang serius. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk memutus rantai kecemasan tersebut.

Beralih dari FOMO ke JOMO

  • Batasi Screen Time

    Kurangi durasi penggunaan media sosial secara bertahap agar tidak terus membandingkan diri dengan orang lain. Dengan begitu, kita dapat lebih fokus pada diri sendiri, termasuk hobi dan hal-hal yang benar-benar disukai.

  • Self-Compassion

    Bangun sikap welas asih terhadap diri sendiri. Sadari bahwa apa yang terlihat di media sosial hanyalah potongan kecil dari kehidupan seseorang, bukan gambaran utuh yang sebenarnya.

  • Koneksi Nyata

    Perbanyak interaksi langsung dengan keluarga, teman, atau orang-orang baru di lingkungan sekitar untuk mengurangi rasa kesepian.

Marissa juga memperkenalkan konsep JOMO atau Joy of Missing Out. JOMO merupakan kebalikan dari FOMO, di mana seseorang justru merasa bahagia dan tenang ketika tidak terlibat dalam hiruk-pikuk tren atau aktivitas orang lain.

“Waktu kita terbatas. Ketika kita menyadarinya, kita bisa mulai menemukan kebahagiaan dari apa dan siapa yang ada di sekitar kita saat ini,” pungkas Marissa.

Memahami FOMO menjadi langkah awal untuk bersikap lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sebab, kebahagiaan sejati kerap hadir ketika kita berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan mulai mensyukuri perjalanan hidup sendiri.

Related Posts

Salah satu cafe unik di Malang, Selak Kopi. (Foto: Instagram @selakkopi)
Life Style

4 Cafe Unik di Malang dengan Pengalaman Nongkrong Berbeda

Senin, 27 Apr 2026
Ilustrasi mahasiswa belanja bulanan di pusat perbelanjaan. (Foto: Pinterest/ The New York Times)
Life Style

5 Rekomendasi Tempat Belanja Murah untuk Mahasiswa di Malang

Kamis, 23 Apr 2026
Jilbab
Life Style

Gaya Khimar Panjang ala Intan Khasanah, Tren Baru Pengganti Jilbab Jahat

Kamis, 23 Apr 2026
color theory
Life Style

Memahami Color Theory dalam Makeup, Ini Fungsi Color Corrector untuk Wajah Lebih Merata

Jumat, 10 Apr 2026
skincare
Life Style

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum: Fungsi serta Urutan Skincare yang Benar

Kamis, 9 Apr 2026
Toko Skwero yang menjual perintilan lucu di Kayutangan Malang. (Foto: Instagram @skwero_)
Life Style

Toko Perintilan Lucu di Kayutangan Kota Malang yang Wajib Dikunjungi

Jumat, 3 Apr 2026
Next Post
Petugas memadamkan api yang membakar laundry di Pagelaran. Foto: Damkar Kabupaten Malang

Laundry di Pagelaran Kebakaran, 1 Tewas 3 Luka-luka

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.