Malang, Tugumalang.id – Dalam dunia tata rias, concealer sering kali dianggap sebagai solusi utama untuk menutupi kekurangan pada wajah. Namun, dalam beberapa kondisi, warna kemerahan atau lingkaran gelap di bawah mata masih terlihat samar, bahkan terkadang berubah menjadi abu-abu setelah ditutupi. Kondisi ini menunjukkan bahwa concealer saja tidak selalu cukup.
Solusi untuk permasalahan tersebut sebenarnya terletak pada pemahaman dasar seni rupa, yakni implementasi color theory dalam makeup melalui penggunaan color corrector. Teknik ini menjadi kunci untuk mendapatkan hasil riasan yang lebih natural dan merata.
Color corrector merupakan produk makeup yang dirancang khusus untuk menetralkan warna kulit yang tidak merata, seperti kemerahan akibat iritasi, hiperpigmentasi bekas jerawat, hingga lingkaran gelap di bawah mata. Produk ini digunakan sebagai lapisan dasar sebelum pengaplikasian alas bedak atau foundation, sehingga hasil makeup tampak lebih halus dan menyatu dengan warna kulit.
Prinsip Dasar Color Theory dalam Makeup
Prinsip kerja color corrector didasarkan pada roda warna atau color wheel. Dalam teori ini, warna yang saling berlawanan pada roda warna akan menetralkan satu sama lain ketika digabungkan.
Sebagai contoh, warna hijau berada berseberangan dengan warna merah. Oleh karena itu, warna hijau digunakan untuk meredam kemerahan pada kulit. Prinsip inilah yang menjadi dasar penggunaan color corrector dalam teknik makeup profesional.
Baca juga: Beda Bentuk Sponge Make Up, Beda Fungsinya? Simak Penjelasan Kelebihan dan Kekurangannya!
Klasifikasi Warna Color Corrector dan Fungsinya
Secara umum, terdapat empat warna utama color corrector yang sering digunakan untuk mengatasi berbagai masalah warna kulit.
1. Hijau
Warna hijau berfungsi untuk menetralkan kemerahan pada wajah yang disebabkan oleh iritasi, jerawat, maupun paparan sinar matahari atau sunburn.
2. Oranye
Warna oranye digunakan untuk menetralkan area gelap kebiruan pada bawah mata serta hiperpigmentasi bekas jerawat. Warna ini dinilai efektif bagi pemilik kulit sawo matang hingga gelap atau deeper skin tones.
3. Peach
Warna peach memiliki fungsi serupa dengan warna oranye, namun lebih cocok digunakan oleh pemilik kulit cerah atau light skin tones untuk menyamarkan lingkaran gelap di bawah mata.
4. Ungu
Warna ungu efektif untuk mengatasi kulit yang tampak kusam atau cenderung kekuningan atau sallowness. Penggunaan warna ini mampu memberikan efek wajah yang terlihat lebih cerah dan segar secara instan.
Catatan Penting untuk Kesehatan Kulit
Meskipun color corrector mampu menyamarkan warna kulit yang tidak merata secara instan, penting untuk dipahami bahwa produk ini bersifat dekoratif dan sementara. Color corrector tidak dapat mengatasi akar permasalahan kulit secara medis.
Untuk mengatasi masalah kulit secara mendasar, disarankan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit atau profesional medis agar mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding / Magang
redaktur: jatmiko





























