Malang, Tugumalang.id-Apa itu doxxing? Praktik yang juga dieja “doxing” ini merujuk pada upaya netizen menggunakan internet untuk mencari dan mengumpulkan informasi pribadi seseorang, lalu menyebarkannya secara publik di dunia maya.
Istilah ini berasal dari kata “dokumen”, yang merupakan bentuk singkat dari “dropping dox”, sebuah metode balas dendam yang muncul sejak budaya peretas pada awal 1990-an.
Cara Kerja Doxxing
Internet memudahkan siapa pun menemukan informasi yang tersedia secara umum, seperti nomor telepon rumah atau alamat surat, hanya dengan mengetahui nama seseorang. Berbagai situs direktori yang bekerja layaknya buku telepon modern juga semakin mempermudah pencarian tersebut.
Namun doxxing melampaui sekadar pencarian kontak biasa. Para pelaku doxxing sering berusaha menghubungkan profil daring anonim di media sosial dengan identitas asli seseorang. Setelah itu, mereka mengungkapkan nama asli beserta detail pribadi lainnya, mulai dari alamat rumah, nomor ponsel yang tidak terdaftar, nomor Jaminan Sosial, nama anggota keluarga, hingga informasi rekening bank.
Seperti pencurian identitas, doxxing kerap dilakukan dengan metode investigasi tidak bermoral, misalnya menguntit profil media sosial untuk mencari nama hewan peliharaan, nama gadis ibu, atau petunjuk lain yang bisa digunakan menebak kata sandi atau menjawab pertanyaan keamanan.
Baca juga: MMGA Bantah Lakukan Serangan Doxxing Terhadap 2 Jurnalis Nusadaily.com
Berbeda dengan pencurian identitas, tujuan doxxing umumnya adalah pembalasan, pelecehan, atau penghinaan, bukan mengakses rekening keuangan. Setelah detail pribadi korban disebarkan secara publik, tidak ada yang bisa memastikan bagaimana informasi itu akan digunakan oleh pengguna internet lainnya.
Korban Doxxing
Baik masyarakat umum maupun tokoh publik bisa menjadi korban doxxing. Praktik ini, meskipun meresahkan, sering kali tetap legal selama informasi yang dipublikasikan berada di domain publik. Meski demikian, komunitas besar seperti Reddit menolak praktik ini.
Pada tahun 2013, istilah dan praktik doxxing mendapat perhatian luas ketika sejumlah selebritas, termasuk Beyoncé, Ashton Kutcher, dan Hillary Clinton, menghadapi penyebaran informasi pribadi seperti alamat rumah dan nomor telepon seluler mereka secara daring.
Belakangan, istilah “doxxing” digunakan—kadang menimbulkan kontroversi—untuk menggambarkan praktik jurnalis investigasi yang memakai teknik serupa dalam mengidentifikasi target liputan mereka.
Cara Melindungi Diri dari Doxxing
Doxxing dapat berujung pada ancaman serius, termasuk ancaman pembunuhan atau orang yang datang langsung ke alamat Anda. Karena itu, perlindungan diri menjadi sangat penting. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Gunakan jaringan pribadi virtual (VPN).
VPN membantu menjaga privasi informasi Anda agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku doxxing melalui penyedia layanan internet.
Buat kata sandi yang lebih kuat.
Hindari menggunakan satu kata sandi untuk semua akun. Buat kata sandi unik yang tidak mudah ditebak.
Sembunyikan informasi pendaftaran domain.
Informasi dalam basis data domain dapat mencantumkan data pribadi seperti alamat rumah.
Gunakan akun email terpisah.
Memisahkan email untuk keperluan finansial dan aktivitas sosial daring membuat pelaku tidak memiliki akses ke semua informasi Anda.
Hindari menyebarkan detail pribadi di internet.
Jangan membagikan tanggal lahir, kota asal, atau informasi pribadi lainnya agar akun Anda tidak mudah ditelusuri atau diretas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko





























