MALANG, Tugumalang.id – Dunia bisnis yang terus berubah membuat pelaku bisnis perlu mencari ide-ide kreatif dan memenangkan pangsa pasar dengan strategi yang sama.
Untuk memenangkan hal tersebut, pelaku bisnis perlu untuk menerapkan inovasi yang tidak terpikirkan oleh pesaing bisnis. Salah satunya adalah Blue Ocean Strategy.
“Strategi Samudra Biru” mengajak pebisnis untuk berpikir di luar batasan dan menciptakan ruang pasar baru yang belum tersentuh atau belum terlaksana.
Sehingga memungkinkan bisnis untuk berkembang tanpa harus bersaing secara langsung dengan kompetitor.
Baca Juga: Bisnis Tak Lagi Menarik, Produksi Apel di Kabupaten Malang Terus Menurun
Dengan fokus pada inovasi dan penciptaan nilai, strategi ini membuka peluang bagi perusahaan yang berani keluar dari zona nyaman dan mencari cara baru untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dalam artikel ini, kami akan mengulas apa itu strategi Blue Ocean? Mari simak pembahasannya!
Mengenal Blue Ocean Strategy
Strategi Blue Ocean adalah pendekatan bisnis yang berfokus pada menciptakan atau memperbarui produk dan layanan untuk menemukan ruang pasar baru yang belum dikuasai oleh pesaing, serta menciptakan permintaan baru.
Dengan kata lain, strategi Blue Ocean ini adalah strategi melepaskan diri dari kondisi Red Ocean. Kondisi Red Ocean adalah kondisi bisnis yang di mana memiliki persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan pasar yang sama dengan pesaing.
Pada kondisi tersebut, dimungkinkan terjadi adanya persaingan yang saling menjatuhkan sehingga bisa disebut sebagai persaingan tidak sehat.
Sedangkan, ada strategi Blue Ocean hampir tidak ada persaingan karena strategi ini dimulai dengan menciptakan pasar baru. Karena memiliki perbedaan dengan para pesaing, maka pasar akan lebih tertarik pada penggunaan strategi ini.
Pasar ini diciptakan dengan memiliki segmen yang khusus dengan memahami kebutuhan ceruk pasar yang belum tersentuh oleh pesaing.
Mengapa disebut Blue Ocean? Penamaan ini menggunakan analogi dari kondisi pasar yang luas dengan potensi yang lebih dalam untuk dieksplorasi seperti halnya laut yang sangat luas dan dalam.
Apa Perbedaan Blue Ocean dan Red Ocean?
Blue Ocean memiliki peluang yang lebih besar dalam menarik perhatian pasar, sedangkan Red Ocean memiliki peluang yang sangat kecil karena memiliki jenis bisnis yang cenderung sama.
Sehingga Red Ocean akan berlomba-lomba untuk memerangi kompetisi menarik pasar karena bersaing dalam pasar yang sudah ada, sedangkan Blue Ocean menjadikan pasar bukan sebagai bagian dari kompetisi karena pada dasarnya strategi ini menciptakan pasar yang belum ada pesaingnya.
Selain itu, strategi pada Blue Ocean yaitu menciptakan dan menerima permintaan baru sedangkan pada strategi Red Ocean yaitu mengeksploitasi permintaan yang ada.
Dengan kata lain, pada Red Ocean akan memulai bisnis dengan pasar yang sudah ada yang pada umumunya digunakan untuk profit oriented.
Four Actions Framework pada Blue Ocean Strategy
Meskipun menciptakan pasar baru pada strategi ini, namun tetap memungkinkan untuk adanya persaingan yang terjadi.
Untuk menghadapi persaingan dengan menerapkan strategi Blue Ocean, ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan oleh pebisnis antara lain:
1. Eliminate (Menghapus)
Dalam proses ini, perusahaan mengidentifikasi elemen-elemen atau faktor-faktor yang tidak memberikan nilai kepada masyarakat.
Elemen-elemen ini mungkin sudah usang, tidak relevan, atau tidak memberikan kontribusi yang berarti terhadap kepuasan pelanggan atau keberhasilan produk.
Dengan menghilangkan elemen-elemen tersebut, perusahaan dapat memangkas biaya yang tidak perlu dan menyederhanakan operasi mereka.
Contohnya, sebuah perusahaan penerbangan mungkin menghilangkan fasilitas makan gratis dalam penerbangan jarak pendek, karena banyak penumpang lebih memilih harga tiket yang lebih rendah dibandingkan dengan mendapatkan makanan gratis selama penerbangan.
2. Reduce (Mengurangi)
Pada tahap ini, perusahaan mengevaluasi elemen-elemen yang selama ini dianggap penting dan mempertimbangkan untuk menguranginya ke tingkat yang lebih rendah dari standar.
Elemen-elemen ini mungkin masih relevan, tetapi tidak memberikan nilai yang cukup signifikan untuk tetap dipertahankan.
Dengan mengurangi elemen-elemen ini, perusahaan dapat mengurangi biaya dan kompleksitas tanpa mengorbankan nilai inti bagi pelanggan.
Contohnya, sebuah produsen mobil mungkin mengurangi jumlah fitur-fitur elektronik canggih yang hanya digunakan oleh sebagian kecil pelanggan, sehingga dapat menawarkan model dengan harga lebih terjangkau bagi pasar yang lebih luas.
3. Raise (Meningkatkan)
Di sini, perusahaan mengidentifikasi elemen-elemen yang selama ini dianggap penting dan berupaya meningkatkan kualitas atau kuantitasnya.
Tujuannya adalah untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar, meningkatkan kepuasan, dan membedakan diri dari kompetitor.
Peningkatan ini harus relevan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, sehingga mereka merasa mendapatkan lebih dari yang diharapkan.
Contohnya, sebuah hotel mungkin meningkatkan kualitas layanan pelanggannya dengan menyediakan layanan concierge 24 jam, fasilitas kamar yang lebih mewah, dan pengalaman menginap yang lebih personal dibandingkan dengan hotel-hotel biasa.
4. Create (Menciptakan)
Langkah ini melibatkan penciptaan elemen-elemen baru yang belum pernah ditawarkan. Elemen-elemen ini dirancang untuk menciptakan sumber nilai baru dan permintaan baru di pasar, sehingga perusahaan dapat menarik pelanggan yang sebelumnya belum dilayani.
Dengan menciptakan elemen-elemen inovatif ini, perusahaan dapat membuka ruang pasar baru dan menghindari persaingan langsung dengan kompetitor.
Kelebihan dan Kekurangan Blue Ocean Strategy
Kelebihan Blue Ocean Strategy:
– Keluar dari zona nyaman yang sudah ramai dan menciptakan pasar baru
– Peluang untuk mendapatkan profit lebih besar
– Lebih menarik perhatian pasar
– Memiliki kesempatan atau peluang untuk sukses dan melekat di hati pelanggan
Kekurangan Blue Ocean Strategy:
– Membutuhkan modal dan investasi yang cukup besar
– Belum terbentuknya customer base
– Perlu memberikan edukasi pada pelanggan untuk meminimalisir resiko kesalahpahaman mengenai produk atau layanan yang dipasarkan
Tips Menerapkan Blue Ocean Strategy
1. Fokus Pada Niche Market
Pelaku bisnis perlu menciptakan ceruk pasar atau niche market baru yang kreatif nyaris tidak pernah terpikirkan oleh pesaing.
Seperti contohnya, dengan mengangkat tema industri permainan yang secara tradisional didominasi oleh laki-laki.
Namun, pandemi telah mengubah hal tersebut dengan adanya ceruk pelanggan yang sebenarnya dalam menggali sub-ceruk yang ada, yaitu perempuan.
2. Menciptakan Inovasi
Dengan menerapkan starategi Blue Ocean, maka pebisnis diharuskan untuk menciptakan produk atau layanan yang inovatif.
Produk yang memiliki keunikan akan memberikan value tersendiri yang belum dimiliki oleh pesaing lainnya.
3. Membuat Slogan yang Unik
Slogan dapat memberikan gambaran terhadap identitas bisnis. Identitas tersebut yang akan membantu untuk membangun kesadaran merek pada pelanggan tentang hal-hal yang ditawarkan oleh sebuah bisnis.
Pada dunia bisnis, kemampuan untuk berinovasi dan menemukan cara baru untuk memenangkan pasar menjadi kunci kesuksesan. Di sinilah strategi Blue Ocean memainkan peran penting.
Dengan memahami prinsip-prinsip dasarnya dan menerapkannya dengan tepat, sebuah bisnis dapat menciptakan ruang pasar baru, menghindari persaingan yang sengit, dan mencapai pertumbuhan yang signifikan.
Namun, strategi Blue Ocean bukanlah sekadar tentang menciptakan produk atau layanan baru, ini tentang berpikir di luar batasan dan menemukan cara-cara inovatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi.
Selain itu strategi ini juga tentang menggabungkan kreativitas dengan pemahaman yang mendalam tentang pasar dan pelanggan.
Dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar, sebuah bisnis dapat membangun keunggulan kompetitif dan memimpin jalan menuju masa depan yang lebih cerah dalam dunia bisnis yang terus berubah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Malicha Allena (Magang)
Editor: Herlianto. A























