Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Antara Komitmen dan Ambisi, Refleksi bagi Pemimpin yang Nyalon Lagi

Redaksi by Redaksi
November 18, 2024 8:14 am
in Ruang Cendekia
Ilustrasi pemimpin. Foto/Pixabay

Ilustrasi pemimpin. Foto/Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Jakfar Shodiq, mahasiswa magister NPTU Taiwan

Tugumalang.id – Di tengah hiruk-pikuk politik dan proses pemilihan di Pilkada 2024, kita sering menemukan fenomena yang menarik: beberapa calon yang kembali mencalonkan diri, padahal masih memegang jabatan yang sebelumnya telah mereka emban dengan berbagai janji dan komitmen.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Tentu saja, antusiasme untuk mengabdi lebih luas dan ambisi untuk memberikan dampak positif lebih besar patut kita apresiasi.

Namun, kita juga perlu bertanya: benarkah pencalonan ini murni demi kepentingan masyarakat, atau ada keinginan lain yang melandasinya?

Baca Juga: Pengamat Sosial Politik Dorong Hasil Survei Elektabilitas Calon Pemimpin Kota Malang Dipublikasi

Jika mereka terpilih kembali dan harus melepaskan jabatan yang saat ini dipegang, tidakkah hal itu berarti mengingkari janji dan komitmen yang sebelumnya mereka buat?

Masyarakat menaruh harapan besar pada para pemimpin yang mereka pilih, mengingat jabatan publik adalah amanah yang menuntut dedikasi penuh.

Ketika seseorang memutuskan untuk maju lagi dalam pemilihan, sementara masih ada janji yang harus ditepati di posisi sebelumnya, muncul kekhawatiran bahwa komitmen lama terancam terabaikan.

Bagaimana mungkin mereka dapat memastikan keberlanjutan tugas dan amanah lama, ketika perhatian sudah diarahkan ke ambisi baru?

Kita tentu mendambakan pemimpin yang benar-benar hadir bagi rakyat, yang komitmennya pada jabatan bukan sekadar formalitas.

Baca Juga: Pilkada, Menyelamatkan Demokrasi dari Tangan Oligarki

Setiap jabatan publik mengandung tanggung jawab moral dan sosial yang besar, dan janji-janji yang diberikan dalam kampanye sebelumnya haruslah dipegang dengan teguh.

Namun, ketika calon pemimpin justru tergoda untuk maju lagi tanpa menyelesaikan amanah yang sedang diemban, wajar jika masyarakat mulai mempertanyakan komitmen mereka. Apakah ini benar-benar semangat pengabdian, atau sekadar hasrat untuk mengejar posisi baru?

Tindakan mencalonkan diri kembali juga berpotensi mengesankan bahwa jabatan terdahulu dianggap sebagai batu loncatan semata, bukan komitmen serius yang perlu dijaga.

Bayangkan jika mereka terpilih dan harus meninggalkan posisi lama, apakah tanggung jawab terhadap jabatan awal telah benar-benar selesai? Apakah ini bukan bentuk dari pengabaian janji-janji yang telah diberikan kepada masyarakat saat mereka pertama kali terpilih?

Kita semua tentu menginginkan pemimpin yang bisa kita percayai dan andalkan. Seseorang yang mengutamakan penyelesaian tugas yang telah diembannya tanpa tergoda untuk mengumpulkan jabatan lain. Bagi para calon pemimpin, ini seharusnya menjadi refleksi.

Menjadi pemimpin yang baik bukan hanya tentang berhasil menduduki jabatan, tetapi tentang kemampuan menjaga integritas dan komitmen. Jabatan publik bukanlah sekadar prestise, tetapi merupakan tanggung jawab untuk merealisasikan janji-janji kampanye dan komitmen yang sebelumnya diucapkan.

Sebagai masyarakat yang bijak, kita perlu mempertimbangkan hal ini dalam memilih. Tentu kita semua berharap para pemimpin kita tidak mudah teralihkan oleh ambisi baru, terutama bila amanah sebelumnya belum sepenuhnya dijalankan.

Kualitas kepemimpinan tidak dilihat dari berapa kali mereka terpilih, tetapi dari seberapa baik mereka menepati janji dan komitmen yang telah diberikan.

Masyarakat berharap pemimpin hadir bukan hanya untuk sekadar meraih jabatan baru, tetapi juga untuk menuntaskan amanah dengan dedikasi tinggi. Rakyat ingin melihat bukti, bukan sekadar janji yang berulang.

Harapan kita sederhana: pemimpin yang teguh pada komitmen, yang mengedepankan pengabdian nyata di atas ambisi pribadi, yang hadir secara penuh untuk menyelesaikan tugas yang telah diamanahkan, bukan hanya untuk mencari jabatan baru.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: demokrasiMemilih PemimpinPemimpinPilkada

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Dosen Departemen Psikologi UM, Dr. Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi, Ph.D berpose bersama akademisi University Malaya, Prof. Dr. Ahmad Zabidi bin Abdul Razak dimana keduanya melaksanakan kolaborasi riset internasional. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UM.

Fakultas Psikologi UM Kolaborasi Riset Internasional Tentang Kepemimpinan Berbasis Psikologis di Perguruan Tinggi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.