Kota Batu, Tugumalang.id – Kendaraan wisata ‘Kawanku’ yang digagas oleh para pelaku transportasi Kota Batu, Jawa Timur akhirnya resmi dapat beroperasi. Mobil shuttle modifikasi dari mobil angkot ini rencana sudah akan beroperasi per Oktober 2023.
Informasi dihimpun, 5 dari 12 unit mobil yang diajukan ke Kementerian Perhubungan telah keluar izin operasionalnya. Izin ini dibutuhkan karena mobil angkot ini mengalami perubahan bentuk.
Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Batu, Chilman Suadi membenarkan jika dalam waktu dekat, mobil wisata ini sudah bisa beroperasi. Menurut dia, sudah ada 5 unit kendaraan yang sudah keluar izinnya setelah melalui uji fisik.
Baca Juga: Supir Angkot di Kota Batu Bangun Mobil Wisata, Ini Penampakannya
“Nanti masih ada tahapan selanjutnya yang harus dilalui lagi mengurus izin Online Single Submission (OSS),” ungkap Chilman, Selasa (17/10/2023).
Chilman menambahkan jika program Kawanku ini tidak memakai dana APBD mengingat gagasannya datang dari supir angkot. “Kami hanya memfasilitasi perizinannya,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Organda Kota Batu, Heri Junaedi turut bangga program ini dapat berjalan. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengurus izin operasional mobil shuttle ini.
“Tinggal butuh waktu sedikit saja, kendaraan wisata ini bisa segera beroperasi melayani wisatawan,” tuturnya.
Nantinya, operasional mobil Kawanku ini akan mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti digandengkan dengan pelaku wisata lain. Dimana paket-paket wisata yang ada bisa menggandeng mobil shuttle ini sebagai transportasinya.
Seperti diketahui, program Kawanku ini diangun dari hasil patungan bahkan biaya sendiri sopir Angkutan Umum dan Odong-Odong. Alternatif kendaraan ini muncul akibat konflik antara supir angkot dan odong-odong.
Akhirnya dibuat jalan tengah dengan memodifikasi mobil angkot namun dengan tampilan berbeda. Ini dibuat sebagai solusi agar pengusaha angkot tetap dapat bertahan hidup dan diberi ruang kontribusi terhadap sektor pariwisata. Selain itu, diharapkan juga wisatawan dapat memiliki sejumlah kendaraan alternatif wisata selain dokar.
Dibuatnya mobil wisata hasil modifikasi dari mobil angkot ini agar dapat menarik wisatawan untuk menggunakan transportasi umum yang sudah resmi. Hanya saja waktu itu marak kehadiran mobil odong-odong dan menuai polemik. Sehingga, muncullah ide membuat mobil wisata ini.
BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News
reporter: ulul azmy
editor: jatmiko





























