Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Akademisi di Malang Kritisi Rendahnya Keteladanan Moral Pemimpin Era Jokowi

Redaksi by Redaksi
Februari 5, 2024 5:59 pm
in Peristiwa
Calon Jemaah Haji,Calon Jemaah Haji di Kota Batu,Tes Kesehatan - 158 Calon Jemaah Haji di Kota Batu Mulai Jalani Tes Kesehatan

Sejumlah akademisi dan masyarakat sipil Malang Raya melakukan aksi di Alun Alun Tugu Kota Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

 

Malang – Sejumlah akademisi dan masyarakat sipil di Malang Raya melakukan aksi Seruan Luhur di Alun Alun Tugu, Kota Malang pada Senin (5/2/2024). Mereka mengkritisi atas rendahnya keteladanan moral dan etika pemimpin negeri di era Jokowi.

READ ALSO

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi di Malang hingga masyarakat sipil tampak melakukan orasi dalam aksi bertajuk ‘Indonesia Krisis Kepemimpinan dan Keteladanan Bangsa’ tersebut.

Perwakilan akademisi Malang Raya, Purnawan Dwikora Negara mengajak masyarakat untuk mengais sisa sisa nilai etika dan tetap menerapkannya di lingkungan keluarga. Hal ini untuk menyikapi kondisi Indonesia saat ini. Baginya, hukum maupun demokrasi yang baik, didasari oleh perilaku yang luhur.

“Sebetulnya penguat utama (nilai etika) adalah keteladanan moral dari pemimpin bangsa. Kalau pemimpinnya memberikan teladan teladan yang negatif, etika yang ada di masyarakat lama lama juga akan ikut tergerus,” ucapnya.

Dia juga mencontohkan cara menerapkan etika yang baik dalam lingkungan keluarga. Salah satunya dengan memberikan contoh cara mengatre yang baik hingga cara menghargai orang yang lebih tua.Akademisi di Malang

“Jangan ajarkan anak dengan hal hal yang normatif. Tapi ajarkan anak kita cara antre yang baik, menghargai orang tua dan ajarkan kejujuran. Karena kita sedang mengalami degradasi atau erosi moral dan rendahnya keteladanan moral pemimpin bangsa,” tuturnya.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, Kementan RI Godok Regulasi Standarisasi Hasil Pertanian

Lebih lanjut, dia juga menyoroti rendahnya etika yang juga tampak pada debat capres yang ditonton seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Dia menyayangkan ketidaksantunan salah satu cawapres muda kepada cawapres yang lebih tua yang bahkan juga seorang profesor.

“Contoh paling sedih lagi, Ketua KPK yang harusnya meneladankan untuk tidak korupsi. Tapi apa yang terjadi saat ini justru menjatuhkan keteladanan pemimpin,” ujarnya.

Selain itu, dia juga memandang masih banyak pimpinan partai partai saling sindir bahkan menunjukkan praktek bagi bagi kekuasaaan. Hal hal itu menurutnya sangat memprihatinkan.

“Tidaklah terjadi kerusakan rakyat kecuali dengan kerusakan penguasa. Tidaklah rusak penguasa kecuali kerusakan ulama,” ucapnya mengutip tokoh Islam Al Gazali.

Baca Juga: Angka Pernikahan Dini Tinggi di Kabupaten Malang, Akademisi UM Kembangkan Media “Unsolved Sexual and Reproductive Health Case”

“Kalau ulama diam saja, maka semuanya akan seperti itu. Kami juga prihatin beberapa ulama juga berpolitik. Kami merindukan keteladanan moral pemimpin dan tokoh bangsa,” lanjutnya.

Adapun dalam aksi Seruan Luhur itu, para akademisi dan masyarakat sipil Malang Raya menyuarakan 6 poin.

1. Mendesak Pemimpin Negara, Pemimpin Bangsa, dan Pemimpin Masyarakat untuk memberikan keteladanan etika/moral dan praktik kenegarawanan dalam kehidupan berbangsa bernegara.

2. Menuntut para Pemimpin Partai Politik, Para Capres Cawapres, para Calon Legislatif untuk berpolitik secara santun mengedepan etika dan budaya malu.

3. Menuntut Presiden beserta semua aparatur pemerintahan untuk berhenti menyalahgunakan kekuasaan dengan tidak mengerahkan dan tidak memanfaatkan sumber daya negara untuk kepentingan politik praktis.

4. Menyeru DPR dan DPRD untuk tidak diam membisu agar selalu aktif mengkoreksi sebagai fungsi jalannya demokrasi dan justru tidak menyanderanya untuk kepentingan partainya, golongannya atau pribadinya.

5. Mengajak masyarakat Indonesia untuk terlibat pemilu yang JURDIL dan berani mengawasinya guna memperolah pemerintahan dengan legitimasi kuat berbasis penghormatan suara rakyat.

6. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mempertahankan dan mencari sisa sisa nilai etika kehidupan berbangsa pada diri masing masing. Hal ini guna kemartabatan bangsa Indonesia di tengah rendahnya martabat dan keteladanan para Pemimpin Negara, Pemimpin Bangsa dan Pemimpin Masyarakat.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: akademisiAkademisi MalangMoral Demokrasi Presiden JokowiPresiden Jokowi

Related Posts

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sidak di SPBU Mergan (M Sholeh)
Peristiwa

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Next Post
PJ Wali Kota Malang

Lewat Budidaya Ikan di Kolam Terpal, Pj Wali Kota Malang: Sekali Pukul Tangani Kemiskinan, Inflasi, dan Stunting

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.