Tugumalang.id – Air Sungai Brantas di kawasan Mergosono, Kota Malang mendadak berubah warna menjadi ungu gelap pada Minggu (27/9/2026). Kondisi itu sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Terbaru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah melakukan pengecekan dan memeriksa 12 industri di sekitar aliran sungai itu.
Seorang warga setempat, Agus membenarkan kejadian air sungai berubah warga menjadi ungu itu. Ia sempat melihatnya di siang hari. Dikatakan, dugaan pencemaran air itu berlangsung sekitar satu jam, sebelum warna air kembali normal.
Baca Juga: Geger Video Asusila di Tepi Sungai Brantas, Polres Malang Lakukan Penyelidikan
“Sepertinya itu limbah pabrik yang dibuang ke sungai. Tapi kurang tau memang dari limbah pabrik atau bukan,” ucapnya, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, kejadian pembungan limbah itu juga sudah pernah terjadi beberapa tahun lalu. Baru baru ini, kejadian pencemaran air terjadi lagi dan viral di media sosial.
“Kalau dulu ada baunya, kalau yang kemarin gak ada, cuma warnanya aja ungu,” ungkapnya.
Terpisah, Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang mengatakan bahwa timnya sudah melakukan pengecekan sample air ke lokasi sehari pasca kabar pencemaran air sungai itu muncul.
Baca Juga: Tinggalkan Helm dan Jaket, Seorang Pria Hilang di Jembatan Sungai Brantas Kepanjen
“Ini sample masih diuji di laboratorium, biasanya keluar sekitar 14 hari. Jadi kami belum bisa memastikan itu limbah berbahaya atau tidak,” ungkapnya, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, kondisi air saat ini sudah terpantau berwarna normal. Pemeriksaan awal juga menunjukkan bahwa baku mutu air itu masih standar. Meski begitu, pihaknya juga masih menanti hasil uji sample dari laboratorium.
Lebih jauh, ia juga menyampaikan bahwa perubahan warna itu diduga akibat limbah buangan industri. Kini, pihaknya juga tengah menyisir dan memeriksa 12 industri disekitar lokasi.
“Ini teman teman mengecek semua industri industri itu,” ujarnya.
Raymond menyebutkan, dugaan kuat limbah tersebut berasal dari industri kulit. Mengingat, industri tersebut terdapat proses pewarnaan dalam pengolahan produknya.
“Kalau indikasinya mungkin bisa jadi dari pabrik. Kalau yang di situ yang pewarna kan pabrik kulit,” ungkapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































