Malang, Tugumalang.id – Di tengah memuncaknya eskalasi konflik Perang Dingin pada 1960-an, muncul sebuah eksperimen paling aneh sekaligus ambisius dalam sejarah intelijen dunia. Proyek tersebut dikenal sebagai Acoustic Kitty, sebuah operasi rahasia CIA yang menggunakan kucing sebagai mata-mata untuk menyadap percakapan musuh.
Proyek ini disebut-sebut menghabiskan dana hingga 15 juta dolar AS. Alih-alih memasang alat penyadap statis yang mudah terdeteksi, ilmuwan CIA justru melakukan prosedur bedah terhadap seekor kucing untuk mengubahnya menjadi perangkat penyadap berjalan.
Operasi Rahasia CIA: Kucing Sebagai Mata-mata
Dalam eksperimen tersebut, ilmuwan CIA menanam mikrofon di dalam saluran telinga kucing. Pemancar radio kemudian disembunyikan di bawah kulit di pangkal tengkorak, sementara baterai ditanam di dalam dada kucing.
Untuk menunjang fungsi penyadapan, antena berupa kabel halus dijalin melalui bulu ekor kucing yang panjang. Secara teknis, eksperimen ini dinilai cukup canggih pada masanya dan dianggap sebagai terobosan baru dalam dunia spionase.
Namun, tantangan terbesar justru datang dari sifat alami kucing itu sendiri. Dalam uji coba awal, kucing tersebut sering meninggalkan “posisinya” karena merasa lapar atau terdistraksi oleh hal lain di sekitarnya.
Baca juga: Penitipan Kucing Terbaik di Malang saat Mudik Lebaran, Aman dan Nyaman untuk Anabul Kesayangan
Untuk mengatasi kendala tersebut, ilmuwan kembali melakukan pembedahan dengan tujuan menghilangkan rasa lapar pada kucing agar tetap fokus pada target. Setelah lima tahun pelatihan dan persiapan, proyek Acoustic Kitty akhirnya siap diuji di lapangan.
Target pertama adalah dua pria yang duduk di sebuah bangku taman di luar Kedutaan Besar Soviet di Washington, D.C. CIA kemudian melepaskan kucing tersebut dari sebuah van dengan harapan ia berjalan santai menuju target.
Namun, misi tersebut berakhir tragis. Baru beberapa langkah menuju jalan raya, kucing tersebut tertabrak taksi dan tewas seketika. Operasi pun gagal sebelum sempat dimulai.
Baca juga: Oksitosin: Rahasia Ikatan Ajaib antara Kucing dan Manusia
Kegagalan Paling Absurd dalam Sejarah Spionase
Kegagalan tersebut menjadi pukulan besar bagi CIA. Pada tahun 1967, proyek Acoustic Kitty akhirnya dihentikan setelah dinilai tidak efektif untuk kebutuhan intelijen.
Dalam memo yang dideklasifikasi pada tahun 2001, pejabat CIA menyimpulkan bahwa meskipun secara teknis memungkinkan melatih kucing melakukan perjalanan jarak pendek, penggunaan metode tersebut tidak praktis dalam kondisi nyata.
“Faktor lingkungan dan keamanan dalam penggunaan teknik ini di dunia nyata membuat kami percaya bahwa ini tidak praktis untuk kebutuhan intelijen kami,” tulis pejabat CIA dalam memo tersebut.
Meski sempat dianggap sebagai ide inovatif, proyek Acoustic Kitty akhirnya dikenang sebagai salah satu eksperimen paling mahal sekaligus paling absurd dalam sejarah spionase Amerika Serikat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























