Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Mimpi Pengusaha Muda Bawa Kota Batu Mendunia Lewat Apel Celup

Redaksi by Redaksi
April 23, 2024 12:11 pm
in Insight
Alfredo Dhilan, pengusaha muda di Kota Batu punya mimpi bawa Kota Batu mendunia lewat Apel Celup. Foto: Instagram @apelcelup

Alfredo Dhilan, pengusaha muda di Kota Batu punya mimpi bawa Kota Batu mendunia lewat Apel Celup. Foto: Instagram @apelcelup

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Alfredo Dhilan namanya. Melihat potongan pemuda asli Kota Batu, Jawa Timur, ini tak terlihat seperti pengusaha muda lainnya. Namun di dalam benaknya tersimpan mimpi besar membawa nama Kota Batu mendunia, lewat produk inovasinya bernama Apel Celup.

Apel Celup menjadi harapan baru bagi petani apel untuk terus bertahan meski dari tahun ke tahun produktivitasnya kian menurun. Tak hanya dijadikan keripik, rupanya buah ikon Kota Batu itu juga bisa dijadikan sebagai minuman serupa teh celup.

READ ALSO

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Apel celup menjadi solusi bagi para petani apel yang selama ini kebingungan menjual hasil panen yang tidak lolos sortir. Mas Edho, begitu ia biasa dipanggil menjumpai masalah itu karena dirinya sekeluarga juga petani apel.

Baca Juga: Bisnis Tak Lagi Menarik, Produksi Apel di Kabupaten Malang Terus Menurun

Alfredo Dhilan, pengusaha muda di Kota Batu saat menunjukkan produk bikinannya Apel Celup. Foto: Azmy
Alfredo Dhilan, pengusaha muda di Kota Batu saat menunjukkan produk bikinannya Apel Celup. Foto: Azmy

Di keluarganya, Edho menjadi generasi ketiga yang memiliki idealisme untuk mempertahankan apel sebagai ikon kotanya. Saat itu, Edho berpikir bahwa semua grade apel seharusnya bisa diolah sehingga petani tak lagi bingung ‘membuang’ apelnya.

Selain keripik, masih ada alternatif olahan lain untuk dijadikan cuka atau wine. Hingga kemudian Edho menemukan formulasi produk lain yang menurutnya unik dan ikonik. Yakni dirupakan dalam bentuk teh apel celup.

“Apel celup ini saya kira akan sangat ikonik. Secara kemasan juga pantas dijadikan oleh-oleh. Dibawa ringan, juga sehat tanpa pengawet dan pemanis buatan. Kalau keripik kan sudah banyak,” kata Dhilan pada tugumalang.id

Sempat Ditolak Toko-toko Besar

Pria kelahiran 29 Agustus 1992 itu memberanikan diri bereksplorasi membuat apel celup. Bermodal semangat, ia mengolah apel-apel ini secara manual tanpa bantuan alat-alat canggih. Mulai proses pengeringan, penggilingan hingga pengemasan, semua diproses secara manual.

Baca Juga: Produksi Apel Kota Batu Terus Menurun akibat Degradasi Tanah

Berbagai varian rasa produk Apel Celup. Foto: Instagram Apel Celup
Berbagai varian rasa produk Apel Celup. Foto: Instagram Apel Celup

Ia memulai uji coba mengolah produk ini secara trial and error sejak 2012. Meski idenya belum matang sepenuhnya, pada 2015-an, pria kelahiran Dusun Gondang, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ini nekat memasarkan hasil produknya ke toko oleh-oleh di kota wisata itu.

”Dulu inget sih produksi awal itu ada 100-200 boks. Waktu itu memang belum matang, tapi nekat saja. Keliling toko-toko besar, tapi ditolak semua. Emang masih jelek sih. Dari situ, saya mulai belajar banyak,” ungkap salah satu caleg muda dari Partai Golkar tersebut.

Sejak saat itu, alumnus Teknik Pengairan Bangunan Air UB 2010 itu giat belajar dan mencari referensi bisnis dan mengikuti berbagai kompetisi. Di situlah ia mendapat kritik dan saran yang membangkitkan semangatnya.

Penampakan pabrik apel celup di tengah kebun apel miliknya di Desa Tulungrejo Kota Batu bak di luar negeri. Foto: Azmy
Penampakan pabrik apel celup di tengah kebun apel miliknya di Desa Tulungrejo Kota Batu bak di luar negeri. Foto: Azmy

“Ingat waktu itu ada omongan orang yang bikin saya tertampar. Kira-kira tahun 2017. Dia bilang gini, bikin usaha itu gampang. Cita rasa, desain, keuangan, semua bisa kita lakukan. Cukup hire saja orang yang ahli keuangan, desainer dan lain-lain,” kenangnya.

”Tapi tak semua orang bisa memimpin, menghidupi 100 sampai 1.000 karyawan. Tak semua orang bisa mewujudkan mimpinya yang sangat tinggi. Artinya, investasi terbesar ternyata bukan di produk, tapi di manusianya, kita sendiri,” bebernya.

Belajar Sampai New Zealand

Sejak itu, ia mulai giat men-develop kemampuannya dengan belajar ke sana ke mari. Bahkan Edho nekat mengembara ke Swiss hingga New Zealand atau Selandia Baru untuk melihat bagaimana konsep agroindustri dijalankan dalam suatu daerah.

Dhilan waktu belajar agroindustri langsung ke New Zealand atau Selandia Baru. Foto: Azmy
Dhilan waktu belajar agroindustri langsung ke New Zealand atau Selandia Baru. Foto: Azmy

”Itu saya tahun 2018, hanya bawa uang Rp5,5 juta. Gak tau nanti tinggal di mana, makan apa. Setahun di sana saya akhirnya dapat kerjaan tukang cuci piring. Di situ saya nabung, waktu ambil cuti itu saya ikut tour ke kebun. Liat petani bikin wine, teh dan lain-lain,” kisah Edho.

Semua ia lakoni untuk mewujudkan mimpi besarnya membangun konsep agropolitan yang benar-benar ‘agropolitan’ di Kota Batu. Konsep agropolitan yang tak seperti didengung-dengungkan selama ini yang menurutnya hanya sebuah slogan semata.

”Sampai sekarang, di kota yang katanya agropolitan ini saja gak ada industri pengolahan satu pun. Hanya fokus bertani, dijual lepas gitu aja. Harusnya kan dari hulu ke hilir, mulai bertani, masuk pabrik, distribusi, harusnya semua ada di sini,” ungkapnya.

UMKM Serasa Pabrik Besar

Tidak heran jika sepulang dari Selandia Baru, Edho merombak bisnis keluarganya ini besar-besaran. Tak hanya dari sisi internal saja, dia juga membangun infrastruktur industri pengolahan Apel Celup seperti pabrik-pabrik besar pada umumnya.

Jika anda melihat arsitektur bangunan tempat pengolahan apel celup ini nyaris mirip pabrik-pabrik besar di luar negeri. Tak hanya bangunan saja, sistem pabrikasinya juga mengadaptasi ala industri modern.

Proses pengepakan Apel Celup yang sudah terstandarisasi. Foto: Azmy
Proses pengepakan Apel Celup yang sudah terstandarisasi. Foto: Azmy

Dimana masing-masing tahapan proses pengolahan ditempatkan dalam satu ruangan secara terpisah. Mulai zona pengupasan, ruang penggilingan, ruang dehidrator, packaging hingga ruang research and development (RnD).

Bahkan ketika masuk, semua orang diberlakukan standart operation procedure (SOP) seperti memakai Alat Pelindung Diri (APD) untuk menjaga higienitas ruangan.

”Yang dulu sistemnya gradakan, sekarang saya coba tata serapi mungkin. Mindset memandang pertanian kita sudah harus industri. Usaha ini masih tergolong UMKM, tapi sudah kayak pabrik. Meski sebenarnya ya seperti inilah agroindustri, ‘ tutur anak sulung dari dua bersaudara.

Edo mengatakan jika hal-hal kecil ini merupakan upayanya memulai iklim agroindustri secara ril. Tidak hanya produk saja yang di-scale up, tapi juga semua proses dari hulu hingga hilirisasinya hingga tumbuh berdaya saing dan mandiri.

”Mungkin kelihatannya idealis ya, tapi bagi saya ini saya coba menghidupi mimpi saya. Dijalani saja semampunya. Saya percaya, selama kita berusaha, selalu ada jalan di luar nalar,” tegasnya.

7 Tahun Terus Bertumbuh

7 tahun berjalan, produk bernama Apel Celup terus berkembang dalam segala aspek. Dalam sebulan, kini mereka bisa mengolah hingga 4.000 boks yang diolah dari 2 ton apel. Ia mendapat apel yang dikepul dari petani di sekitarnya yang menuai panen setahun dua kali.

Edo menuturkan setelah sekian perjalanannya, kini produknya mulai dipilih wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Meski begitu, dirinya tidak memiliki keinginan men-scale up produknya agar dijual di toko oleh-oleh di luar daerah seperti produk lain pada umumnya.

“Kami fokus jualan di Kota Batu saja, mentok di wilayah Malang Raya. Namanya oleh-oleh khas Kota Batu ya jadi harus ke sini dong,” ujarnya.

Selain itu, tantangan terbesar bagi dirinya terletak pada ketersediaan bahan baku dalam beberapa tahun ke depan. Seperti diketahui, produktivitas apel khas Kota Batu ini kian menurun dari tahun ke tahun.Edo pun tak menampik realita tersebut.

Namun bagi dirinya, hal itu justru jadi tantangan. Ia menyarankan pemerintah untuk menggalakkan penelitian dan pengembangan bibit apel yang baru dan tetap berkualitas. Menurutnya, pohon apel di Kota Batu rata-rata sudah berusia tua dan sudah perlu diregenerasi.

“Tapi saya melihat upaya regenerasi ini tidak ada. Malah disuruh alih tanam jeruk atau stroberi. Usia pohon di Batu ini rata-rata sudah hasil stek ketiga kalinya, usia 40 tahun lebih. Jadi sudah waktunya ada upaya pembibitan apel lagi, bukan malah alih tanam,” bebernya.

Demikian kisah mimpi besar pengusaha muda di Kota Batu di balik aktivitasnya memproduksi teh apel celup. Semoga upaya kerasnya menjaga warisan lokal yang telah ada secara turun-temurun bisa terwujud, ya? Ayo dukung UMKM lokal kita sendiri. Semangat!

 

Program ini adalah program liputan untuk mendukung wirausaha lokal tumbuh dan berkembang. Supported by Paragon Corp (Wardah, Emina, Make Over, Puteri, Biodef dll).

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Apel CelupHeadlinekota batuPengusaha MudaProduksi Apel

Related Posts

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!
Insight

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Kamis, 27 Agu 2026
Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026
Insight

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Minggu, 23 Agu 2026
Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik
Insight

Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik

Sabtu, 22 Agu 2026
Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye
Insight

Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye

Selasa, 18 Agu 2026
Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!
Insight

Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!

Sabtu, 15 Agu 2026
Coach Dr Fahmi - Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna
Insight

Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna

Minggu, 9 Agu 2026
Next Post
Jajaran yayasan, rektorat, fakultas hingga mitra mengikuti halal bihalal dengan saling bersalam-salaman. Foto / Feni Yusnia

Ketua Dewan Pembina Yayasan Unisma: FEB Unisma Memang Is The Best!

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.