Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Produksi Apel Kota Batu Terus Menurun akibat Degradasi Tanah

Redaksi by Redaksi
Februari 11, 2024 5:32 pm
in News
Apel Kota batu

Ilustrasi apel Kota Batu. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Produksi apel khas Kota Batu, Jawa Timur masih mengalami penuruan dari tahun ke tahun. Ini terjadi akibat perubahan faktor cuaca hingga degradasi tanah.

Rata-rata, petani apel di Kota Batu mensiasati dengan dua cara, yakni beralih tanam atau tetap bertahan dengan segala cara, meski dihadapkan kerugian.

READ ALSO

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Hal ini diakui salah satu petani di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Munir yang mengaku lebih memilih beralih menanam jeruk karena lebih menjanjikan. Bahkan meski di musim hujan sekalipun, produksi jeruk tidak terlalu berpengaruh.

”Kalau pohon jeruk itu pemupukan dan pengobatan teratur. Meski musim hujan pun tapi tidak terlalu ngefek,” katanya.

Munir mengisahkan jika 100 bibit jeruk yang dia tanam mampu menghasilkan 10 ton sekali panen. Dirinya panen setiap tahun empat kali. Tak hanya dia, warga desanya juga kini akhirnya banyak beralih menanam jeruk.

“Sekarang banyak ke tanaman jeruk. Karena yang lainnya seperti sayur mayur harganya hancur mulai sejak Corona,” pungkasnya.

Baca Juga: Balada Apel Kota Batu di Film ‘Serdadu Apel Emas’ Besutan Sineas Malang Raya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto mengungkapkan hampir separuh petani apel di Kota Batu memilih beralih menanam komoditas lain sejak 2012.

”Mereka memilih menanam komoditas lain yang lebih menjanjikan seperti jeruk hingga jambu kristal,” ungkap Heru, Minggu (11/2/2024).

Hal ini disebabkan oleh penurunan kondisi tanah akibat faktor iklim maupun karena penggunaan pupuk pestisia berlebih. Penggunaan pestisida terlalu banyak ini mengingat kondisi pohon apel yang rentan terkena penyakit.

Hal ini terus berlarut-larut hingga akhirnya petani terpaksa menggunakan pestisida berlebih tapi dengan resiko kualitas tanahnya menurun. Situasi produksi apel yang sulit hari ini adalah buktinya.

Baca Juga: Balada Apel Ikon Kota Batu, Hidup Segan Mati Tak Mau

Sejauh ini, pihaknya melakukan program revitalisasi apel ini dengan pemakaian pupuk organik. Ini untuk mencegah pohon terserang hama dilakukan dengan cara membungkus apel dengan pestisida nabati yang sudah dikembangkan oleh kelompok tani.

Selain itu, pihaknya juga mempunyai laboratorium klinik penanaman terpadu untuk mengendalikan hama. “Jadi nanti pada praktiknya fokus untuk tidak hanya menggunakan pestisida kimia, namun juga pestisida hayati dan nabati,” terang Heru.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Tags: Apelapel kota batuapel kota batu menurun

Related Posts

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
News

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Masa Tenang

Parpol Boleh Adakan Bimtek untuk Saksi di Masa Tenang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.