Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Inilah Sepak Terjang Para Preman Setelah Pensiun

Redaksi by Redaksi
Juni 20, 2021 1:35 pm
in Asli Malang, Berita
Inilah Sepak Terjang Para Preman Setelah Pensiun

Komunitas Preman Mengajar memberikan bimbingan belajar di gubug baca (Komunitas Preman Mengajar)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Label preman tak selalu identik dengan kejahatan, kekerasan dan hal negatif lainnya. Nyatanya Komunitas Preman Mengajar yang berada di bawah naungan Republik Gubug di Kabupaten Malang mampu memberikan warna dalam dunia kelompok masyarakat termarjinalkan ini.

Komunitas Preman Mengajar yang mayoritas beranggotakan mantan preman ini telah membuktikan, bahwa latar belakang preman tak selalu meresahkan masyarakat. Mereka berhasil menepis stigma itu dengan menebar hal positif dan bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Komunitas Preman Mengajar memberi edukasi pengenalan topeng malangan. foto/M Sholeh

Beberapa kegiatan Komunitas Preman Mengajar di antaranya, mendirikan taman baca, bimbingan belajar, edukasi kreasi seni budaya dan ruang diskusi. Semua itu mereka didedikasikan untuk anak anak mulai jenjang TK hingga SMA di Kabupaten Malang.

Namun dalam perjalanannya, Komunitas Preman Mengajar tak selalu mendapat jalan mulus. Lantaran beranggotakan mantan preman, mereka sering mendapati penolakan warga kampung saat memulai pergerakannya.

“Dulu kami sering ditolak saat masuk ke beberapa kampung kampung. Kita disebut penculiklah, pengedar narkoba, dan sebutan lain berlabel preman,” ujar Wondo, Koordinator Komunitas Preman Mengajar.

Lantaran ingin berbuat kebaikan, lantas penolakan masyarakat tersebut tak membuat mereka putus asa. Justru penolakan itu telah mengobarkan bara semangat mereka untuk melebur stigma negatif tentang mantan preman ini.

Perjuangan mereka untuk menebar kemanfaatan terus dilakukan tanpa kenal menyerah meski terus mendapat penolakan warga. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit, masyarakat mulai melirik ketulusan hati mantan preman ini.

Beberapa warga mulai membukakan pintu dan mengizinkan Komunitas Preman Mengajar ini memasuki kampung kampung. Kala itu mereka hanya berbekal perpustakaan keliling dengan buku buku seadanya.

Berjalannya waktu, antusias anak anak mulai tampak ramai dan menunjukkan dampak positif. Hal itu lantas mendapat perhatian warga yang kemudian didirikanlah gubug baca atau taman baca di setiap kampung.

Kini sudah ada 45 gubug baca yang tersebar di 3 kecamatan di Kabupaten Malang. Diantaranya di Kecamatan Jabung, Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang.

Komunitas Preman Mengajar, memberikan edukasi tarian seni budaya kepada anak anak. foto/M Sholeh

“Sebenarnya pada awalnya kami memang beranggotakan mantan preman. Mungkin karena dipandang tampak positif, temen temen bukan kalangan mantan preman juga banyak yang bergabung. Bahkan ada juga dari mahasiswa,” kata Wondo.

Wondo tidak menyangka pergerakan para mantan preman benar benar menunjukkan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dia mengaku sangat bersyukur bisa bergabung dalam komunitas tersebut.

Dulunya Wondo mengaku juga merupakan seorang anak kampung yang hari harinya diisi dengan mabuk mabukan dan hal hal negatif lainnya. Hingga akhirnya dia merasa jenuh dan ingin berubah dengan mencoba melakukan hal yang bermanfaat sebagai penebusan dosa.

“Hidupkan cuma sekali, apa yang terjadi nantinya kalau kita tidak pernah bermanfaat. Walaupun latar belakang saya agak negatif, setidaknya ada perubahan yang bisa saya lakukan untuk masyarakat,” ucapnya.

Namun sayang partisipasi Komunitas Preman Mengajar di dunia pendidikan Kabupaten Malang tak pernah mendapat perhatian pemerintah. Padahal gerakan positif seperti ini akan berkembang lebih pesat dan dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat jika ada perhatian pemerintah.

“Sejauh ini belum ada dukungan dari pemerintah, justru penolakan yang paling sering. Sampai kita dikira anti pemerintah,” ujarnya.

Tags: Preman Malang

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Musisi Fajar Merah Tampil di Malang Bertajuk Mustajab Saja Tour 2021

Musisi Fajar Merah Tampil di Malang Bertajuk Mustajab Saja Tour 2021

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.