Minggu, September 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Inilah Sepak Terjang Para Preman Setelah Pensiun

Redaksi by Redaksi
Juni 20, 2021 1:35 pm
in Asli Malang, Berita
Inilah Sepak Terjang Para Preman Setelah Pensiun

Komunitas Preman Mengajar memberikan bimbingan belajar di gubug baca (Komunitas Preman Mengajar)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Label preman tak selalu identik dengan kejahatan, kekerasan dan hal negatif lainnya. Nyatanya Komunitas Preman Mengajar yang berada di bawah naungan Republik Gubug di Kabupaten Malang mampu memberikan warna dalam dunia kelompok masyarakat termarjinalkan ini.

Komunitas Preman Mengajar yang mayoritas beranggotakan mantan preman ini telah membuktikan, bahwa latar belakang preman tak selalu meresahkan masyarakat. Mereka berhasil menepis stigma itu dengan menebar hal positif dan bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Komunitas Preman Mengajar memberi edukasi pengenalan topeng malangan. foto/M Sholeh

Beberapa kegiatan Komunitas Preman Mengajar di antaranya, mendirikan taman baca, bimbingan belajar, edukasi kreasi seni budaya dan ruang diskusi. Semua itu mereka didedikasikan untuk anak anak mulai jenjang TK hingga SMA di Kabupaten Malang.

Namun dalam perjalanannya, Komunitas Preman Mengajar tak selalu mendapat jalan mulus. Lantaran beranggotakan mantan preman, mereka sering mendapati penolakan warga kampung saat memulai pergerakannya.

“Dulu kami sering ditolak saat masuk ke beberapa kampung kampung. Kita disebut penculiklah, pengedar narkoba, dan sebutan lain berlabel preman,” ujar Wondo, Koordinator Komunitas Preman Mengajar.

Lantaran ingin berbuat kebaikan, lantas penolakan masyarakat tersebut tak membuat mereka putus asa. Justru penolakan itu telah mengobarkan bara semangat mereka untuk melebur stigma negatif tentang mantan preman ini.

Perjuangan mereka untuk menebar kemanfaatan terus dilakukan tanpa kenal menyerah meski terus mendapat penolakan warga. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit, masyarakat mulai melirik ketulusan hati mantan preman ini.

Beberapa warga mulai membukakan pintu dan mengizinkan Komunitas Preman Mengajar ini memasuki kampung kampung. Kala itu mereka hanya berbekal perpustakaan keliling dengan buku buku seadanya.

Berjalannya waktu, antusias anak anak mulai tampak ramai dan menunjukkan dampak positif. Hal itu lantas mendapat perhatian warga yang kemudian didirikanlah gubug baca atau taman baca di setiap kampung.

Kini sudah ada 45 gubug baca yang tersebar di 3 kecamatan di Kabupaten Malang. Diantaranya di Kecamatan Jabung, Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang.

Komunitas Preman Mengajar, memberikan edukasi tarian seni budaya kepada anak anak. foto/M Sholeh

“Sebenarnya pada awalnya kami memang beranggotakan mantan preman. Mungkin karena dipandang tampak positif, temen temen bukan kalangan mantan preman juga banyak yang bergabung. Bahkan ada juga dari mahasiswa,” kata Wondo.

Wondo tidak menyangka pergerakan para mantan preman benar benar menunjukkan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dia mengaku sangat bersyukur bisa bergabung dalam komunitas tersebut.

Dulunya Wondo mengaku juga merupakan seorang anak kampung yang hari harinya diisi dengan mabuk mabukan dan hal hal negatif lainnya. Hingga akhirnya dia merasa jenuh dan ingin berubah dengan mencoba melakukan hal yang bermanfaat sebagai penebusan dosa.

“Hidupkan cuma sekali, apa yang terjadi nantinya kalau kita tidak pernah bermanfaat. Walaupun latar belakang saya agak negatif, setidaknya ada perubahan yang bisa saya lakukan untuk masyarakat,” ucapnya.

Namun sayang partisipasi Komunitas Preman Mengajar di dunia pendidikan Kabupaten Malang tak pernah mendapat perhatian pemerintah. Padahal gerakan positif seperti ini akan berkembang lebih pesat dan dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat jika ada perhatian pemerintah.

“Sejauh ini belum ada dukungan dari pemerintah, justru penolakan yang paling sering. Sampai kita dikira anti pemerintah,” ujarnya.

Tags: Preman Malang

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Perumahan White House Joyo Agung, RT 05/RW 13, pada Sabtu (8/8/2026). Foto/dok
Berita

Warga RT 05 Joyo Agung Bersatu dalam Festival Harmoni Kemerdekaan RI ke-81

Sabtu, 8 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
Next Post
Musisi Fajar Merah Tampil di Malang Bertajuk Mustajab Saja Tour 2021

Musisi Fajar Merah Tampil di Malang Bertajuk Mustajab Saja Tour 2021

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.