Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

5 Permainan Tradisional yang Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Redaksi by Redaksi
Januari 9, 2024 8:14 am
in Pendidikan
Permainan tradisional

Permainan bentengan. Foto / wikipedia

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Permainan tradisional bukan hanya simbol budaya. Tapi juga memiliki banyak dampak baik untuk tumbuh kembang secara fisik dan kesehatan mental pemainnya. Khususnya anak-anak. Apalagi, permainan ini tergolong sederhana dan menyenangkan.

Namun, fenomena saat ini adalah anak-anak cenderung lebih suka bermain dengan gadged seiring dengan berkembangnya teknologi.

READ ALSO

Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional

Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Iswinarti MSi menyebut permainan tradisional memuat lebih banyak nilai-nilai karakter. Diantaranya kemampuan menyelesaikan masalah, pantang menyerah, mengatur strategi, berkompetisi, berkomunikasi, dorongan berprestasi, pengendalian diri, ketelitian, konsentrasi, serta kepemimpinan.

Baca Juga: 5 Permainan Tradisional dan Manfaatnya untuk Anak

Dikatakan bahwa membangun kesehatan mental dapat dimulai pada usia  dini dengan menerapkan berbagai kegiatan bermain. “Bermain permainan yang mengandung nilai-nilai yang dapat mendukung terbentuknya kesehatan mental pada anak,” ujarnya.

Berikut lima permainan tradisional yang bisa dimainkan bersama anak dan keluarga.

1. Bentengan

Benteng adalah salah satu permainan tradisional berkelompok yang membutuhkan ketangkasan, kecepatan berlari dan strategi yang handal. Bentengan merupakan permainan yang cocok untuk mengasah otot karena meleatih kecepatan dan kelincahan berlari.

Sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh karena bentengan merupakan permainan yang melatih fisik dan sama seperti melakukan olahraga. Memupuk kerjasama dan kekompayak.

2. Gobak Sodor

Permainan ini melibatkan lari, melompat, dan menghindari lawan, sehingga meningkatkan kecepatan, ketangkasan, dan kekuatan

Gobak sodor juga bisa mengasah keterampilan anak dalam memimpin dan kerjasama tim. Pada permainan ini, salah satu anak umumnya akan memiliki peran yang lebih banyak untuk bisa menjadi pemimpin bagi teman-temannya dalam menyusun strategi dan rencana agar bisa memenangkan permainan

Caran bermainnya, bagi pemain menjadi dua tim, setiap tim terdiri dari 3-5 anggota atau bisa disesuaikan dengan jumlah anggota keseluruhan. Satu tim akan menjadi tim “penjaga benteng” dan tim lain akan menjadi pihak yang berusaha memasuki benteng tersebut.

3. Congklak Lidi

Permainan Congklak Lidi merupakan jenis permainan yang sering dimainkan oleh anak usia dini. Alat yang di butuhkan dalam permainan ini adalah congklak lidi yang terbuat dari bambu dan menjadi lidi-lidi sebagai alat permainannya.

Permainan ini mampu membantu melatih keterampilan motorik, melatih konsentrasi, sosial, melatih kepribadian , dan melatih emosi.

4. Nekeran

Nekeran merupakan sebuah permainan tradisional yang menggunakan kelereng sebagai alat permainannya. Permainan nekeran berasal dari bahasa Belanda yaitu kata knikker.

Cara bermainnya, gambar lingkaran kecil di tanah. Semua anak menaruh sebutir kelereng di dalam lingkaran. Pemain yang berhasil membidik kelereng maka dia berhak untuk membawanya pulang.

Kegiatan dalam permainan kelereng, seperti melempar dan menyentil, dapat melatih keterampilan motorik halus dan kasar di usia sekolah. Makin baik kemampuan motorik, koordinasi visual dan konsentrasinya maka anak pun semakin mahir untuk menembakkan kelereng-kelerengnya.

5. Cublak-Cublak Suweng

Permainan cublak-cublak suweng dapat melatih koordinasi motorik pada anak, melatih dalam hal penyelesaian masalah, konsentrasi, mengembangkan rasa empati, sportifitas, melatih kesabaran, dan melatih anak untuk dapat mengontrol emosinya.

Membutuhkan minimal 3 orang untuk memainkannya. Namun, lebih banyak orang maka akan lebih menarik. Permainan tradisional ini butuh biji-bijian atau krikil yang bisa digenggam.

Benda kecil itu diputar di atas tangan para pemain yang diletakkan di punggung pemain yang tengkurap.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter : Feni Yusnia
editor: jatmiko

Tags: Bentengancublak-cublak suwengnekeranPermainanpermainan anakpermainan tradisionil

Related Posts

Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Akademik, UIN Malang Siapkan Program Studi Menghadapi Akreditasi Internasional

Kamis, 16 Jul 2026
Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an
Advertorial

Penelitian Dosen UIN Malang Ungkap Dua Kategori Kufur dalam Al-Qur’an

Kamis, 16 Jul 2026
Siswa Baru SMA Nasional Malang Diajak Menjelajah Laboratorium ITN Malang
Advertorial

Siswa Baru SMA Nasional Malang Diajak Menjelajah Laboratorium ITN Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang Raih Juara Kontes Modifikasi, Lepas Penat Skripsi dengan Naik Podium
Advertorial

Mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang Raih Juara Kontes Modifikasi, Lepas Penat Skripsi dengan Naik Podium

Kamis, 16 Jul 2026
Dosen UIN Malang Kaji Konsep Al-Huzn dalam Al-Qur’an, Kesedihan Dinilai Bisa Jadi Jalan Pemulihan
Pendidikan

Dosen UIN Malang Kaji Konsep Al-Huzn dalam Al-Qur’an, Kesedihan Dinilai Bisa Jadi Jalan Pemulihan

Rabu, 15 Jul 2026
Sempat Terancam Gugur, 122 Siswa Kota Batu Lolos ke OSN Tingkat Provinsi
Pendidikan

Sempat Terancam Gugur, 122 Siswa Kota Batu Lolos ke OSN Tingkat Provinsi

Rabu, 15 Jul 2026
Next Post
unisma

PMB Unisma 2024 Dibuka, Yuk Simak Informasinya

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.