Jumat, Juli 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Legenda Panji Pulang Jiwo dan Asal-usul Nama Kepanjen dan Malang

Redaksi by Redaksi
November 10, 2023 11:33 am
in Asli Malang
Potret makam Raden panji pulang jiwo.

Potret makam Raden panji pulang jiwo. Foto/Youtube @Om Bram Official

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Nama suatu wilayah kadang erat kaitannya dengan kisah legenda tertentu. Termasuk nama wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Nama wilayah ini erat dengan kisah Panji Pulang Jiwo di era Kerajaan Sengguruh, atau disebut juga Kadipan Malang. Begini ceritanya.

Sebagaimana umumnya legenda, cerita Raden Panji Pulang Jiwo memiliki beberapa versi walaupun tidak jauh berbeda. Dia merupakan adipati Sumenep dari Madura yang ceritanya sangat masyhur terutama hubungannya dengan Kabupaten Malang. Nama Raden Panji Pulang Jiwo dikenal karena keberanian dan kesaktiannya saat tidak mau tunduk pada pemerintahan Mataram di Madura. Ketidaksukaan itu yang membuatnya pergi ke Malang mencari suasana baru.

READ ALSO

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Masa Kerajaan Sengguruh atau Kadipaten Malang saat itu dipimpin oleh Ronggo Toh Jiwo yang memiliki putri bernama Putri Probo Retno. Dikisahkan Panji menyukai sosok perempuan cantik tersebut. Diceritakan dari berbagai versi. Saat mau menikah Putri Probo Retno meminta Panji untuk mengalahkan Sumolewo, sebagai calon suaminya.

Baca Juga: Sumber Polaman Lawang, Kisah Sejarah dan Mitosnya

Ada juga yang menceritakan bahwa Adipati Ronggo Toh jiwo mengadakan sayembara untuk mengalahkan sang putri Roro Probo Retno yang dikenal sakti. Dalam sayembara itu, ada beberapa kesatria termasuk Sumolewo. Tetapi semuanya berhasil dikalahkan oleh Panji, termasuk sang putri Roro Probo Retno sendiri.

Akhirnya keduanya menikah dan sangat harmonis. Konon pada suatu hari, Panji dan Roro Probo Retno berjalan-jalan di Malang Selatan dan melihat suatu kawasan hutan. Lalu dia berpesan pada istrinya jika kelak meninggal dia minta dimakamkan di kawasan hutan tersebut yang kemudian disebut kawasan Kepanjian atau saat ini disebut Kepanjen.

Saat ini makam Panji Pulang Jiwo ada di belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, di Jalan Panarukan, Kepanjen.

Selain itu, juga ada cerita kepahlawanan Panji Pulang Jiwo saat menghadapi Mataram. Konon, Adipati Malang saat itu termasuk yang menolak tunduk pada kesultanan Mataram. Karena itulah dia melakukan pemberontakan kepada Kesultanan Mataram.

Baca Juga: Rancang Buku Sejarah Parlemen, Sejarawan di Kota Malang Gali Arsip hingga Era Kerajaan Mataram

Sang adipati Malang bersikap acuh tak acuh kepada pemerintah Sultan Mataram. Dia pun memilih tidak menghadap sang sultan ketika dipanggil. Akhirnya, Sultan Mataram marah dan memerintahkan pasukannya yang dipimpin oleh Surontani atau dikenal Ki Joko Mbodo untuk menyerang Kadipaten Malang.

Panji Pulang Jiwo dan Putri Probo Retno memimpin perlawanan Kadipaten Malang pada pasukan kiriman dari Sultan Mataram itu. Dalam pertempuran tersebut Putri Probo Retno berhasil dikalahkan oleh pasukan Mataram. Tubuhnya tertusuk keris. Pada saat itu masih sempat diselamatkan, tetapi nyawanya tidak tertolong dan meninggal ketika perjalanan pulang ke kadipaten.

Saat mengetahui istrinya meninggal, Raden Panji mengejar pasukan Mataram. Saat itu pasukan Mataram banyak yang tersisa mencoba melarikan diri ke hutan rimba yang saat ini bernama Desa Ngebruk.

Tak lama kemudian tempat persembunyian ini diketahui oleh Raden Panji melalui mata-mata dan terjadilah perang tanding antara Ki Joko Mbodo dan Raden Panji. Panji berhasil mengalahkan Ki Joko Mbodo dengan mudah. Hal tersebut terjadi karena keris Ki Joko Mbodo sudah dipakai untuk menusuk putri Probo Retno.

Setelah meninggalnya Putri Probo Retno, Raden Panji mengalami guncangan jiwa akibat rasa bersalahnya. Dia merasa berdosa karena tidak dapat melindungi istrinya yang seharusnya tinggal di kadipaten dan tidak ikut berperang.

Namun demikian pasukan Mataram belum menyerah. Setelah melalui pertimbangan yang matang pasukan Mataram menemukan strategi untuk melumpuhkan Raden Panji Pulang Jiwo.

Mereka membuat panggung yang di atasnya ada putri Mataram yang mirip dengan Putri Probo Retno. Panggung itu dirancang dengan adanya tangga untuk naik pada panggung dan terdapat jebakan berupa lubang sumur yang dalam.

Suatu hari diundanglah Raden Panji untuk menemui Putri Probo palsu itu. Raden Panji yang galaunya berkurang dengan adanya Putri Probo palsu ini, akhirnya menuju ke panggung dan diiringi tembang Asmaradana.

Ketika hendak menuju panggung, Raden Panji terkejut dengan jebakan tersebut dan langsung terperosok pada lubang sumur yang telah dirancang itu. Peristiwa itu yang disebut peristiwa malang (celaka) yang kemudian membuat wilayah itu disebut Malang.

Beberapa pasukan Mataram mendekat pada bibir sumur untuk membunuh Raden Panji. Selanjutnya jenazah Raden Panji dimakamkan di daerah yang bernama Kepanjian yang saat ini bernama Kepanjen, sebagai simbol perlawanan Adipati Malang kepada Kesultanan Mataram.

Penulis: Bunga Gadis (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Asal Usul Nama KepanjenAsal Usul Nama MalangRaden Panji Pulang JiwoSultan Mataram

Related Posts

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Produk asal Malang
Asli Malang

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Selasa, 9 Jun 2026
Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Next Post
Suasana di Gunung Arjuno.

5 Mitos Gunung Arjuno, dari Pasar Setan hingga Pendaki Tak Boleh Ganjil

BERITA POPULER

  • Bapenda Kota Malang

    Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.