Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Sumber Polaman Lawang, Kisah Sejarah dan Mitosnya

Redaksi by Redaksi
November 10, 2023 9:29 am
in Asli Malang
Suasana di dalam pemandian sumber polaman.

Suasana di dalam pemandian sumber polaman. (Foto/YouTube @Nizal Channel)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sumber Polaman merupakan salah satu pemandian di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang diduga peninggalan pada masa kerajaan dulu. Salah satu pemandian alami yang dapat melepaskan rasa penat dari aktivitas sehari-hari ini berada di Jalan Indrokilo, Dusun Polaman, Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Air kolam pemandian Polaman ini terasa sangat sejuk karena bersumber langsung dari Gunung Arjuno. Kalau Anda ke sana, ada tiga kolam besar yang bisa digunakan untuk mandi. Ada juga pohon atau tumbuhan yang masih subur serta rimbun, biasanya digunakan sebagai penyejuk mata yang menjadikan tempat ini lebih terlihat alami dan sejuk.

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Daerah ini masih merupakan kawasan yang asri, sehingga sering didapati hewan-hewan liar semacam monyet dan kupu-kupu yang cantik berkeliaran di sekitarnya. Warga setempat meyakini bahwa nama Polaman berasal dari kata pa-ulam-an atau tempat memelihara ikan.

Baca Juga: 6 Keunikan Kecamatan Sumbermanjing yang Jarang Diketahui

Dalam bahasa jawa, ulam adalah ikan. Sementara bagian dalam banyak sekali ikan, macam-macam ikan memiliki perbedaan ukuran yang cukup besar dan menjadi salah satu objek foto bagi pengunjung yang datang. Selain itu, pengunjung bebas memberikan makan ikan-ikan di Sumber Polaman.

Menurut legenda, Polaman dulunya menjadi tempat pengasingan Raja Kediri yang bernama Jayakatwang. Dalam kitab Pararaton dan lagu Harsyawijaya, Jayakatwang dikenal penakluk Raja Singosari yang bernama Kertanegara.

Yang kemudian penaklukan itu dibalas oleh Raden Wijaya sebagai menantu Raja Kertanegara, yang kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit di hutan Tarik Mojokerto. Dalam penaklukan inilah konon disebutkan, Jayakatwang diasingkan di Polaman.

Baca Juga: Healing di Sumber Sirah, Adem dan Murah Meriah

Tak jauh dari lokasi Sumber Polaman, terdapat sebuah gua di pinggir sungai. Gua tersebut menjadi tempat meditasi Jayakatwang dalam pengasingan hingga usia lanjut. Raja Gelang-Gelang itu kemungkinan bertapa di kawasan ini karena letaknya dekat Polaman.

Untuk mencapai kawasan ini tidak terlalu sulit, pengunjung bisa menuju ke sana dari Jalan Malang-Surabaya, kemudian setelah Pasar Lawang berjalan ke arah barat dan masuk ke Jl. Pembunuh Indro. Lokasi Sumber Polaman sendiri berada di tepi jalan, untuk memasuki pemandian ini pengunjung tidak dipungut biaya, cukup mengeluarkan uang Rp2.000, untuk biaya parkir saja.

Namun sangat disayangkan pemandian ini masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat, padahal masih cukup banyak pengunjung yang mendatanginya tiap akhir pekan.

Pemandian ini dikelola dan dikembangkan secara mandiri oleh warga setempat. Terdapat penjaga air atau juru kunci yang menempati sebuah gubuk di bawah pohon beringin yang sejuk.

Di atas sumber air juga terdapat perbukitan yang berfungsi sebagai hutan lindung alami seluas 5 hektare dengan beberapa batu besar di sekitarnya. Ada mitos yang mengatakan bahwa apabila ada sepasang kekasih berpacaran di tempat ini, maka keinginannya untuk menikah akan tercapai.

Pemandian Sumber Polaman juga dianggap memiliki nilai-nilai luhur yang kuat. Terbukti pada malam-malam tertentu, banyak orang yang bersemedi atau melakukan ritual tertentu dengan maksud tertentu (lelaku) sambil memberi makan ikan yang hidup di sumber mata air Polaman.

Bahwa menurut cerita turun-temurun, diyakini bahwa pelindung mata air ini adalah tiga remaja putri cantik bernama Sekartaji, Hendrosari, dan Siti Muninggar. Mereka dikatakan turun ke air mancur setiap malam setelah jam 12, dan beberapa orang yang melakukan mediasi atau bertapa mempunyai kesempatan untuk dapat melihatnya.

Penulis: Chisma Haryati Kartika (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: kabupaten malangsumberSumber PolamanWisata Malang

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Candi Kidal, sebagai simbol penghormatan pada Raja Singosari yaitu Wishnuwardhana.

Para Raja Singosari Malang Dimakamkan di Mana?

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.