Selasa, Juli 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Ajak Pemuda Bangun Bisnis, IIBF Malang Gelar Kopdar Young Preneur

Redaksi by Redaksi
Oktober 7, 2023 2:35 pm
in Bisnis
Kopdar Young Preneur yang diselenggarakan oleh IIBF Malang di UMM

Kopdar Young Preneur yang diselenggarakan oleh IIBF Malang di UMM. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jelang event One Mount Entrepreneurs (OME), Indonesia Islamic Bussines Forum (IIBF) Malang menggelar Kopdar Young Preneur di Aula Masjid AR Fachruddin, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (7/10/2023). Para pemuda diajak membangun bisnis sejak muda dalam acara ini.

Kopdar Young Preneur itu diikuti oleh sejumlah kalangan mahasiswa dan masyarakat umum dengan rentan usia 17-25 tahun. Mereka tampak antusias memperhatikan kiat kiat sukses hingga rekam jejak pemateri dalam membangun bisnis dari nol.

READ ALSO

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang

Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online

Terdapat beberapa pemateri dari praktisi bisnis ulung hingga pebisnis muda yang dihadirkan dalam acara ini. Mulai Ahmad Shodiq Owner Yumindo Group, Gea Safferina Owner Wuffy Space & Wuddy Land hingga M Syaiful Anam Owner Nams Sport.

Baca Juga: Kuliah Perdana D4 Bisnis Properti Vokasi UMM, Praktik Langsung di Lapangan

Dalam kesempatannya, Ahmad Sodiq, Owner Yumindo Group menyampaikan bahwa dahulu dirinya bekerja di perusahaan BUMN. Namun dia memiliki jiwa seorang bisnis hingga berani membangun bisnis dari nol yakni bisnis interior.

Dia memiliki tekad bahwa jika omzet usahanya bisa menembus 10 kali gajinya saat bekerja di BUMN maka dia akan keluar dan fokus di bisnisnya. Benar saja, bisnisnya berkembang dan mendorongnya fokus pada bisnis dan keluar dari perusahaan BUMN ketika menjabat sebagai kepala seksi.

Sodiq menyampaikan bahwa membangun bisnis tak harus memiliki modal yang mumpuni. Dia menyebut, memulai bisnis dengan menjualkan produk interior milik temannya dengan modal sekitar Rp 1,2 juta. Setelah berkembang, dia kemudian melakukan produksi interior sendiri.

“Jadi saya itu usaha hampir gak pakai modal. Saya dulu ambil produk ke teman. Lalu saya jual dengan sistem DP, jadi DPnya itu saya pakai untuk melunasi, saya puter seperti itu terus,” bebernya.

Menurutnya, ide usaha memang harus dicari dengan mengamati kebutuhan pasar. Sodiq mengaku berani memulai bisnis interior karena menemukan bahwa tetangganya membutuhkan produk interior.

Baca Juga: Bincang Sukses dengan Djoko Prihatin, dari Bisnis hingga Politik

“Jadi membangun bisnis itu seharusnya untuk mengatasi masalah orang lain,” ujarnya.

Setelah menemukan ide bisnis, maka hal yang dia lakukan adalah memulai usaha dan fokus menggencarkan branding dan marketing. Kini, bisnis interior Sodiq sudah mampu menjangkau berbagai daerah di tanah air bahkan ekspor ke luar negeri.

Tentu capaian itu, kata Shodiq, tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu ketekunan dan konsistensi. Dia menyampaikan pernah mendapat ujian memiliki hutang hingga Rp 1,3 milyar.

Meski begitu dia tetap tekun mengembangkan bisnisnya dengan mengikuti kajian kajian bisnis bersama komunitas bisnis. Untuk itu, dia menyarankan agar para pemula untuk banyak mengikuti kegiatan atau forum bisnis sejak muda.

“Saya dulu belajar gak ada yang ngajari sampai jatuh bangunnya kerasa. Sampai saya punya utang Rp 1,5 milyar pada 2013. Kemudian saya di IIBF diajari berbisnis yang benar,” kata dia.

“Market atau pasar yang bagus kalau manajemen gak bagus, uang Rp 1 milyar ya pasti habis. Jadi harus bisa manajemen bisnis dan serius,” lanjutnya.

Selain itu, salah satu kunci membangun bisnis menurutnya adalah niat. Dia mengatakan bahwa mentor atau guru bisnis sehebat apapun tak akan pernah berguna jika orang yang dibina tidak memiliki gairah menjadi pebisnis.

“Kalau ditanya bisnis apa yang bagus, saya rasa semua bisnis bagus kalau dikerjakan dan serius,” ucapnya.

Dia menyampaikan bahwa saat ini banyak sumber sumber pendanaan bagi pemula yang takut memulai bisnis karena keterbatasan modal, seperti pinjaman hingga investor.

Sodiq memberikan pesan agar para pemuda atau pebisnis pemula untuk menggantungkan cita cita setinggi langit.

“Bercita citalah setinggi langit, jangan takut bercita cita. Karena cita cita bisa mendorong kita melangkahkan kaki menuju kesuksesan,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri lain yakni M Syaiful Anam, Owner Nams Sport menyampaikan bahwa kesuksesan baginya merupakan titik seseorang mampu mencapai target diri sendiri, berkontribusi untuk agama dan membangun bangsa.

“Omzet Rp 25 juta mungkin cukup untuk kehidupan pribadi, tapi itu tak cukup untuk membangun agama dan bangsa. Jadi bagi saya sukses itu bisa bermanfaat bagi agama dan bangsa,” tuturnya.

“Kita tak tau hidup di dunia sampai kapan. Jadi sukses bagi saya adalah ketika kita bisa memberikan dampak terus menerus bagi orang lain. Makanya ketika masih muda, kita harus melakukan banyak hal yang menjadi ladang jariyah di masa depan,” kata Gea Safferina Owner Wuffy Space & Wuddy Land.

Ketua Pelaksana Kopdar Young Preneur, Reza Hadi Pratama yang juga merupakan Pengurus Divisi Kebangsaan IIBF Malang menyampaikan bahwa kegiatan kopdar tersebut merupakan persiapan jelang event OME yakni pelatihan dan pendampingan bisnis selama sebulan ke depan.

“Tujuan kegiatan ini memang kami ingin menggaungkan semangat kewirausahaan kepada anak anak muda supaya bisa berkembang,” kata dia.

Setelah Kopdar Young Preneur, kata Reza, para peserta akan diajak menyelami cara merintis bisnis dari nol hingga strategi mengembangkannya. Dikatakan, bakal ada 5 pertemuan pelatihan bisnis dalam event OME dari IIBF Malang itu. Tak hanya itu, hasil rintisan bisnis peserta akan dilombakan.

“Jadi harapan kami di pertemuan ini bisa menginspirasi anak anak muda. Ada kiat berbisnis dari nol. Kan banyak pemula yang takut karena gak punya modal dan usaha apa atau produksi apa. Memulai bisnis itu ternyata gak harus memproduksi kok dan gak harus punya modal banyak,” tuturnya.

“Jadi jangan takut memulai bisnis. Memang bisnis banyak dan besar resikonya. Tapi resiko itu bisa diatasi kalau kita tau strateginya,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: IIBIIBF MalangPemuda Bangun Bisnis

Related Posts

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang
Bisnis

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang

Senin, 13 Jul 2026
Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online
Bisnis

Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online

Senin, 13 Jul 2026
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM
Bisnis

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM

Senin, 13 Jul 2026
Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM
Bisnis

Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM

Rabu, 8 Jul 2026
Nadia, Salah Satu Penjual Air Minum di Kawasan CFD (Foto: Nathasya Amalia)
Bisnis

Modal Kecil, Untung Ratusan Ribu? Ini Pengalaman Jualan Air Minum di CFD Malang

Senin, 29 Jun 2026
Digitalisasi UKM
Bisnis

Digitalisasi UKM: IoT Jadi Kunci Efisiensi Operasional Bisnis Kecil

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Ilustrasi menjadi Master of Ceremony.

8 Cara Menjadi MC yang Baik dan Mencairkan Suasana

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.