Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Refleksi Tragedi Kanjuruhan: Cahaya Humanisme dalam Kegelapan Duka

Redaksi by Redaksi
Oktober 1, 2023 4:15 pm
in Catatan
Tragedi Kanjuruhan - Refleksi Tragedi Kanjuruhan: Cahaya Humanisme dalam Kegelapan Duka

Torehan grafiti luapan kekecewaan suporter atas penegakan keadilan Tragedi Kanjuruhan. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh:  Khoirul Anwar*

Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Setahun sudah tragedi itu berlalu.

READ ALSO

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Menyebut nama stadion terbesar di Malang Raya itu seketika meresap, membawa getir dalam hati. Sebuah panggung tragedi tak terduga. Memilukan, namun penuh pelajaran mendalam.

Pertandingan sepak bola, Arema FC v Persebaya, yang semestinya menjadi hiburan, malah berakhir dengan pilu. Sorak berganti isak. Tawa tenggelam dalam duka. Sebagai bagian dari mereka, duka ini terasa amat mendalam.

“Di tengah kesedihan, kita belajar merasakan kebahagiaan. Di dalam kehilangan, kita mengerti arti memiliki,” kata filosof Schopenhauer.

Malam itu, bukan hanya soal kalah menang. Bukan soal rivalitas. Ini soal kemanusiaan yang tercabik. Jiwa-jiwa muda meregang. 135 nyawa melayang.

Tragedi ini memberi pelajaran bahwa kehidupan begitu rapuh, namun setiap detiknya berharga.

Kita semua, sebagai manusia, merasakan pilu ini. Sebagai warga Malang, tragedi ini seperti luka yang mencengkam hati. Setiap cerita, setiap wajah, setiap air mata mengajarkan kita tentang arti kehidupan.

Empati, kepedulian, dan kasih sayang menjadi cahaya dalam kegelapan ini. Seperti kata Albert Camus, “Di tengah musim dingin, saya menemukan invincible summer dalam diri saya.” Ini adalah tentang menemukan kekuatan dan harapan di saat-saat tergelap.

Dari sudut Malang, echo tragedi Kanjuruhan terasa begitu nyata. Setiap sudut kota, setiap percakapan di warung kopi, setiap tatapan mata saling bertukar kesedihan dan pertanyaan: mengapa ini bisa terjadi?

Tragedi ini bukan hanya sebuah kejadian yang bisa kita lewatkan begitu saja. Ia menjadi refleksi kolektif bagi kita semua. Seperti kata filosof Spinoza, “Emosi yang ditekan tak pernah mati. Mereka kembali dengan kekuatan yang lebih besar.”

Duka ini, jika tidak kita tangani dengan bijak, bisa membebani generasi berikutnya.

Sebagai manusia, kita diajak untuk tidak hanya berlarut dalam kesedihan, tetapi untuk bangkit. Bukan berarti melupakan, namun mengambil hikmah dan memperkuat tali persaudaraan kita.

Setiap tragedi sejatinya membawa peluang. Peluang untuk belajar, peluang untuk memperbaiki, peluang untuk bersatu.

Banyak yang bilang, “Waktu akan menyembuhkan.” Tetapi, seperti yang dikatakan oleh filosof Kierkegaard, “Hidup hanya dapat dimengerti mundur; namun harus dijalani maju.” Maka dari itu, kita harus maju, meski berjalan dengan beban duka yang berat.

Pelajaran tentang Humanisme

Kanjuruhan adalah pelajaran tentang humanisme. Tentang bagaimana kita sebagai manusia dan warga Malang bisa dan harus saling menyayangi, mendukung, dan bersatu melawan duka.

Refleksi ini penting. Tragedi ini harus menjadi momentum kebangkitan empati dan kemanusiaan. Ingatlah kata-kata Nietzsche, “Apa yang tidak membunuh kita, membuat kita lebih kuat.” Setiap luka akan sembuh, setiap air mata akan kering, namun pelajaran dari Kanjuruhan harus tetap membekas.

Tragedi ini mengingatkan kita pada nilai-nilai dasar kemanusiaan. Mengajarkan kita bahwa di atas segala perbedaan, ada sesuatu yang jauh lebih penting: kasih sayang, empati, dan persaudaraan.

Mari bersama, sebagai warga Malang, sebagai manusia, kita belajar dan tumbuh dari tragedi ini. Kita bangun kembali semangat kebersamaan, kepedulian, dan humanisme. Karena pada akhirnya, hanya cinta dan empati lah yang bisa menyembuhkan luka. (*)

*Penulis adalah wakil ketua PCNU Kota Malang, anggota tim PBNU Peduli untuk Korban Kanjuruhan

Tags: refleksi tragedi kanjuruhansatu tahun tragedi kanjuruhantragedi kanjuruhan

Related Posts

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Next Post
Pj Wali Kota Malang

Pj Wali Kota Malang Pimpin Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.