Minggu, Oktober 25, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

PESAN MORAL IBADAH KURBAN

Redaksi by Redaksi
Juni 28, 2023 4:37 pm
in Ruang Cendekia
UIN Malang Prof Dr H Zainuddin MA

Prof Dr H Zainuddin MA. Foto / tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: M. Zainuddin*

 

READ ALSO

 Krisis Role Model Elite Agama di Ruang Siber

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Dalam setiap kesempatan hari raya kurban (ied al-adha) selama lima hari, umat Islam terus mengumandangkan takbir dan tahmid, termasuk membaca talbiyah bagi jamaah haji di Makkah. Takbir dan tahmid artinya, mengakui dan menegaskan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Besar, tidak ada tuhan selain Allah yang patut dipuji dan disanjung, tiada sekutu bagi-Nya dan tiada tuhan yang wajib dan berhak disembah dan diagung-agungkan selain Allah SWT itu sendiri. Inilah tauhid yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS. dan para utusan Allah kepada para umatnya.

Dalam konsep Islam, tauhid adalah penegasian terhadap seluruh tuhan-tuhan yang ada di dunia ini, baik tuhan materi, tuhan kekuasaan, tuhan pangkat dan kedudukan maupun tuhan-tuhan yang lain. Semua tuhan-tuhan itu harus disingkirkan dari benak pikiran umat Islam. Oleh sebab itu, dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara, boleh saja umat Islam kehilangan pangkat dan kedudukan, jabatan dan kekuasaan, tetapi tidak boleh kehilangan keyakinan dan keimanannya kepada Allah SWT. Jangan sampai karena jabatan dan kedudukan tadi kemudian umat Islam menyembah, memuji dan mengagungkan kekuasaan dan penguasa, mengurbankan orang lain dan keimanannya. Bisa saja dalam hidup ini umat Islam kehilangan harta, merugi dalam berdagang, tetapi jangan sampai merugi di hadapan Allah SWT.

Pemimpin Peduli Sosial

Nabi Ibrahim AS. adalah figur pemimpin teladan yang berjiwa tauhid yang bersedia berkurban dan memberi makan kepada orang-orang yang sengsara lagi fakir sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam QS. al-Hajj: 27-28. Ibadah kurban merupakan manifestasi ajaran tauhid yang tidak terlepas dari semangat pemupukan jiwa solidaritas sosial dan kemanusiaan. Peduli dan menyantuni kepada orang-orang yang sengsara lagi fakir (Ith’am al bais al-faqir) adalah merupakan tanggung jawab sosial yang harus ditunaikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi setiap muslim, baik secara individual maupun kolektif, karena hal ini merupakan satu kesatuan ayat yang tidak dapat dipisahkan dari doktrin teologis dan sosial.

Jika digali lebih dalam sesungguhnya ibadah kurban itu lebih dari sekadar ibadah simbolik dengan menyembelih binatang ternak, tetapi ia sarat dengan nilai-nilai moral dan sosial. Umat Islam diperintahkan untuk memiliki kekokohan iman dan mentaati semua perintah Allah meski tampak berat sekalipun sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Iman adalah keyakinan yang mendalam, bahwa apa yang datang dari Allah SWT adalah benar dan tidak boleh diragukan sedikit pun. Umat Islam tidak hanya diperintahkan berkurban dan kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada fakir-miskin, begitu setiap tahun dilakukan secara massif, namun pada saat yang sama mereka juga mengurbankan fakir-miskin tersebut untuk kepentingan pribadi, ambisi politik dan segala macam bentuk mengurbankan orang lain.

Yang diperintahkan oleh Allah SWT adalah berkurban untuk melahirkan nilai takwa, bukan membuat orang lain jadi kurban atau terkurbankan, seperti yang terjadi selama ini dan beberapa praktik pembangunan yang terjadi di negara-negara sekuler, seperti yang dilukiskan oleh Peter L. Berger dalam karyanya, Piramida Kurban Manusia. Itulah maka Allah menegaskan dalam firman-Nya: “Bukan daging dan darahnya (yang sampai kepada Allah), melainkan takwamu”. (QS. Al-Hajj:37).

Jika diperhatikan secara cermat, bahwa semua amal ibadah dalam ajaran Islam hakikatnya mengandung pesan moral dan tanggung jawab sosial yang kompatibel dengan upaya peningkatan kesejahteraan dan keadilan, mulai dari shalat, puasa, zakat, haji dan ibadah kurban. Misalnya ibadah puasa mengandung hikmah menumbuhkan rasa kasih sayang kepada kaum dhuafa’. Zakat, infaq dan shadaqah memiliki hikmah memberantas sifat kikir dan membantu kaum mustadh’afin dan mengentas kemiskinan. Demikian juga ibadah haji memupuk jiwa ketundukan kepada Tuhan dan memahami makna egalitarianisme dalam masyarakat. Dengan demikian semua ajaran dan ibadah dalam Islam selalu terkait dengan relasi vertikal dan horizontal (hablun minallah wa hablun minannas). Umat Islam tidak dibenarkan hidup egois dan melepaskan diri dari tanggung jawab sosialnya. Masing-masing pribadi muslim diperintahkan untuk peka dan ikut bertanggung jawab terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kesediaan orang Islam meyembelih ternak kurban, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. merupakan wujud refleksi iman untuk lebih mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Kemudian, daging kurban yang dibagi-bagikan kepada fakir-miskin itu secara kongkret telah menunjukkan kepedulian orang-orang beriman untuk turut melaksanakan ajaran kepedulian dan keadilan sosial. Perintah berkurban juga merupakan pesan kongkret seberapa jauh Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk senantiasa memiliki perhatian sosial di sekelilingnya. Disamping itu semua tugas sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi setiap muslim merupakan tanggung jawab yang harus ditunaikan, baik secara individual maupun secara kolektif, terutama bagi para pemimpinnya.

Dalam perspektif Islam, seorang pemimpin tidak dibenarkan hidup egois dan melepaskan diri dari tanggung jawab sosialnya. Masing-masing pribadi muslim diperintahkan untuk peka dan ikut bertanggung jawab terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat. Mereka dituntut untuk berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan lahir dan batin, pembangunan manusia seutuhnya, bukan dalam slogan-slogan, namun harus diwujudkan secara kongkret dalam masyarakat. Dalam konteks relasi sosial-Islam, Rasulullah SAW. sangat membenci terhadap orang Islam yang bersikap acuh terhadap kepentingan masyarakat dan mengabaikan perjuangan agamanya, sebagaimana sabdanya: “Barang siapa yang tidak mau mementingkan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka”.

Ibadah kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. juga sejatinya lebih dari sekadar menyembelih ternak kurban, namun secara substansial ia merupakan ibadah memerangi egoisme dan menyerahkan jalan hidup ini hanya kepada Tuhan semata. Hal ini telah dibuktikan oleh Nabi Ibrahim AS. Tidak akan pernah terjadi seorang ayah yang karena perintah Allah SWT. bersedia menyembelih anak kesayangannya untuk dijadikan kurban sebagaimana Nabi Ibrahim AS. Demikian pula Ismail AS, puteranya yang dengan ikhlas dan lapang dada menerima perintah tersebut untuk dijadikan kurban. Ini adalah peristiwa amat berat dan luar biasa yang harus ditanggung oleh keluarga. Itulah profil pemimpin yang mampu memerangi sikap egoisme. Dari deegoisme inilah kemudian melahirkan sikap toleran dan peduli sosial dari figur seorang pemimpin.

Jika saja para pemimpin bangsa mau mengambil hikmah dari peristiwa kurban tersebut, maka tidak pernah terjadi krisis kemanusiaan di negerinya. Umat Islam perlu belajar dari peristiwa kurban seperti yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS, seorang figur pemimpin yang jauh dari sikap egois dan bebas dari godaan dan rayuan materi. Memang Nabi Ibrahim saat itu sempat tergoda oleh rayuan dan bujukan syetan supaya membatalkan niatnya untuk melaksanakan perintah berkurban tersebut, namun karena kekokohan imannya itulah beliau mampu mengatasi segala macam godaan dan cobaan tersebut dan berhasil melepaskan kepentingan pribadinya untuk tujuan yang lebih mulia, yaitu kemanusiaan universal.***.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id

____________

*Penulis adalah Profesor Sosiologi Agama, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Tags: Ibadah KurbanProf M Zainuddin MAUIN Malang

Related Posts

 Krisis Role Model Elite Agama di Ruang Siber
Ruang Cendekia

 Krisis Role Model Elite Agama di Ruang Siber

Minggu, 25 Okt 2026
Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama
Ruang Cendekia

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sabtu, 24 Okt 2026
Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sabtu, 24 Okt 2026
Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Jumat, 23 Okt 2026
Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan
Ruang Cendekia

Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan

Jumat, 23 Okt 2026
Dosen Pascasarjana Universitas Raden Rahmat Malang, Dr. Aries Musnandar, M.Pd. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Merawat Akar Pesantren, Menguatkan Masa Depan Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026
Next Post
kejari kota batu

Kejari Kota Batu Kembalikan Uang Negara Hampir Rp 1 Miliar Perkara Korupsi Bank Jatim

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.