Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Tradisi Leluhur, Warga Wagir Berbagi Makanan dengan Wadah dari Batang Pohon Pisang

Redaksi by Redaksi
Juni 19, 2023 5:33 pm
in Peristiwa
tradisi leluhur

Warga membawa encek berisi makanan untuk dibagikan kepada tetangga. Foto: Pemkab Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Setiap tahun, warga Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang berbagi makanan dengan menggunakan wadah yang terbuat dari batang pohon pisang. Wadah yang disebut dengan encek tersebut harus ditutup dengan menggunakan daun pisang.

Kepala Desa Sukodadi, Susilo Wahyudi mengatakan bahwa ini adalah tradisi nenek moyang di Dusun Jamuran. Hingga saat ini, tradisi tersebut masih dilakukan setiap hari Senin Legi atau Kamis Legi bulan Selo penanggalan Jawa.

READ ALSO

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

“Memang tradisi dari dulu seperti itu, harus pakai gedebog (batang pohon pisang) dan ditutup dengan daun pisang. Tidak boleh pakai kertas,” kata Susilo.

Setiap kepala keluarga (KK) diharuskan membawa satu encek makanan. Nantinya makanan tersebut akan ditukar dengan KK lainnya.

Ratusan encek milik warga Dusun Jamuran yang akan dibagikan. Foto: Pemkab Malang

Tahun ini, terdapat sekitar 670 KK yang berpartisipasi di tradisi ini. Pelaksanaannya dilakukan di Balai Rakyat Dusun Jamuran, Senin (19/6/2023).

Secara keseluruhan, kegiatan yang juga disebut bersih dusun ini berlangsung selama empat hari empat malam. Berbagai kesenian lokal seperti tari, bantengan, pencak silat, dan karawitan telah ditampilkan.

“Di hari puncak ini ada tayuban yang diawali dengan tari remo dan diakhiri dengan lima gending tradisional. Ini adalah tradisi leluhur kami yang notabene adalah pecinta tayub,” jelas Susilo.

Selain untuk melestarikan budaya nenek moyang, Susilo menyebut kegiatan ini juga dilakukan untuk menjaga kerukunan warga Dusun Jamuran. “Setiap tahun kami laksanakan, bahkan saat pandemi kemarin tetap kami lakukan,” kata Susilo.

Bupati Malang, Sanusi saat memberikan sambutan. Foto: Pemkab Malang

Bupati Malang, Sanusi turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa tradisi berbagi dengan sesama perlu dilestarikan karena merupakan wujud rasa syukur.

“Mari saling menghormati warisan budaya leluhur yang berharga ini demi mewujudkan keindahan dalam keberagaman sebagai bangsa yang luhur,” kata Sanusi.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: Bupati Malangtradisi di Kabupaten MalangTradisi leluhur di MalangTradisi nenek moyang

Related Posts

Ekonomi hijau - Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang
Peristiwa

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sidak di SPBU Mergan (M Sholeh)
Peristiwa

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Next Post
Pasar Buku Wilis

Pemkot Malang Anggarkan Rp 1,5 Milyar untuk Revitalisasi Pasar Buku Wilis

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.