Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Tradisi Leluhur, Warga Wagir Berbagi Makanan dengan Wadah dari Batang Pohon Pisang

Redaksi by Redaksi
Juni 19, 2023 5:33 pm
in Peristiwa
tradisi leluhur

Warga membawa encek berisi makanan untuk dibagikan kepada tetangga. Foto: Pemkab Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Setiap tahun, warga Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang berbagi makanan dengan menggunakan wadah yang terbuat dari batang pohon pisang. Wadah yang disebut dengan encek tersebut harus ditutup dengan menggunakan daun pisang.

Kepala Desa Sukodadi, Susilo Wahyudi mengatakan bahwa ini adalah tradisi nenek moyang di Dusun Jamuran. Hingga saat ini, tradisi tersebut masih dilakukan setiap hari Senin Legi atau Kamis Legi bulan Selo penanggalan Jawa.

READ ALSO

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

“Memang tradisi dari dulu seperti itu, harus pakai gedebog (batang pohon pisang) dan ditutup dengan daun pisang. Tidak boleh pakai kertas,” kata Susilo.

Setiap kepala keluarga (KK) diharuskan membawa satu encek makanan. Nantinya makanan tersebut akan ditukar dengan KK lainnya.

Ratusan encek milik warga Dusun Jamuran yang akan dibagikan. Foto: Pemkab Malang

Tahun ini, terdapat sekitar 670 KK yang berpartisipasi di tradisi ini. Pelaksanaannya dilakukan di Balai Rakyat Dusun Jamuran, Senin (19/6/2023).

Secara keseluruhan, kegiatan yang juga disebut bersih dusun ini berlangsung selama empat hari empat malam. Berbagai kesenian lokal seperti tari, bantengan, pencak silat, dan karawitan telah ditampilkan.

“Di hari puncak ini ada tayuban yang diawali dengan tari remo dan diakhiri dengan lima gending tradisional. Ini adalah tradisi leluhur kami yang notabene adalah pecinta tayub,” jelas Susilo.

Selain untuk melestarikan budaya nenek moyang, Susilo menyebut kegiatan ini juga dilakukan untuk menjaga kerukunan warga Dusun Jamuran. “Setiap tahun kami laksanakan, bahkan saat pandemi kemarin tetap kami lakukan,” kata Susilo.

Bupati Malang, Sanusi saat memberikan sambutan. Foto: Pemkab Malang

Bupati Malang, Sanusi turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa tradisi berbagi dengan sesama perlu dilestarikan karena merupakan wujud rasa syukur.

“Mari saling menghormati warisan budaya leluhur yang berharga ini demi mewujudkan keindahan dalam keberagaman sebagai bangsa yang luhur,” kata Sanusi.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: Bupati Malangtradisi di Kabupaten MalangTradisi leluhur di MalangTradisi nenek moyang

Related Posts

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Next Post
Pasar Buku Wilis

Pemkot Malang Anggarkan Rp 1,5 Milyar untuk Revitalisasi Pasar Buku Wilis

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.