Tugumalang.id – Wali Kota Malang Sutiaji terus menggencarkan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS). Gerakan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengoptimalkan dan normalisasi fungsi drainase atau saluran air yang ada di Kota Malang, Jawa Timur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa fungsi saluran air dan drainase di Kota Malang banyak yang mulai menurun.
Menurutnya, kondisi itu disebabkan oleh berkurangnya volume drainase akibat meningkatnya sedimen maupun sampah yang menyangkut. Untuk itu, gerakan angkat sampah dan sedimen itu akan terus digencarkan dalam menormalisasi saluran air dan drainase yang ada di Kota Malang.
Baca Juga: Pemkot Malang Tutup Sementara 2 Penginapan di Tlogomas Imbas Dugaan Praktek Prostitusi
“Program GASS ini sudah kami lakukan setiap hari, minimal sehari ada 2 titik. Kami lakukan normalisasi saluran karena banyak saluran saluran yang mengalami pengurangan volume karena adanya sedimen dan sampah,” kata Dandung, Kamis (18/5/2023).
Dandung menjelaskan bahwa mayoritas titik saluran air yang disasar memang banyak ditemukan penumpukan endapan pasir dan material. Selain itu, anggota GASS juga kerap kali menemukan keberadaan sampah yang menyumbat saluran air.
“Jadi kami juga banyak menemukan sampah-sampah baik plastik, kain, bantal, guling, potongan sofa yang itu karena terbawa air,” bebernya.
Untuk itu, Dandung juga mengatakan bahwa pihaknya selalu mengerahkan anggota GASS untuk menyebar di titik rawan banjir setelah hujan lebat melanda Kota Malang. Sebab menurutnya, keberadaan sampah berpotensi menyumbat saluran air di Kota Malang.
Baca Juga: Pemkot Malang Minta Maaf Terkait Wisata Banjir Gratis
“Sebenarnya, saluran yang telah dinormalisasi rata rata relatif lancar dan efektif. Kadang terjadinya genangan kan karena tidak berfungsinya saluran karena ada sumbatan,” ujarnya.
“Jadi anggota GASS ini setiap setelah hujan, kami minta untuk cek lokasi untuk memantau kondisi saluran. Karena setelah hujan banyak sampah yang itu berpotensi menutup saluran saluran tersebut,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dandung juga menyampaikan bahwa akan memperluas keanggotaan gerakan angkat sampah dan sedimen itu. Pasalnya, anggota GASS saat ini menurutnya sangat minim sehingga belum bisa mengcover semua titik saluran air dan drainase di Kota Malang.
Pihaknya juga berencana melakukan sosialisasi gerakan angkat sampah dan sedimen ke kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Malang. Dengan demikian, bisa terbentuk tim tim GASS di tingkat kecamatan maupun GASS dari kalangan masyarakat umum.
“Harapannya dengan akitivitas GASS ini bisa mengajak masyarakat untuk bersama sama memelihara saluran yang ada di Kota Malang,” ucapnya.
“GASS ini sebenarnya kan bukan tim, tapi gerakan yang bisa dilakukan oleh siapa saja,” lanjutnya.
Untuk memperlancar gerakan GASS, pihakanya juga telah melakukan pengadaan mini excavator yang mampu menjangkau gang gang sempit yang ada di Kota Malang. Mini excavator itu cukup membantu anggota GASS dalam menormalisasi saluran air.
“Jadi misalkan masyarakat di kelurahan akan mengadakan kerja bakti pembersihan saluran, silahkan informasikan ke kami. Kami akan dukung dengan menerjunkan personel dan peralatan yang dibutuhkan baik alat berat maupun truk angkut,” tandasnya.
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























